oleh Khayrurrijal
Senyum hiasi wajah anak
Sedih pun sudah mendahului saat alam tersibak
Lugu dan polos menjadi corak
Tampil jujur perlahan tertahan
Atau kadang menjadi berlebihan
Karna perhatian sesama insan
Dewasa menjadi raut pura-pura
Enggan mewujudkan rasa
Karna takut binasa
Namun raut ikhlas sungguhlah mulia
Jika pun terukir pada wajah kelam, kanak pun dewasa
Sungguh gambaran raut surga
SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Senin, 22 Maret 2010
Ayam dan hari
oleh Khayrurrijal
Ayam adalah pertanda datangnya hari
Kokoknya seakan menyibak mentari yang hadir menepati janji
Kepak sayapnya pun seolah meminta gelap malam untuk bergeser dan berlari
Semua itu untuk menyambut terbangunnya insan dari alam mimpi
Ayam adalah pertanda datangnya hari
Kokoknya seakan menyibak mentari yang hadir menepati janji
Kepak sayapnya pun seolah meminta gelap malam untuk bergeser dan berlari
Semua itu untuk menyambut terbangunnya insan dari alam mimpi
Karna Cinta
oleh Khayrurrijal
Karna cinta, insan selalu kaya
Tanaman di halamannya tiada pernah binasa
Meski setiap saat dipotong dan dihadiahkan kepada semesta
Sebab pemberian itu selalu kembali pada Sang Pecinta
Karna cinta, insan selalu kaya
Tanaman di halamannya tiada pernah binasa
Meski setiap saat dipotong dan dihadiahkan kepada semesta
Sebab pemberian itu selalu kembali pada Sang Pecinta
Saat Jumpa
oleh Khayrurrijal
Kusiapkan diri untuk saat berjumpa
Bersih dan rapih menjadi tatacara
Segaris senyum dan rona rindu kan ku ajak serta
Mudah-mudahan Kau kan menerima
Kusiapkan diri untuk saat berjumpa
Bersih dan rapih menjadi tatacara
Segaris senyum dan rona rindu kan ku ajak serta
Mudah-mudahan Kau kan menerima
Harga bagi jiwa
oleh Khayrurrijal
Perlu waktu menilai harga
Bukan dalam mata uang dan angka
Bukan dalam yang tampat pada mata
Melainkan karna ia berharga bagi jiwa
Perlu waktu menilai harga
Bukan dalam mata uang dan angka
Bukan dalam yang tampat pada mata
Melainkan karna ia berharga bagi jiwa
Malaikat
oleh Khayrurrijal
Malam itu hujan turun
Ku teringat kata kata mulia yang kepada manusialah ia turun
Hujan turun untuk hidupkan bumi yang mati
Hujan pun dikembalikan lagi ke langit dan ke bumi dia pun turun
Teringat pula ku pada kisah malaikat
Ia menemani tiap tetes hujan hingga ke tanahlah ia lekat
Ditemani pula hingga bagi bumi menjadi alat
Akhirnya hilang sangat cepat
Tiap yang dicipta kan ditemani malaikat
Setiap jasad bahkan setetes keringat
Mereka adalah penjaga dan pengambil terhormat
Bahkan karna merekalah Insan Mulia berdiri
saat diri yang kiamat tengah lewat
Saat diberitakan tentang mereka akan menjauah dari orang terlaknat
Hanyalah berarti mereka jauh dari malaikat rahmat
Ketahuilah tentang ini hakikat
Agar kau selalu ingat
Malam itu hujan turun
Ku teringat kata kata mulia yang kepada manusialah ia turun
Hujan turun untuk hidupkan bumi yang mati
Hujan pun dikembalikan lagi ke langit dan ke bumi dia pun turun
Teringat pula ku pada kisah malaikat
Ia menemani tiap tetes hujan hingga ke tanahlah ia lekat
