SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Senin, 30 September 2013

Kelahiran Rasa


oleh Khayrurrijal

Mengajak insan kepada rasa
Mencicipinya lewat kata pujangga
Bertatacara, menghormat, dan memulia
Rasa kan lahir pada mereka yang berusaha

Cimanggu, Sukabumi, 07 Februari 2011, 19.28

Kembali Suci


oleh Khayrurrijal

Mengalir jernih dari sumber
Menemukan kekeruhan dalam perjalanan
Memberi manfaat bagi bumi dan langit
Lalu kembali dikumpulkan, suci

Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.05

Kesaksian Jiwa


oleh Khayrurrijal

Diajar aku akan makna,
lahirlah kata
Lahir atas pengajaran rasa
Benda dan segala sesuatu bertanda
Tanda atas tanda
Makna dalam makna
Alam tanda binasa
Hanya ada kesaksian jiwa

Cimanggu, Sukabumi, 14 Desember 2010, 07.10 WIB

Keserakahan


oleh Khayrurrijal

keserakahan mengunci insan dalam ketidakpuasan
tak berkesudahan
alam semesta tak cukup penuhi keinginan
pemberian Tuhan selalu kurang
tak pernah puas..
tak pernah cukup..
tak pernah..

kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.44 WIB

Kiriman Terdalam


oleh Khayrurrijal

Menemukan kegagalan di hadapan
Menghadirkan kesedihan dan kekecewaan
ku berjuang agak tak sampai kematian
kebaikan adalah kiriman terdalam
dari Tuhan

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.22

Kisah Rindu

oleh Khayrurrijal

Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu

Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu

Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu

Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu

Konflik dan Naik


oleh Khayrurrijal

Dalam hati terbetik
Sudikah kiranya insan terusik
begitu banyak konflik
tetap melangkah naik

Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 17.33 WIB

Ku 'Kan Menunggu


oleh Khayrurrijal

Hujan turun menderas
diiringi kabut yang kaburkan pandangan
Entah sampai kapan kan berlangsung
Tapi ku kan menunggu hingga usai

Cimanggu, Sukabumi, 23 Nopember 2010, 16.44

Kupercaya

oleh Khayrurrijal

Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu

Kurenung Taufik Ismail


oleh Khayrurrijal

Kurenung Taufik Ismail
Ucap dan tulis sederhana
Tak lebih dan tak kurang
Bahkan dalam marah sangat dan kesedihan

20 Desember 2010, 11.48 WIB

Lagu Kematian


oleh Khayrurrijal

Dengarkah kau lagu kematian
dawai tunggal pilu

Nadanya buat kuduk merinding lalu berguguran
Hati tersayat hingga mati
Kegembiraan berganti ratap diam

Lagu kematian mengiringi datangnya sang utusan
Hangat berubah menjadi dingin kaku
karna habis batas waktu

Cimanggu, Sukabumi, 12 Januari 2011, 00.28 WIB

Lautan Latihan


oleh Khayrurrijal

Membenam diri dalam lautan latihan
Gelagapan mengais napas di setiap amalan
Letih berkelanjutan dengan kesegaran keberhasilan
Atau gembira melayu atas gagal berterusan
Berlatih, meski tertatih dan perih
hingga diberi anugrah terpilih

Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 12.47 WIB

Lebih Rapih


oleh Khayrurrijal

jiwaku letih
lariku masih rapuh dan ringkih
rebahku menghadap langit tinggi
berharap tatanan diri lebih rapih

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.22

Lemas


oleh Khayrurrijal

Rasa hati diganti
Lemas menggantikan gelegak tak terkendali
Entah...
Semoga sesuai dengan ridho Ilahi

Cimanggu, Sukabumi, 27 Nopember 2010, 15.17

Lembah Kemurungan


oleh Khayrurrijal

Menuruni lembah kemurungan
Tiada tumbuhan dan binatang
Hanya ada tulang belulang
Hanya ada batang yang gersang
Kering dan tandus
Debu menyeruak ditiup angin

