SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Senin, 30 September 2013
Kelahiran Rasa
oleh Khayrurrijal
Mengajak insan kepada rasa
Mencicipinya lewat kata pujangga
Bertatacara, menghormat, dan memulia
Rasa kan lahir pada mereka yang berusaha
Cimanggu, Sukabumi, 07 Februari 2011, 19.28
Kembali Suci
oleh Khayrurrijal
Mengalir jernih dari sumber
Menemukan kekeruhan dalam perjalanan
Memberi manfaat bagi bumi dan langit
Lalu kembali dikumpulkan, suci
Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.05
Kesaksian Jiwa
oleh Khayrurrijal
Diajar aku akan makna,
lahirlah kata
Lahir atas pengajaran rasa
Benda dan segala sesuatu bertanda
Tanda atas tanda
Makna dalam makna
Alam tanda binasa
Hanya ada kesaksian jiwa
Cimanggu, Sukabumi, 14 Desember 2010, 07.10 WIB
Keserakahan
oleh Khayrurrijal
keserakahan mengunci insan dalam ketidakpuasan
tak berkesudahan
alam semesta tak cukup penuhi keinginan
pemberian Tuhan selalu kurang
tak pernah puas..
tak pernah cukup..
tak pernah..
kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.44 WIB
Kiriman Terdalam
oleh Khayrurrijal
Menemukan kegagalan di hadapan
Menghadirkan kesedihan dan kekecewaan
ku berjuang agak tak sampai kematian
kebaikan adalah kiriman terdalam
dari Tuhan
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.22
Kisah Rindu
oleh Khayrurrijal
Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu
Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu
Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu
Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu
Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu
Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu
Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu
Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu
Konflik dan Naik
oleh Khayrurrijal
Dalam hati terbetik
Sudikah kiranya insan terusik
begitu banyak konflik
tetap melangkah naik
Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 17.33 WIB
Ku 'Kan Menunggu
oleh Khayrurrijal
Hujan turun menderas
diiringi kabut yang kaburkan pandangan
Entah sampai kapan kan berlangsung
Tapi ku kan menunggu hingga usai
Cimanggu, Sukabumi, 23 Nopember 2010, 16.44
Kupercaya
oleh Khayrurrijal
Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu
Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu
Kurenung Taufik Ismail
oleh Khayrurrijal
Kurenung Taufik Ismail
Ucap dan tulis sederhana
Tak lebih dan tak kurang
Bahkan dalam marah sangat dan kesedihan
20 Desember 2010, 11.48 WIB
Lagu Kematian
oleh Khayrurrijal
Dengarkah kau lagu kematian
dawai tunggal pilu
Nadanya buat kuduk merinding lalu berguguran
Hati tersayat hingga mati
Kegembiraan berganti ratap diam
Lagu kematian mengiringi datangnya sang utusan
Hangat berubah menjadi dingin kaku
karna habis batas waktu
Cimanggu, Sukabumi, 12 Januari 2011, 00.28 WIB
Lautan Latihan
oleh Khayrurrijal
Membenam diri dalam lautan latihan
Gelagapan mengais napas di setiap amalan
Letih berkelanjutan dengan kesegaran keberhasilan
Atau gembira melayu atas gagal berterusan
Berlatih, meski tertatih dan perih
hingga diberi anugrah terpilih
Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 12.47 WIB
Lebih Rapih
oleh Khayrurrijal
jiwaku letih
lariku masih rapuh dan ringkih
rebahku menghadap langit tinggi
berharap tatanan diri lebih rapih
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.22
Lemas
oleh Khayrurrijal
Rasa hati diganti
Lemas menggantikan gelegak tak terkendali
Entah...
Semoga sesuai dengan ridho Ilahi
Cimanggu, Sukabumi, 27 Nopember 2010, 15.17
Lembah Kemurungan
oleh Khayrurrijal
Menuruni lembah kemurungan
Tiada tumbuhan dan binatang
Hanya ada tulang belulang
Hanya ada batang yang gersang
Kering dan tandus
Debu menyeruak ditiup angin
Menemui ujung lembah kemurungan
Tiada kehidupan
Hanya ada jurang keputusasaan
Gelap memabukkan
Lena mematikan
Terdengar seruan dari puncak gunung
Kembalilah engkau..