Ditemani pula hingga bagi bumi menjadi alat
Akhirnya hilang sangat cepat
Tiap yang dicipta kan ditemani malaikat
Setiap jasad bahkan setetes keringat
Mereka adalah penjaga dan pengambil terhormat
Bahkan karna merekalah Insan Mulia berdiri
saat diri yang kiamat tengah lewat
Saat diberitakan tentang mereka akan menjauah dari orang terlaknat
Hanyalah berarti mereka jauh dari malaikat rahmat
Ketahuilah tentang ini hakikat
Agar kau selalu ingat
Jiwa dan mata air
oleh Khayrurrijal
Jiwa laksana mata air
Pancarkan makna lalu mengalir
Memilih kata menuju ke hilir
Lalu di hati insanlah dia mampir
dan binasa bagai tersambar petir
Jiwa laksana mata air
Pancarkan makna lalu mengalir
Memilih kata menuju ke hilir
Lalu di hati insanlah dia mampir
dan binasa bagai tersambar petir
Path
by Khayrurrijal
there are lot of paths
and
there also The Path
the different is
lies in the coherence of the path
with The Path
there are lot of paths
and
there also The Path
the different is
lies in the coherence of the path
with The Path
Hutang
oleh Khayrurrijal
Hutang atas penciptaan sungguh tercatat
pada hati insan ia tergurat
Rasakanlah ia lekat-lekat
Lalu ingat,
sungguh sangat bermanfaat
Hutang atas penciptaan sungguh tercatat
pada hati insan ia tergurat
Rasakanlah ia lekat-lekat
Lalu ingat,
sungguh sangat bermanfaat
Ia
oleh Khayrurrijal
Ia, tiada yang serupa dengan-Nya
Tiada waktu dan tiada ruang bersama-Nya
Mengenal-Nya adalah tujuan segala-galanya
Ia, tiada yang serupa dengan-Nya
Tiada waktu dan tiada ruang bersama-Nya
Mengenal-Nya adalah tujuan segala-galanya
Hikmah
oleh Khayrurrijal
Hikmah adalah ilmu dari Tuhan
Diambil dari sinar kenabian
Pancarannya membuat insan menemukan
Tempat segala sesuatu di dalam kehidupan
bahkan ada hikmah dari sebuah keburukan
Diambil dari sinar kenabian
Pancarannya membuat insan menemukan
Tempat segala sesuatu di dalam kehidupan
bahkan ada hikmah dari sebuah keburukan
Berlabuh
oleh Khayrurrijal
Berlabuh insan di dataran kehidupan
Membeli perbekalan
Mencari teman perjalanan
untuk kembali melanjutkan perjalanan
Perahu kadang tak berjalan
Karna tiada angin mengarahkan
Karna nakhoda dalam kebingungan
meskipun demikian, sungguh ciptaan Tuhan tiada sia-sia
Rindu nakhoda pada tujuan
Tentu saja dataran, bukan lautan
sebab, kehidupan perlu berwujud dengan pijakan
Kita akan sampai, dan pasti sampai ke Dataran
sambil berbahagia atau menderita tak keruan
Berlabuh insan di dataran kehidupan
Membeli perbekalan
Mencari teman perjalanan
untuk kembali melanjutkan perjalanan
Perahu kadang tak berjalan
Karna tiada angin mengarahkan
Karna nakhoda dalam kebingungan
meskipun demikian, sungguh ciptaan Tuhan tiada sia-sia
Rindu nakhoda pada tujuan
Tentu saja dataran, bukan lautan
sebab, kehidupan perlu berwujud dengan pijakan
Kita akan sampai, dan pasti sampai ke Dataran
sambil berbahagia atau menderita tak keruan
Write-tools and Good stuff
oleh Khayrurrijal
go buy eraser
good stuff erase bad stuff
go buy write-tool
good stuff take start from little stuff...