Menemui ujung lembah kemurungan
Tiada kehidupan
Hanya ada jurang keputusasaan
Gelap memabukkan
Lena mematikan

Terdengar seruan dari puncak gunung
Kembalilah engkau..
Oh kembalilah

Wajah tertengadah
Rasa sambungasa
Menyambut panggilan
Jalan mendaki ku tempuhi
Kudoakan mereka yang tak kemabli
Agar dosa diampuni

Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 07.44 WIB

Luka


oleh Khayrurrijal

Melalui kesulitan dengan luka
Biasa saja, jika tak suka
bagi insan takwa, tiada mengapa
luka menjadi penawar dosa

Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.08

Malam dan Siang


oleh Khayrurrijal

Malam dan siang di dua belahan
Memahami daya menuju terang
Ingin tinggalkan cerita di sebalik sinaran
Dengan langkah tegap dan bersahaja

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.37

Malas


oleh Khayrurrijal

Malas telah menidurkan dan melenakan
Melewatkan kebaikan yang dihadirkan di hadapan
Rasa cukup dan puas yang dihembuskan
Berubah menjadi sesal,
saat diri sadar akan kenyataan

Cimanggu, Sukabumi, 4 Oktober 2010, 06.20

Malas


oleh Khayrurrijal

Malas masih mencengkram
Menghindari lelah
Karna lelah adalah derita
sungguh salah sangka

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.08

Malasku


oleh Khayrurrijal

Malasku,
muncul karna tak tahu
kira untung jika membisu
sungguh yang perlu ditawarkan
adalah langkah satu
Ketika bahgia merasuk,
semangat pun kan melaju

Cimanggu, Sukabumi, 28 Oktober 2010, 21.32

Masih Perlu Belajar


oleh Khayrurrijal

Belumku dapatkan rasa
untuk kutiupkan dalam raga kata
Masih hambar...
Masih perlu belajar...

20 Desember 2010, 12.02 WIB

Mawar Putih yang Merekah


 oleh Khayrurrijal

Ketika itu, di sebuah taman kehidupan
Hadirlah bibit mawar putih yang diterpa angin takdir
tergeletak, tak berdaya menghadapi kehidupan

Kemudian,
Ia ditemani matahari yang menyinari
Ia ditemani hujan yang menyirami
Ia ditemani angin yang menghembus
Ia ditemani sahabat lain
Dan semua itu berjasa temaninya dalam pertumbuhan

Sang mawar kini tengah merekah
Coba ‘tuk sapa dunia
Sang mawar kini tengah beranjak dewasa
Meninggalkan kanak-kanak
karna ia tlah memilih ‘tuk menjadi dewasa

Wahai mawar putih yang berkembang
Akan banyak badai
Akan banyak cobaan yang ‘kan kau hadapi
Tapi,
Jangan jadikan itu halangan
Jangan jadikan itu hambatan
Jangan jadikan itu rintangan
Jadikan itu sarana bagimu ‘tuk jadi kuat hadapi kehidupan
Karna kehidupan,
tak terlalu indah dan tak terlalu buruk untuk dijalani

Duhai mawar,
teruslah berkembang menuju kesempurnaan……………

Sahabat Sang Mawar Putih,
Yang bersama dalam satu dahan,

Melayari Kemalasan


oleh Khayrurrijal

Melayari kemalasan
tiada rasa berakhir
Melihat, terpejam, lalu terbelalak
Mengiringi dari awal hingga akhir

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.26

Memancing Kabar


oleh Khayrurrijal

Memancing kabar jiwa
Ditemani sabar
Mengumpan ingat pemberian,
lalu dan sekarang
sungguh kadang melelahkan

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.45

Memandang ke Dalam


oleh Khayrurrijal

Memandang indah zahir
Guna mata menerawang
ke depan dan belakang bergilir
pernahkah kita berpikir
Memandang ke dalam mengandung sirr

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.03

Memandang Langit Tinggi


oleh Khayrurrijal
Memandang langit tinggi
Merenung batas
Melihat bumi terhampar
Menjalani titik demi titik