Oh kembalilah
Wajah tertengadah
Rasa sambungasa
Menyambut panggilan
Jalan mendaki ku tempuhi
Kudoakan mereka yang tak kemabli
Agar dosa diampuni
Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 07.44 WIB
Luka
oleh Khayrurrijal
Melalui kesulitan dengan luka
Biasa saja, jika tak suka
bagi insan takwa, tiada mengapa
luka menjadi penawar dosa
Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.08
Malam dan Siang
oleh Khayrurrijal
Malam dan siang di dua belahan
Memahami daya menuju terang
Ingin tinggalkan cerita di sebalik sinaran
Dengan langkah tegap dan bersahaja
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.37
Malas
oleh Khayrurrijal
Malas telah menidurkan dan melenakan
Melewatkan kebaikan yang dihadirkan di hadapan
Rasa cukup dan puas yang dihembuskan
Berubah menjadi sesal,
saat diri sadar akan kenyataan
Cimanggu, Sukabumi, 4 Oktober 2010, 06.20
Malas
oleh Khayrurrijal
Malas masih mencengkram
Menghindari lelah
Karna lelah adalah derita
sungguh salah sangka
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.08
Malasku
oleh Khayrurrijal
Malasku,
muncul karna tak tahu
kira untung jika membisu
sungguh yang perlu ditawarkan
adalah langkah satu
Ketika bahgia merasuk,
semangat pun kan melaju
Cimanggu, Sukabumi, 28 Oktober 2010, 21.32
Masih Perlu Belajar
oleh Khayrurrijal
Belumku dapatkan rasa
untuk kutiupkan dalam raga kata
Masih hambar...
Masih perlu belajar...
20 Desember 2010, 12.02 WIB
Mawar Putih yang Merekah
oleh Khayrurrijal
Ketika itu, di sebuah
taman kehidupan
Hadirlah bibit mawar putih yang diterpa angin
takdir
tergeletak, tak berdaya menghadapi kehidupan
Kemudian,
Ia ditemani matahari yang menyinari
Ia ditemani hujan yang menyirami
Ia ditemani angin yang menghembus
Ia ditemani sahabat lain
Dan semua itu berjasa temaninya dalam
pertumbuhan
Sang mawar kini tengah merekah
Coba ‘tuk sapa dunia
Sang mawar kini tengah beranjak dewasa
Meninggalkan kanak-kanak
karna ia tlah memilih ‘tuk menjadi dewasa
Wahai mawar putih yang berkembang
Akan
banyak badai
Akan banyak cobaan yang ‘kan kau hadapi
Tapi,
Jangan jadikan itu halangan
Jangan jadikan
itu hambatan
Jangan jadikan itu rintangan
Jadikan itu sarana bagimu ‘tuk jadi kuat hadapi
kehidupan
Karna kehidupan,
tak terlalu indah dan tak terlalu buruk untuk
dijalani
Duhai mawar,
teruslah berkembang menuju kesempurnaan……………
Sahabat Sang Mawar Putih,
Yang bersama dalam
satu dahan,
Melayari Kemalasan
oleh Khayrurrijal
Melayari kemalasan
tiada rasa berakhir
Melihat, terpejam, lalu terbelalak
Mengiringi dari awal hingga akhir
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.26
Memancing Kabar
oleh Khayrurrijal
Memancing kabar jiwa
Ditemani sabar
Mengumpan ingat pemberian,
lalu dan sekarang
sungguh kadang melelahkan
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.45
Memandang ke Dalam
oleh Khayrurrijal
Memandang indah zahir
Guna mata menerawang
ke depan dan belakang bergilir
pernahkah kita berpikir
Memandang ke dalam mengandung sirr
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.03
Memandang Langit Tinggi
oleh Khayrurrijal
Memandang langit tinggi
Merenung batas
Melihat bumi terhampar
Menjalani titik demi titik
Gunung agung memesona pandangan
Melemah lunglai kesadaran
Pandangan menunduk bertanya kaki sendiri
Lalu melangkah tiap-tiap kali
Bertanya dalam cemas dan harap
Apa aku kan sampai di atas sana
Tak punya apa-apa
Hanya pemberian yang menyata
Gagal, mungkin gagal