go buy permanent-tool
good stuff will became bolder with giving bolder meaning
go buy all you need
absorb your knowledge into your blood
absorb your knowledge into your flesh
absorb your knowledge into your heart
then your knowledge will help to direct your will
go buy eraser
good stuff erase bad stuff
go buy write-tool
good stuff take start from little stuff...
go buy permanent-tool
good stuff will became bolder with giving bolder meaning
go buy all you need
absorb your knowledge into your blood
absorb your knowledge into your flesh
absorb your knowledge into your heart
then your knowledge will help to direct your will
Rabu, 17 Maret 2010
Bersihkan Debu
oleh Khayrurrijal
Hujan turun bersihkan debu
Menyingkap bumi dalam kesejatian
Polos dan lugu terungkap penuh kejujuran
Menyeap air dan tumbuhkan kebaikan
Hujan turun bersihkan debu
Menyingkap bumi dalam kesejatian
Polos dan lugu terungkap penuh kejujuran
Menyeap air dan tumbuhkan kebaikan
Kupuji
oleh Khayrurrijal
Buka mata kupuji
bersuci kupuji
berdiri hingga bersimpuh kupuji
makan kupuji
minum kupuji
hingga tidur kembali kupuji
Ialah asal dan tempat kembalinya puji
sedangkan cela hanya kepada diri sendiri
Buka mata kupuji
bersuci kupuji
berdiri hingga bersimpuh kupuji
makan kupuji
minum kupuji
hingga tidur kembali kupuji
Ialah asal dan tempat kembalinya puji
sedangkan cela hanya kepada diri sendiri
Hancur
oleh Khayrurrijal
Hancur, sungguh
Lebur, luluh
Tenggelam usai berlabuh
Hanyut setelah gaduh
Hancur, luntur, lalu
terkubur
Hujan pun mengucur
Mentari menyinari teratur
Bangkitkan hidup yang terkubur
Alam pun sambut kelahiran
Bimbing dan temani hingga ke kedewasaan
Hinga akar menghunjam
dan cabang melangit ke singgasana Tuhan.
Hancur, sungguh
Lebur, luluh
Tenggelam usai berlabuh
Hanyut setelah gaduh
Hancur, luntur, lalu
terkubur
Hujan pun mengucur
Mentari menyinari teratur
Bangkitkan hidup yang terkubur
Alam pun sambut kelahiran
Bimbing dan temani hingga ke kedewasaan
Hinga akar menghunjam
dan cabang melangit ke singgasana Tuhan.
Putus Asa
oleh Khayrurrijal
Putus asa menghampiri insan
Gelap di tumpukan kegelapan
Buta rasa benar dan salah
hanya terasa menjadi anggapan
Putus asa melanda jiwa
Keruhnya buruk sangka
Bahkan kepada al-Rahman yang Mulia
Hidup pun nampak sudah binasa
Sungguh nestapa....
Putus asa menghampiri insan
Gelap di tumpukan kegelapan
Buta rasa benar dan salah
hanya terasa menjadi anggapan
Putus asa melanda jiwa
Keruhnya buruk sangka
Bahkan kepada al-Rahman yang Mulia
Hidup pun nampak sudah binasa
Sungguh nestapa....
Senja Jiwa
oleh Khayrurrijal
Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangkalah di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma
Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangkalah di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma
Jika dan mungkin
oleh khayrurrijal
Di saat segala mungkin dan jika
Di saat segala andai dan andai
Di saat menduga keburukan
Ku terus mohon perlindungan Tuhan
Di saat segala mungkin dan jika
Di saat segala andai dan andai
Di saat menduga keburukan
Ku terus mohon perlindungan Tuhan
Insan bertanya
oleh Khayrurrijal
Ada Insan bertanya
bagaimana untuk melihat
Ku kata
bukalah mata
Ia pun bertanya lagi
bagaimana membuka mata
Ada Insan bertanya
bagaimana untuk melihat
Ku kata
bukalah mata
Ia pun bertanya lagi
bagaimana membuka mata
Selasa, 02 Maret 2010
The Knight
by Khayrurrijal
A knight that pass the night with a fight
and company his sight with bright light
then he would become might, right, and light
A knight that pass the night with a fight
and company his sight with bright light
then he would become might, right, and light
Gift
by Khayrurrijal
We should rise up
But,
if you wanna gave up
Give it as a gift
and your mistake...