Gunung agung memesona pandangan
Melemah lunglai kesadaran
Pandangan menunduk bertanya kaki sendiri
Lalu melangkah tiap-tiap kali

Bertanya dalam cemas dan harap
Apa aku kan sampai di atas sana
Tak punya apa-apa
Hanya pemberian yang menyata

Gagal, mungkin gagal
Membuat tapak demi tapak
Menyaksi kuasa penentuan
Terus meniti hingga terbuka sejati

Gombak, Malaysia, 20 April 2012, 10.23

Membaca Cerita


oleh Khayrurrijal

membaca cerita diri
kadang tersenyum atau malu menyertai
sedih dan marah juga mengisi
tapi cerita adalah cermin diri
semakin banyak terbaca, semakin tahu diri
cerita juga mengandung pesan bagi yang sadar diri
agar semakin lebih baik lagi

Cimanggu, Sukabumi, 6 Nopember 2010, 14.59

Membingkai Rasa


oleh Khayrurrijal

Membingkai rasa dengan aksara
Menikmati layaknya lukisan penuh daya
Hidup menghidupkan
Terujar di udara dan jadikan hidup makin berharga

Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 16.21 WIB

Meminjam Rasa


oleh Khayrurrijal

Meminjam rasa lewat udara
'Tuk sedih atau tertawa
Hingga jarak tak pisahkan jiwa

Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 18.37 WIB

Memulai Kembali


oleh Khayrurrijal

Memulai kembali sesuatu yang terhenti
Berbenah diri ditempuhi
Dari dalam diri
Tersingkap hadiah Ilahi

Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.30

Menajamkan Pena


oleh Khayrurrijal

Menajamkan pena
Menggoreskannya pada lembaran hari-hari
Berusaha tanpa henti
Meski jatuh dan jatuh lagi

Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.33

Menangisi Kesalahan


oleh Khayrurrijal

Menangisi kesalahan di gelap malam
Tersudut dan tertunduk
Mengharap lepas dari buruk
Agar diri mendaki hingga ufuk

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.30

Menatap Kosong


oleh Khayrurrijal

Memulai hari baru
Menggerakkan diriku menulisi lembaran baru
Tintaku harus diisi lembaran lalu
Tak ingin menatap kosong halamanku
Lalu menangis tersedu
Hampa di hadapan Tuhanku

Cimanggu, Sukabumi, 11 Mei 2011, 05.15 WIB

Mencipta Sajak


oleh Khayrurrijal

Mencipta sajak
Sebagai jejak
Mengikut orang bijak
Mengikut jalan menanjak

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.55 WIB

Mendapatkan Rasa


oleh Khayrurrijal

Mendapatkan rasa tatapan Ilahi
Ingin kuresapi hingga ke nadi
Menggeliat dari kekangan nafsu keji
Lalu memakmurkan bumi

Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.09

Menemui Ajal


oleh Khayrurrijal

Menemui ajal di kesunyian
Lisan kelu pandangan berlemahan
Entah baik dalam akhiran
Atau siksa tak berkesudahan

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.16 WIB

Menetes air mata


oleh Khayrurrijal

Menetes air mata
tetes hilang menuju alam tak kasat mata
Sesal, sungguh nyata
Namun jiwa tak kunjung jera
Tatkala terbakar nafsu angkara

Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.43

Mengarya Puisi


oleh Khayrurrijal

Mengarya puisi tak mudah
Tak seperti mengeja kata
Tak seperti menggambar huruf
Puisi adalah kehalusan rasa, bahkan tuk ungkapkan naluri purba

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.36 WIB

Menggigil


oleh Khayrurrijal

Menggigil begitu keras karna kata-kata tajam
Melukai telinga, menuju jiwa
Memerahkan mata dan mendidihkan darah
Napas terengah, rasa akan binasa

Cimanggu, Sukabumi, 22 Februari 2011, 16.07 WIB

Menghela Napas


oleh Khayrurrijal

Menghela napas panjang
Akibat sesak di dada oleh tantang
Menghirup napas pun panjang
Usai satu hembusan lantang