Membuat tapak demi tapak
Menyaksi kuasa penentuan
Terus meniti hingga terbuka sejati
Gombak, Malaysia, 20 April 2012, 10.23
Membaca Cerita
oleh Khayrurrijal
membaca cerita diri
kadang tersenyum atau malu menyertai
sedih dan marah juga mengisi
tapi cerita adalah cermin diri
semakin banyak terbaca, semakin tahu diri
cerita juga mengandung pesan bagi yang sadar diri
agar semakin lebih baik lagi
Cimanggu, Sukabumi, 6 Nopember 2010, 14.59
Membingkai Rasa
oleh Khayrurrijal
Membingkai rasa dengan aksara
Menikmati layaknya lukisan penuh daya
Hidup menghidupkan
Terujar di udara dan jadikan hidup makin berharga
Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 16.21 WIB
Meminjam Rasa
oleh Khayrurrijal
Meminjam rasa lewat udara
'Tuk sedih atau tertawa
Hingga jarak tak pisahkan jiwa
Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 18.37 WIB
Memulai Kembali
oleh Khayrurrijal
Memulai kembali sesuatu yang terhenti
Berbenah diri ditempuhi
Dari dalam diri
Tersingkap hadiah Ilahi
Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.30
Menajamkan Pena
oleh Khayrurrijal
Menajamkan pena
Menggoreskannya pada lembaran hari-hari
Berusaha tanpa henti
Meski jatuh dan jatuh lagi
Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.33
Menangisi Kesalahan
oleh Khayrurrijal
Menangisi kesalahan di gelap malam
Tersudut dan tertunduk
Mengharap lepas dari buruk
Agar diri mendaki hingga ufuk
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.30
Menatap Kosong
oleh Khayrurrijal
Memulai hari baru
Menggerakkan diriku menulisi lembaran baru
Tintaku harus diisi lembaran lalu
Tak ingin menatap kosong halamanku
Lalu menangis tersedu
Hampa di hadapan Tuhanku
Cimanggu, Sukabumi, 11 Mei 2011, 05.15 WIB
Mencipta Sajak
oleh Khayrurrijal
Mencipta sajak
Sebagai jejak
Mengikut orang bijak
Mengikut jalan menanjak
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.55 WIB
Mendapatkan Rasa
oleh Khayrurrijal
Mendapatkan rasa tatapan Ilahi
Ingin kuresapi hingga ke nadi
Menggeliat dari kekangan nafsu keji
Lalu memakmurkan bumi
Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.09
Menemui Ajal
oleh Khayrurrijal
Menemui ajal di kesunyian
Lisan kelu pandangan berlemahan
Entah baik dalam akhiran
Atau siksa tak berkesudahan
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.16 WIB
Menetes air mata
oleh Khayrurrijal
Menetes air mata
tetes hilang menuju alam tak kasat mata
Sesal, sungguh nyata
Namun jiwa tak kunjung jera
Tatkala terbakar nafsu angkara
Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.43
Mengarya Puisi
oleh Khayrurrijal
Mengarya puisi tak mudah
Tak seperti mengeja kata
Tak seperti menggambar huruf
Puisi adalah kehalusan rasa, bahkan tuk ungkapkan naluri purba
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.36 WIB
Menggigil
oleh Khayrurrijal
Menggigil begitu keras karna kata-kata tajam
Melukai telinga, menuju jiwa
Memerahkan mata dan mendidihkan darah
Napas terengah, rasa akan binasa
Cimanggu, Sukabumi, 22 Februari 2011, 16.07 WIB
Menghela Napas
oleh Khayrurrijal
Menghela napas panjang
Akibat sesak di dada oleh tantang
Menghirup napas pun panjang
Usai satu hembusan lantang
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.01
Menghidupkan Kata
oleh Khayrurrijal
Menghela napas demi napas
memenuhi dada dengan udara
menghidupkan kata dengan kata
lalu pahami akan semesta
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 21.23
Menghina Diri
oleh Khayrurrijal