forgive
We should rise up
But,
if you wanna gave up
Give it as a gift
and your mistake...
forgive
Senin, 01 Maret 2010
Ucapan wakil pengkarya 'festschrift' Prof SMN al-Attas
Bismillahir Rahmanir Rahim
Ucapan Wakil Pengkarya
Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud
Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA), UKM
ALHAMDULILLAHI RABBIL ʿALAMIN
WASSALATU WASSALAMU ʿALA SAYYIDNA MUHAMMADIN,
WA ʿALA ALIHI WA SAHBIHI AJMAʿIN,
Assalam alaykum warahmatu Allah wa barakatuhu!
Mengadap Duli Yang Teramat Mulia Raja Muda Perak Darul Ridzuan, Raja Nazrin Shah Ibni Sultan Azlan Muhibbudin Shah
Sesungguhnya, kesudian Duli Yang Teramat Mulia Tuanku berangkat hadir mencemar duli untuk bertitah dan melancarkan buku ‘Knowledge, Language, Thought and the Civilization of Islam: Essays in Honor of Syed Muhammad Naquib al-Attas’
menyatakan iltizam dan istiqamah Tuanku kepada perihal ilmiah amnya,
dan penghormatan kepada seorang ahli fikir, dan pembaharu pendidikan yang amat disegani khasnya.
Patik semua sentiasa mengikuti titah-titah penting tuanku dalam pelbagai perkara. Tuanku seorang cendekiawan diraja berpendidikan tinggi,
seumpama sebutir bintang berkilau gemerlapan,
dari tradisi kepimpinan bangsa yang beradab dan bertamadun tinggi,
yang amat patut dibanggakan dan dicontohi.
Ampun Tuanku
Sembah patik harap diampun
Patik menjujung kasih sekali lagi kepada Tuanku atas kesudian Tuanku berangkat bagi menyempurnakan majlis pada petang ini.
Izinkan Patik sebagai wakil pengkarya buku yang bakal Tuanku lancarkan ini,
berucap kepada tetamu yang hadir bersama untuk mendengar titah Tuanku.
Ampun Tuanku.
Yang Mulia Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas,
Yang Berbahagia Tan Sri Dato Sri Dr Abdullah Ayub, Pro Canselor UTM,
Yang Berhormat Dato Dr Ridzuan Hj Salleh, Pro Canselor UTM
Yang Berbahagia Prof. Dato Dr. Zaini Ujang, Naib Cancelor UTM
Dhif-dhif kehormat
Hadirin dan hadirat sekalian!
Allah SWT berfirman dalam kitab Suci al-Qur’an Surah al-Mujadalah, ayat 11 yang bermaksud: “Allah akan mengangkat tinggi beberapa darajat orang-orang yang beriman dari kamu, dan orang-orang yang berilmu: Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala yang kamu lakukan.”
Kita semua berhimpun di dalam Dewan ini bagi melancarkan
sebuah buku yang menyanjung sumbangan pelbagai dimensi seorang ilmuan pembaharu ulong, Syed Muhammad Naquib al-Attas.
Beliau terbukti berwibawa dalam pelbagai bidang seperti ilmu kalam, falsafah, metafizika, sejarah dan kesusateraan Islam khususnya yang berkaitan dengan Alam Melayu. Dalam bidang-bidang ini beliau telah menyumbang beberapa fikiran pokok yang asli, berdaya cipta dan berpengaruh.
Pembaharu dan ilmuan ulong dirakam abadi dalam sejarah manusia melalui buah-buah fikiran mereka yang berjaya membantu mencerahkan alam pemikiran dan memberi nilai tinggi kepada kehidupan dan tamadun manusia. Kebanyakan mereka dikenal dan diiktiraf sewajarnya lama selepas mereka meninggal pentas dunia.