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.01

Menghidupkan Kata


oleh Khayrurrijal

Menghela napas demi napas
memenuhi dada dengan udara
menghidupkan kata dengan kata
lalu pahami akan semesta

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 21.23

Menghina Diri


oleh Khayrurrijal

Menghina diri terjadi
Saat buruk dialami
perbaikan justru dimulai
usai sesal diri
Merengkuh hikmah dan kemuliaan diri

Sukabumi, 23 Nopember 2010, 12.42

Mengotori Jiwa Insan


oleh Khayrurrijal

Mengotori jiwa insan
rasa senang dan memabukkan
Inginku tak lakukan
ku tetap pilih kehancuran

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.18

Mengumpulkan Kata


oleh Khayrurrijal

Mengumpulkan kata-kata
di sepanjang perjalanan kita
menjahitnya menjadi pakaian yang menjaga
membuat indah diri dan dunia

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.58 WIB

Mengurai Kekusutan


oleh Khayrurrijal

Mengurai kekusutan di kepala
Gunakan kata
Lewat suara, tinta, atau laga
Belum sempurna...
Ku belum sempurna...

Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 06.34

Menjadi Nyata


oleh Khayrurrijal

merangkai kata, terus kupelajari
menempatkan kata terus kupahami
semoga kata kan ajari akan makna
ajari aku menjadi nyata

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.50

Menjadi Penonton


oleh Khayrurrijal

Menjadi penonton dalam hidup
Lihat dan perhatikan
Dengar dan rasakan
Hingga tiba saatnya redup

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.12

Menjemput Harapan


oleh Khayrurrijal

Menjemput harapan di keharibaan ar-Rahman
Sulit,
indah di akhiran
Mendendang sunyi dalam pujian
Kebahagiaan ...

Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 19.21 WIB

Menjujuri Keadaan


oleh Khayrurrijal

Menjujuri keadaan adalah jalan
menuju sejatinya perbaikan
Menyibak tabir kekaburan
Agar sampai pada idaman

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.52 WIB

Menulis yang Diajarkan


oleh Khayrurrijal

ku berusaha tuliskan yang diajarkan
Kepahaman yang datang kemudian
bukan berarti sebuah kebohongan
berat rasa di pikiran
mudah-mudahan jadi latihan yang membuahkan kebaikan

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 16.07

Menulisi Matahari


oleh Khayrurrijal

Menulisi matahari tiada mungkin terjadi
Tiap kata kan terbakar tiap kali
Tiap suara kan memuai kembali
Habis, habis, dan terhabisi

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.18

Kamis, 26 September 2013

Menunggu Mata Air


oleh Khayrurrijal

Menunggui mata air jiwa
mengharap kesegaran kata
ingin hati menyelam tenang
menuju sumber yang menghidupkan

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.34 WIB

Menungguku


oleh Khayrurrijal

Belum lagi kutemui
Rasa yang dulu merasuki
Rindu bertemu kembali
Menungguku,
dituntun menuju sejati

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.23

Menyesali


oleh Khayrurrijal

Berlindung dari diri sendiri
Atas keburukan yang tersembunyi
Buas...
Lalu menyesali

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.12

Meracau-2


oleh Khayrurrijal

Kuterus meracau
Merekam lintas pikir
Membersihkan cermin buram
Berharap melihat diri sendiri

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.29

Meracau


oleh Khayrurrijal

Meracau, hilang kendali ucap
Kata berhamburan
Tak terbendung
Menggila benak,
meraga kacau tindak
Mungkinku gila

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.51 WIB

Merebahkan Diri


oleh Khayrurrijal

Merebahkan diri di pembaringan
Menatap menembus halangan
Inginku pulang keharibaan
Dalam keadaan disucikan

Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 16.21 WIB

Mundur Kembali


oleh Khayrurrijal

Kataku pada diri sendiri
Aku kan berangkat menuju sebuah negri
Namun ku hanya mundurkan langkah kaki
Maju...
lalu mundur kembali