Menghina diri terjadi
Saat buruk dialami
perbaikan justru dimulai
usai sesal diri
Merengkuh hikmah dan kemuliaan diri
Sukabumi, 23 Nopember 2010, 12.42
Mengotori Jiwa Insan
oleh Khayrurrijal
Mengotori jiwa insan
rasa senang dan memabukkan
Inginku tak lakukan
ku tetap pilih kehancuran
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.18
Mengumpulkan Kata
oleh Khayrurrijal
Mengumpulkan kata-kata
di sepanjang perjalanan kita
menjahitnya menjadi pakaian yang menjaga
membuat indah diri dan dunia
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.58 WIB
Mengurai Kekusutan
oleh Khayrurrijal
Mengurai kekusutan di kepala
Gunakan kata
Lewat suara, tinta, atau laga
Belum sempurna...
Ku belum sempurna...
Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 06.34
Menjadi Nyata
oleh Khayrurrijal
merangkai kata, terus kupelajari
menempatkan kata terus kupahami
semoga kata kan ajari akan makna
ajari aku menjadi nyata
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.50
Menjadi Penonton
oleh Khayrurrijal
Menjadi penonton dalam hidup
Lihat dan perhatikan
Dengar dan rasakan
Hingga tiba saatnya redup
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.12
Menjemput Harapan
oleh Khayrurrijal
Menjemput harapan di keharibaan ar-Rahman
Sulit,
indah di akhiran
Mendendang sunyi dalam pujian
Kebahagiaan ...
Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 19.21 WIB
Menjujuri Keadaan
oleh Khayrurrijal
Menjujuri keadaan adalah jalan
menuju sejatinya perbaikan
Menyibak tabir kekaburan
Agar sampai pada idaman
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.52 WIB
Menulis yang Diajarkan
oleh Khayrurrijal
ku berusaha tuliskan yang diajarkan
Kepahaman yang datang kemudian
bukan berarti sebuah kebohongan
berat rasa di pikiran
mudah-mudahan jadi latihan yang membuahkan kebaikan
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 16.07
Menulisi Matahari
oleh Khayrurrijal
Menulisi matahari tiada mungkin terjadi
Tiap kata kan terbakar tiap kali
Tiap suara kan memuai kembali
Habis, habis, dan terhabisi
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.18
Kamis, 26 September 2013
Menunggu Mata Air
oleh Khayrurrijal
Menunggui mata air jiwa
mengharap kesegaran kata
ingin hati menyelam tenang
menuju sumber yang menghidupkan
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.34 WIB
Menungguku
oleh Khayrurrijal
Belum lagi kutemui
Rasa yang dulu merasuki
Rindu bertemu kembali
Menungguku,
dituntun menuju sejati
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.23
Menyesali
oleh Khayrurrijal
Berlindung dari diri sendiri
Atas keburukan yang tersembunyi
Buas...
Lalu menyesali
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.12
Meracau-2
oleh Khayrurrijal
Kuterus meracau
Merekam lintas pikir
Membersihkan cermin buram
Berharap melihat diri sendiri
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.29
Meracau
oleh Khayrurrijal
Meracau, hilang kendali ucap
Kata berhamburan
Tak terbendung
Menggila benak,
meraga kacau tindak
Mungkinku gila
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.51 WIB
Merebahkan Diri
oleh Khayrurrijal
Merebahkan diri di pembaringan
Menatap menembus halangan
Inginku pulang keharibaan
Dalam keadaan disucikan
Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 16.21 WIB
Mundur Kembali
oleh Khayrurrijal
Kataku pada diri sendiri
Aku kan berangkat menuju sebuah negri
Namun ku hanya mundurkan langkah kaki
Maju...