Hanya sebahagian kecil dari mereka yang dikenal dan diiktiraf dengan adil semasa hayat masing-masing. Sesungguhnya pengenalan dan pengiktirafan sebenar akan sumbangan para pembaharu dan ilmuan ulong dalam sejarah sesuatu bangsa nyata mencerminkan ketinggian martabat ketamadunan bangsa tersebut.
Bangsa yang hampa dan rendah darjat ketamadunannya tidak akan mengenal dan tidak berupaya mengiktiraf para pembaharu dan ilmuan ulong dari kalangannya, yang sememangnya boleh dibilang dengan jari.
Sebahagian dari sumbangan Profesor al-Attas dalam pelbagai bidang keilmuan dan ketamadunan Islam dibicarakan dengan bertanggungjawab oleh sebarisan ilmuan dan pengkaji serius dari pelbagai negara. Mereka mewakili sebahagian ilmuan yang memahami sumbangan beliau yang asli dan berdaya cipta bukan sahaja di peringkat pemikiran, tetapi juga di peringkat institusi.
Ramai ilmuan dari seluruh dunia mahu menyumbang tulisan mereka kepada buku ini, tetapi permintaan mereka tidak dapat dipenuhi kerana kesuntokan masa dan keterbatasan ruang.
Kami percaya keseluruhan sifat dan hasil perjuangan keilmuan tokoh yang dira’ikan dalam buku ini boleh dinamakan sebagai Pergerakan Teguh atau Dynamic Stabilism.
Ini kerana sifat dan hasil perjuangannya meneguh semula pandangan hidup Islam yang disepakati para luluhur agung sekian lama, serta mengukuhkan keyakinan kepada struktur dan dasar akhlak dan perundangannya dalam menghadapi cabaran cabaran semasa. Ini dilakukan dengan penuh wibawa keilmuan, tegas dan berdaya cipta dengan memahami unsur-unsur kekal dan berubah dalam tradisi Islam dan dalam tradisi Moden.
Keadaan ini berbeda dengan perjuangan kaum konservatif yang umumnya bersifat teguh menetap, tetapi tidak bergerak mencipta pembaharuan menyebabkan kelemahan memalukan; juga berbeda dengan kaum modernis dan pasca modernis, yang sentiasa bergerak mengekori pembaharuan, tetapi merongkai akar-akar kebudayaan yang berdiri teguh sekian lama sehingga menimbulkan kekeliruan mendalam.
Kesemua makalah dalam buku ini mencerminkan keluasan minat dan sumbangan Profesor al-Attas. Kami kaitkan dalam beberapa bidang saling bertaut yang juga mengambarkan kegiatan ilmiah di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), satu lembaga pendidikan tinggi Islam unik yang beliau asaskan dan pimpin secara menyeluruh, dan terbilang bijaksana dari tahun 1987 sehingga tahun 2002.
Para ilmuan serius dan berwibawa sedar dan insaf bahawa karya-karya Profesor al-Attas yang telah juga diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa orang2 Islam dan bahasa-bahasa Barat melambangkan satu titik penting dalam sejarah Alam Melayu.
Bahawa inilah kali pertama dalam sejarah Alam Melayu di mana karya-karya ilmuannya mempekayakan khazanah pemikiran dan ketamadunan Islam di peringkat global. Malah terdapat institusi berprestij yang mengiktiraf sumbangan beliau sebaris dengan pemikir dan pembaharu dunia seperti Plato, Kong Fu Tze, St. Augustine, Immanuel Kant, Edward Said, Nelson Mandela dan sebagainya.
Saya mahu mengambil kesempatan ini merakamkan ucapan terima kasih kepada penyunting bersama saya, Prof Madya Dr Muhammad Zainiy Uthman yang amat banyak membantu usaha ini. Kami berdua menyanjung sumbangan semua para penulis makalah dalam buku ini. Beberapa orang dari mereka ---Prof Dato Salleh Yaapar, Prof Murat Cizakca, Dr Ismail Marcinkowski, Dr Tatiana Denisova, dan Dr Hisham Helyer--- hadir bersama kita pada hari ini. Bagi pihak semua penulis, kami amat menghargai sokongan berharga Naib Canselor UTM, Prof Dato Dr Zainiy Ujang, yang juga seorang penulis prolifik. Jutaan terima kasih juga kepada seluruh kakitangan Penerbit UTM, terutama Prof Hishamuddin dan sdra Khalid Mazlan, dan semua yang menjayakan buku ini serta pelancarannya pada hari ini.
Kami juga sangat menghargai sokongan dan dorongan keluarga kami, dan para sahabat di Institut Alam dan Tamadun Melayu UKM, di Universiti Islam Antarabangsa dan di mana saja mereka kini berada.
Akhir sekali, dan yang paling utama, kami merakamkan setinggi-tinggi penghargaan kepada guru yang kami kagumi dan cintai Professor Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas. Kesungguhan perjuangan dan keberaniannya dalam bidang ilmu, agama dan akhlak di peringkat tinggi, dengan segala pahit dan lelahnya, adalah contoh teladan buat kami semua. Rakaman terima kasih ini tidak lengkap jika tidak juga ditujukan kepada isterinya, penyokong terkuatnya dan paling setia Puan Latifah al-Attas. Kami doakan agar tuan-tuan berdua serta seluruh keluarga dan kami semua juga akan terus dipanjangkan umur, mendapat kejayaan dan kebahgiaan di dunia dan akhirat.
WabiLlahi al-tawfiq wa’l-hidayah
Wassalam alaykum warahmatuLlahi wabarakatuhu
Ampun Tuanku
Sembah Patik mohon diampun
sumber: rausyanfikir.com
Ucapan Penghargaan oleh Prof. SMN al-Attas sempena pelancaran 'festschrift' "Knowledge, Language, Thought and Civilization of Islam: Essays in Honour of SMN al-Attas
Yang Teramat Mulia Raja Dr. Nazrin Shah menyampaikan ucapan pelancaran dan penghargaan festschrift Prof. Al-Attas.
Alhamdulillah, alladzii arsala rasuulahu bil huda wa dinil haq, liyudhhirahu Ăala diini kullih wa ssolatuwassala muĂala saidina Muhammadinillazi al-muzhir kalimat at-Tauhid. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Yang teramat mulia, Raja Dr. Nazrin Shah ibni Sultan Azlan Muhibbuddin Shah, kepada yang ternama, yang mempunyai darajat keistimewaan beringkat jasa[1] masing-masing dan para hadirin yang dihormati sekalian.
Sesuai bagi saya di sini mengucapkan setinggi penghargaan kepada isteri saya Latifah teman hidup saya selama lebih setengah kurun yang selama ini telah memberi zuriat yang membanggakan dan dengan sabar lera diri dan kasih sayang sejati telah menyediakan suasana tenang dan damai, yang meredakan alunan gelora kehidupan yang kami tempuh bersama.
(tepukan gemuruh daripada para hadirin)
Daripada-nyalah saya terhutang budi dan berjaya dalam usaha menjalankan tugas serta tanggungjawab agama dan ilmu yang hasilnya kini sedang dinilai dunia. Bagi melaksanakan dengan sempurna tugas serta tanggungjawab agama dan ilmiah yang saya maksudkan, saya perlukan khidmat seorang ilmuan yang telah berguru dengan ilmuan ternama yang saya kenali[2] dan yang layak menerima amanah saya.