lalu mundur kembali
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.45
Noda di Jiwa
oleh Khayrurrijal
Saat menemukan noda di jiwa
Kuujar maaf kepada insan dan Tuhan
Seraya berharap kembali disucikan
Kepada pemaaf,
semoga diberi kemuliaan
Cimanggu, Sukabumi, 01 Januari 2011, 11.57
Pasrah dan Tindak Mulia
oleh Khayrurrijal
Pasrah adalah tindak mulia tiada tara
Terlahir dari pandangan tajam yang memeriksa
rasa mengetahui batas-batas rahasia
kembali dengan wajah tertunduk bahagia
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 18.05 WIB
Pemilik Nyawa
oleh Khayrurrijal
Menggigil tubuh dan jiwanya
Ia yang di sudut sana
Berharap tidak berdosa
Semoga nyawa belum akan diambil pemiliknya
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.17
Peringatan
oleh Khayrurrijal
Peringatan demi peringatan diserukan
Insan memicingkan mata penuh kebencian
Komentar dan cemoohan disampaikan
mereka tak sanggup bawa perbaikan
Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 07.08 WIB
Pertemuan Kedua
oleh Khayrurrijal
Sayangku hadir usai kenalku
Usai pertemuan di sisi Tuhan
Usai pertemuan kedua
Lalu ikatan menyuburkan perasaan
Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 09.56 WIB
Pewarismu
oleh Khayrurrijal
Bertanyaku pada ayahanda
Apakah kan kutapak jejakmu
Atau kubawa jejakmu dalam langkah baru
Kujadi pewarismu dalam langkah pembaharu
Semoga...
20 Desember 2010, 11.59 WIB
Puisi Suara atau Puisi Aksara
oleh Khayrurrijal
Benakku bergumam,
puisi suara atau puisi aksara
Salinglengkap berdua-dua
Salah meletak timbangan harga
Bentuk dijaja, tiada berharga
20 Desember 2010, 11.46 WIB
Berlari
oleh Khayrurrijal
Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam
Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma
Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam
Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma
Racun Dunia
oleh Khayrurrijal
Meminum racun dunia
Rusak pandangan mata
Tertutup belantara keingkaran
Enggan atau tak kuasa menolak desakan kenikmatan
sesungguhnya hanyalah kehancuran
Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.46
Ramuan Sakti
oleh Khayrurrijal
kumencari ramuan sakti
Di laut dalam dan gunung menjulang tinggi
menurut pendekar sakti
Ku harus cari di dalam diri
Hidup atau mati..
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.35
Rasa Kaku
oleh Khayrurrijal
Berpuisi rasa kaku kembali
Letih menyelimuti
Namun diri sadar harus terbangun kembali
Untuk menghindari buta hati
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.05
Rebah Pasrah
oleh Khayrurrijal
Menggantungkan harapan tinggi-rendah
jadikan puncak sebagai panduan yang menyusun lembah
Agar langkah ringan terarah
Hingga kembali rebah pasrah
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.17
Rencana Jahat
oleh Khayrurrijal
Nafsu membisikkan rencana jahat
Dapatkan segera nikmat
Rusakkan Perjanjian Hebat
Dunia dapat
Rusak akhirat
tak sebanding dengan laknat
Cimanggu, Sukabumi, 29 Oktober 2010, 12.29
Rendah Hati
oleh Khayrurrijal
Rendah hati layaknya padi berisi…
runduk merunduk…
sujud menuju bumi…
lalu dihidupkan kembali
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.14
Resah dan Pasrah
oleh Khayrurrijal
Teringat wajah kekasih dalam menung
Mengajaknya untuk ingat bahagia
masa lalu dan depan
Meletakkan resah pada tangga pasrah
Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.34
Resah
oleh Khayrurrijal
Mimpi yang indah tentang kita
Usah lampau dalam resah
Nikmati cinta dan rindu dalam jarak