Kini menjelaskan bagi ilmuan itu harus memiliki sifat-sifat serta perilaku akhlaq yang tertentu, iaitu ikhlas pada diri,percaya kepada kewibawaan dan kejujuran saya sebagai ilmuan sejati[3],taat setia kepada saya dengan kasih yang ikhlas, mengenali dan mengakui hak[4] saya dan meletakkan-nya pada tempat yang wajar. Sifat-sifat dan perilaku akhlaqiah yang terpuji ini, saya dapati pada diri Profesor Dr. Wan Mohd. Nor Wan Daud yang telah lama mendampingi diri dan pemikiran saya selama lebih 20 tahun sebagai sahabat dan telah menemani pengembaraan saya ke balai-balai keilmuan di merata dunia. Kepada-nyalah saya aturkan penghargaan teristimewa.
Kepada para ilmuan ternama dari serata dunia yang telah menyumbangkan risalah pengĂitirafan yang dirayakan ini saya sungguh berterima kasih. Kepada mereka dikalangan murid saya yang telah banyak berbakti[5] dan mereka yang telah menjalankan penelitian serta pengumpulan pelbagai risalah ilmiah yang terkandung dalam buku yang dilancarkan ini dan juga mereka dikalangan para pegawai[6] yang telah lama berkhidmat di bawah arahan saya kepada-nya semua saya ucapkan penghargaan ikhlas.
Penerbitan buku ini telah dilaksanakan dengan begitu baik oleh penerbit Universiti Teknologi Malaysia (UTM) atas anjuran Naib Canselor Profesor Dato’ Ir. Dr. Zaini bin Ujang, seorang ilmuan yang berhemah tinggi, kepadanya saya mengucapkan berbanyak terima kasih.
Dan sembah salam saya terhadap tuanku yang teramat mulia Raja Dr Nazrin Shah ibni Sultan Azlan Muhibbuddin Shah, raja yang Ăarif lagi budiman yang atas kesudiannya bukan sahaja melancarkan buku ini malah menilai kandungannya dengan tilikan bijaksana, saya menjunjung kasih.
Catatan akhir
Kami cuba dapatkan rakaman dan teks ucapan perasmian dan penghargaan daripada Yang Teramat Mulia, Raja Dr. Nazrin Shah ibni Sultan Azlan Muhibbuddin Shah yang sangat menarik lagi bijaksana dalam menilik mahaguru kita Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas.
Sebarang salah dan silap dalam saya menukilkan kembali ucapan penghargaan mahaguru kita, Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas adalah kerana kekurangan dan kelemahan saya dalam menanggapi semula rakaman ringkas yang ada.
[1] Saya lama merenung ungkapan Prof. Al-Attas ini, yang agak “unik” buat para hadirin sehingga mereka tertawa kerana menilai ungkapan tersebut. Bagi saya yang menilik secara dhaif ini, ungkapan ini sebenarnya bukan mainan bahasa tanpa maāna kerana Prof. Al-Attas, seperti yang saya sering dengar daripada anak murid beliau yang berwibawa bukanlah ilmuan yang tidak beradab pada bahasa yang diguna pakai oleh beliau. Setiap suku kata malah tanda baca yang digunakan oleh beliau dalam bertutur, khususnya dalam penulisan Ăilmiah beliau mempunyai maāna tertentu sesuai dengan adab setiap huruf dan tanda baca tersebut dalam menyampaikan isi kandungan hujah beliau. Dalam hal ungkapan “unik” ini, pada hemat saya yang dhaif ini, Prof. Al-Attas menjelaskan salam hormat buat para aristokrat seperti Tan Sri, Puan Seri, Dato’, Datin, Profesor, Profesor Madya yang masing-masing pada hakikatnya dianugerahi darjah kehormat sebegitu rupa sesuai dengan sumbangan dan jasa dalam bidang masing-masing. Mungkin para hadirin yang tiada biasa mendengar ucapan beliau akan berasa sedikit kelakar kerana amat jarang sekali kita dapat mendengar dalam majlis rasmi laras Bahasa Melayu klasik tinggi yang menjadi sine qua non cara-gaya kognitif Prof. Al-Attas.