Perpisahan ini hanya sementara
Dalam sekejap mata,
pun kita bisa berjumpa
Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.24
Rindu dan Rindu
oleh Khayrurrijal
Dirindukan oleh kekasih membuat tersenyum
Sebab rindu disambut dengan rindu
Jika kau lihat di langit malam ini
Mungkin kau kan melihat aku
Berkedip dan menatapmu selalu
Meski di balik awan kelambu
Cimanggu, Sukabumi, 3 Maret 2011, 19.25 WIB
Salah Kira
oleh Khayrurrijal
Mengajak insan ke kolam rasa
Banyak takut dan menilai tak berharga
Sungguh salah kira
merugi luar biasa
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.14
Sang Pencari
oleh Khayrurrijal
Penunjuk jalan menghiasi dirinya dengan ilham
Dari diri dan menggugah ke luar dari kelam
Layaknya cahya terangi malam
Mengantar sang pencari,
menuju Tuhan semesta alam
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.39
Sedihku
oleh Khayrurrijal
Sedihku atas diriku
Hina dina memilu
Susahkan menetes tangis
Hanya sayu melayu
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.15
Sendu Cakrawala
oleh Khayrurrijal
Sendu cakrawala menetes air pada buminda
Mengucur deras, diresapi tanah dan jati
Kelahiran ananda tanda subur bumi
Hentilah bersedih hati
Sebab bumi kita tengah subur menghidupi cinta
Sedang mentari perlahan tersingkap dari kelabunya awan
Menyinariku dan kamu, hingga mekar dan berseri
Cimanggu, Sukabumi, 03 Januari 2011, 17.16 WIB
Senja Jiwa
oleh Khayrurrijal
Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangka di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma
18 Desember 2010, 13.43 WIB
Senyum Bahagia
oleh Khayrurrijal
Belajar menangkap rasa bersama
Meninggalkan kesan melebihi jumlah dan angka
Berkilau memesona mata kita
Tersemburat senyum bahagia
20 Desember 2010, 01.03 WIB
Separuh Jiwa
oleh Khayrurrijal
Berkelana separuh jiwa
Menempuh jalan yang takkan ke mana
Tak rasa utuh
Jiwa pun dibunuh
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.12
Sesal di Hati
oleh Khayrurrijal
Melayang melintasi bayang-bayang
Bayang hitam dan temaram
terkapar terpukul tangan sendiri
Tersisa sesal di hati
Cimanggu, Sukabumi, 17 Oktober 2010, 17.41
Sombong
oleh Khayrurrijal
Sombong adalah api
membakar tiada sempat beri manfaat menuju bumi
terlanjut binasa dan kembali esa
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.13
Suara dan Pena
oleh Khayrurrijal
mengganti suara dengan pena
mungkin akan membuat rindu akan nada
tapi nada mungkin kau kan lupa
pena lebih tahan dari pelukan masa
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.38
Sulit-Mudah
oleh Khayrurrijal
Terhimpit sulit hingga sempit
Saat pengorbanan diri
Diri dihilangkan
Sulit diganti mudah
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.00 WIB
Tanpa Rungut
oleh Khayrurrijal
Menatap lelangitan malam
Jernih menampakkan gemerlap bintang
Terang cahaya rembulan di atas ubun kepala
Cakrawala begitu luas membentang
Tanpa, kabut, rungut dahi hilang berturut-turut
Cimanggu, Sukabumi, 09 Mei 2011, 18.59 WIB
Temui Sejatimu
oleh Khayrurrijal
Temui sejatimu
Maka nyata hanya satu
Tiada berbeda
Tiada terpisah
Kabandungan, Sukabumi, 02 Juni 2011, 18.45 WIB
Terbangun Seketika
oleh Khayrurrijal
Melukis keindahan alam insani
Garis rupa tak banyak berguna
Tapi garis kata menjadi perlambang alam rahasia
Hingga rupa dan kata berhenti di perbatasannya
Sedang jiwa, buta, tuli, lumpuh, mati rasa
Lalu terbangun dan kembali seketika dari singgasana Raja
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.34
Terbungkamnya Mulut
oleh Khayrurrijal
Terbungkamnya mulut
Menutup celah penyulut
Berikan ruang dan masa menimbang
bagi alam keabadian
Agar kebaikan mengucur tak surut
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 05.22
Tergiur Angan yang Membunuh
oleh Khayrurrijal
Tergiur angan yang membunuh
Batin tersihir dan kebaikan menyingkir jauh
Berjalan penuh keji menuju binasa
Sesal datang kemudian,
mengapa dahulu takpatuh
Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 07.12 WIB
Tertinggal
oleh Khayrurrijal
Tertinggal dalam perjalanan suci
Karna jasad tertambat pada bumi
Tertunduk menyesali kebodohan
Lalu habiskan masa dalam muhasabah diri
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.29
Tindak Sembah
oleh Khayrurrijal
Termenungku akan perintah sembah
Berdiri memuliakan
Membungkuk memuliakan
Sujud memuliakan
Bersimpuh memuliakan
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata puji
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata pinta
Puji adalah pinta tertinggi
Sebab Engkau,
Sungguh Sangat Mengetahui
Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 20.13
Titik
oleh Khayrurrijal
Sebuah titik dibawa malaikat
Melesat lebih cepat di atas kilat
Lalu titik binasa setelah ditinggalkan sesaat
Hanya jejaknya yang sampai kepada mata kasat
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 16.55
Tujuan Pasti
oleh Khayrurrijal
Berlari tanpa henti
Tanpa arti
Hanya lelah, lelah, sampai mati
Tersiksa diri walau tersenyum setiap kali
Mengapa tak memulai dengan tujuan pasti?
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.24
Tunasuara
oleh Khayrurrijal
Di sebuah negri tanpa telinga
Seseorang berteriak lantang tentang kebenaran
Di siang dan malam
Di kuat dan lelah
Tiada yang mengerti
Tak ada yang menanggapi
Nampak tak peduli
Meski persoalannya sederhana
Mereka tunasuara
Terlihat salah pada sang pembicara
Kecam dan kritik meluncur deras
Meski permasalahannya sederhana
Ia tunacahaya
Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 20.37 WIB
Tutupi Rasa Sejati
oleh Khayrurrijal
Nafsu menutupi rasa sejati
Nampak mengingini,
tapi ilusi
Nampak menghendaki,
tapi seperti kulit ari
Sesal pun menjadi kisah yang mengakhiri
Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.03
Rabu, 11 September 2013
Air Mata
oleh Khayrurrijal
Air mata tercucur layaknya hujan
Diawali mendung
Diakhiri basahnya bumi
Usai itu basah menumbuhkan kehijauan
Segar dan sejukkan pandangan
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 13.21
Air Langit
oleh Khayrurrijal
Mengharap belas kasih
Atas jiwa yang tandus
Air bumi tak lagi memuas dahaga
Wajah terangkat ke langit
Teringat hujan
Tapi ku tertunduk kembali
Ingatku,
hujanku berasal dari bumi
Batinku gemetar
Sontak lemas
ketika temukan air langit
Bukan dari hujanku
Dahi berkernyit merengut
Bertanyaku,
dari mana asal air langit
Tanya membuat dahaga tak karuan
Ah.. Haus
Air itu seketika berujar segar
"Aku dibawa dari lembaran ajaib
Yang hinggap di mata air insan
Aku dicipta, meski dari keabadian
sebagai hadiah bagi pencari
Yang sungguh-sungguh dan berketulusan
Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 12.11 WIB
Agar Tugas terpenuhi
oleh Khayrurrijal
kini ku disendirikan,
disembunyikan
ku rasa tak terjangkau,
bercermin diri
aku hilang dari pandangan, pendengaran, penciuman
aku hilang...
aku harus mencari harta diri
Menumbuhkannya
Mengembangkannya
untuk siapkan pengungkapan diri
Mengenal orang lain
agar tugas terpenuhi
Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 16.46
Langganan:
Komentar (Atom)