[3] Pada hemat saya yang dhaif ini, cara-gaya Bahasa Melayu yang diguna pakai Prof. Al-Attas ini merupakan cara-gaya Bahasa Melayu klasik. Perkataan “sejati” yang diguna pakai oleh Prof. Al-Attas ini merujuk kepada kefahaman dan Ăamal beliau dalam memperakui tugas dan amanah beliau sebagai seorang ilmuan tulen (bukan kerana KPI etc.) yang tiada boleh disalah ertikan sebagai “angkuh” atau “berlagak” seperti yang sering dituduh oleh para penghasad-dengki yang telah sekian lama merosak punahkan gagasan beliau, khususnya ISTAC.
[4] “Adab is the discipline of body, mind and soul; the discipline that assures the recognition and acknowledgement of one’s proper place in relation to one’s physical, intellectual and spiritual capacities and potentials; the recognition and acknowledgement of the reality that knowledge and being are ordered hierarchically according to their various levels (marĀtib) and degrees (darajĀt). Since adab refers to recognition and acknowledgement of the right and proper place, station, and condition in life, and to self-discipline in positive and willing participation in enacting one’s role in accordance with that recognition and acknowledgement, its actualization in one and in society as a whole reflects the condition of justice (Ăadl). Justice itself is a reflection of wisdom (Ąikmah), which we have already defined as that God-given knowledge which enables the recipient to discover the right and proper place for a thing or a being to be. The condition of being in the proper place is what we have called justice; and adab is the method of knowing by which we actualize the condition of being in the proper place. So adab, in the sense I am defining here, is also a reflection of wisdom; and with respect to society adab is the just order within it. Adab, concisely defined, is the spectacle (mashhad) of justice as it is reflected by wisdom.” SM Naquib Al-Attas, The Concept of Islamic Education, the keynote address delivered by Professor Naquib al-Attas at the “First World Conference on Muslim Education” held in Makkatul MuĂaĉĉamah in March 1977. p11-12
[5] Prof. Wan Mohd. Nor Wan Daud (ATMA-UKM), Prof. Madya Dr. Zainiy Uthman (IIUM), Prof. Alparslan Acikgenc (Fatih University), Dr. Mustafa Ceric (Grand Mufti of Bosnia-Hezergovina), Dr. Zaidi Ismail (IKIM), Dr. Sani Badron (IKIM), Dr. Wan Azhar (IKIM), Dr. Farid Shahran (mantan Timbalan Presiden ABIM, Pengerusi HAKIM, IIUM) Dr. Wan Suhaimi Wan Abdullah (UM), Dr. Azizan Sabjan (USM), Dr. Adi Setia (IIUM ) Ustaz Asham Ahmad (IKIM), Ustaz Nik Roskiman (IKIM), Dr. Aliza Elias (IIUM), Dr. Megawati Moris (IIUM), Dr. Bazli Shafie (UMT), Ustaz Roslan Jelani, Dr. Syed Ali Tawfiq Al-Attas, Prof. Dr. Kamar Oniah, dan juga dari Indonesia seperti Dr. Syamsuddin Arif (IIUM, INSISTS), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (Gontor, INSISTS), Dr. Adian Husaini (INSISTS), Dr. Khalif Muammar (ATMA-UKM), Ustaz Adnin Armas (INSISTS), Dr. Ugi Suharto (INSISTS) dan banyak lagi yang mungkin saya belum kenal atau tiada teringat berkenaan mereka khususnya dari luar negara.
[6] Antara contoh kesan terbaik menjalarnya budaya ilmu telah digambarkan oleh Encik Sabri yang dahulu-nya merupakan pemandu Prof. Al-Attas sewaktu di ISTAC yang kini sering menghadiri hampir ke semua wacana HAKIM yang mana dipandu arah oleh anak-anak murid Prof. Al-Attas sendiri.
sumber: rausyanfikir.com
sumber: rausyanfikir.com
Langganan:
Komentar (Atom)