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.45

Noda di Jiwa


oleh Khayrurrijal

Saat menemukan noda di jiwa
Kuujar maaf kepada insan dan Tuhan
Seraya berharap kembali disucikan
Kepada pemaaf,
semoga diberi kemuliaan

Cimanggu, Sukabumi, 01 Januari 2011, 11.57

Pasrah dan Tindak Mulia


oleh Khayrurrijal

Pasrah adalah tindak mulia tiada tara
Terlahir dari pandangan tajam yang memeriksa
rasa mengetahui batas-batas rahasia
kembali dengan wajah tertunduk bahagia

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 18.05 WIB

Pemilik Nyawa


oleh Khayrurrijal

Menggigil tubuh dan jiwanya
Ia yang di sudut sana
Berharap tidak berdosa
Semoga nyawa belum akan diambil pemiliknya

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.17

Peringatan


oleh Khayrurrijal

Peringatan demi peringatan diserukan
Insan memicingkan mata penuh kebencian
Komentar dan cemoohan disampaikan
mereka tak sanggup bawa perbaikan

Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 07.08 WIB

Pertemuan Kedua


oleh Khayrurrijal

Sayangku hadir usai kenalku
Usai pertemuan di sisi Tuhan
Usai pertemuan kedua
Lalu ikatan menyuburkan perasaan

Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 09.56 WIB

Pewarismu


oleh Khayrurrijal

Bertanyaku pada ayahanda
Apakah kan kutapak jejakmu
Atau kubawa jejakmu dalam langkah baru
Kujadi pewarismu dalam langkah pembaharu
Semoga...

20 Desember 2010, 11.59 WIB

Puisi Suara atau Puisi Aksara


oleh Khayrurrijal

Benakku bergumam,
puisi suara atau puisi aksara
Salinglengkap berdua-dua
Salah meletak timbangan harga
Bentuk dijaja, tiada berharga

20 Desember 2010, 11.46 WIB

Berlari

oleh Khayrurrijal

Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam

Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma

Racun Dunia


oleh Khayrurrijal

Meminum racun dunia
Rusak pandangan mata
Tertutup belantara keingkaran
Enggan atau tak kuasa menolak desakan kenikmatan
sesungguhnya hanyalah kehancuran

Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.46

Ramuan Sakti


oleh Khayrurrijal

kumencari ramuan sakti
Di laut dalam dan gunung menjulang tinggi
menurut pendekar sakti
Ku harus cari di dalam diri
Hidup atau mati..

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.35

Rasa Kaku


oleh Khayrurrijal

Berpuisi rasa kaku kembali
Letih menyelimuti
Namun diri sadar harus terbangun kembali
Untuk menghindari buta hati

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.05

Rebah Pasrah


oleh Khayrurrijal

Menggantungkan harapan tinggi-rendah
jadikan puncak sebagai panduan yang menyusun lembah
Agar langkah ringan terarah
Hingga kembali rebah pasrah

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.17

Rencana Jahat


oleh Khayrurrijal

Nafsu membisikkan rencana jahat
Dapatkan segera nikmat
Rusakkan Perjanjian Hebat
Dunia dapat
Rusak akhirat
tak sebanding dengan laknat

Cimanggu, Sukabumi, 29 Oktober 2010, 12.29

Rendah Hati


oleh Khayrurrijal

Rendah hati layaknya padi berisi…
runduk merunduk…
sujud menuju bumi…
lalu dihidupkan kembali

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.14

Resah dan Pasrah


oleh Khayrurrijal

Teringat wajah kekasih dalam menung
Mengajaknya untuk ingat bahagia
masa lalu dan depan
Meletakkan resah pada tangga pasrah

Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.34

Resah


oleh Khayrurrijal

Mimpi yang indah tentang kita
Usah lampau dalam resah
Nikmati cinta dan rindu dalam jarak
Perpisahan ini hanya sementara
Dalam sekejap mata,
pun kita bisa berjumpa

Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.24

Rindu dan Rindu


oleh Khayrurrijal

Dirindukan oleh kekasih membuat tersenyum
Sebab rindu disambut dengan rindu
Jika kau lihat di langit malam ini
Mungkin kau kan melihat aku
Berkedip dan menatapmu selalu
Meski di balik awan kelambu

Cimanggu, Sukabumi, 3 Maret 2011, 19.25 WIB

Salah Kira


oleh Khayrurrijal

Mengajak insan ke kolam rasa
Banyak takut dan menilai tak berharga
Sungguh salah kira
merugi luar biasa

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.14

Sang Pencari


oleh Khayrurrijal

Penunjuk jalan menghiasi dirinya dengan ilham
Dari diri dan menggugah ke luar dari kelam
Layaknya cahya terangi malam
Mengantar sang pencari,
menuju Tuhan semesta alam

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.39

Sedihku


oleh Khayrurrijal

Sedihku atas diriku
Hina dina memilu
Susahkan menetes tangis
Hanya sayu melayu

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.15

Sendu Cakrawala


oleh Khayrurrijal

Sendu cakrawala menetes air pada buminda
Mengucur deras, diresapi tanah dan jati
Kelahiran ananda tanda subur bumi

Hentilah bersedih hati
Sebab bumi kita tengah subur menghidupi cinta
Sedang mentari perlahan tersingkap dari kelabunya awan
Menyinariku dan kamu, hingga mekar dan berseri

Cimanggu, Sukabumi, 03 Januari 2011, 17.16 WIB

Senja Jiwa


oleh Khayrurrijal

Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangka di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma

18 Desember 2010, 13.43 WIB

Senyum Bahagia


oleh Khayrurrijal

Belajar menangkap rasa bersama
Meninggalkan kesan melebihi jumlah dan angka
Berkilau memesona mata kita
Tersemburat senyum bahagia

20 Desember 2010, 01.03 WIB

Separuh Jiwa


oleh Khayrurrijal

Berkelana separuh jiwa
Menempuh jalan yang takkan ke mana
Tak rasa utuh
Jiwa pun dibunuh

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.12

Sesal di Hati


oleh Khayrurrijal

Melayang melintasi bayang-bayang
Bayang hitam dan temaram
terkapar terpukul tangan sendiri
Tersisa sesal di hati

Cimanggu, Sukabumi, 17 Oktober 2010, 17.41

Sombong


oleh Khayrurrijal

Sombong adalah api
membakar tiada sempat beri manfaat menuju bumi
terlanjut binasa dan kembali esa

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.13

Suara dan Pena


oleh Khayrurrijal

mengganti suara dengan pena
mungkin akan membuat rindu akan nada
tapi nada mungkin kau kan lupa
pena lebih tahan dari pelukan masa

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.38

Sulit-Mudah


oleh Khayrurrijal

Terhimpit sulit hingga sempit
Saat pengorbanan diri
Diri dihilangkan
Sulit diganti mudah

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.00 WIB

Tanpa Rungut


oleh Khayrurrijal

Menatap lelangitan malam
Jernih menampakkan gemerlap bintang
Terang cahaya rembulan di atas ubun kepala
Cakrawala begitu luas membentang
Tanpa, kabut, rungut dahi hilang berturut-turut

Cimanggu, Sukabumi, 09 Mei 2011, 18.59 WIB

Temui Sejatimu


oleh Khayrurrijal

Temui sejatimu
Maka nyata hanya satu
Tiada berbeda
Tiada terpisah

Kabandungan, Sukabumi, 02 Juni 2011, 18.45 WIB

Terbangun Seketika


oleh Khayrurrijal

Melukis keindahan alam insani
Garis rupa tak banyak berguna
Tapi garis kata menjadi perlambang alam rahasia
Hingga rupa dan kata berhenti di perbatasannya
Sedang jiwa, buta, tuli, lumpuh, mati rasa
Lalu terbangun dan kembali seketika dari singgasana Raja

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.34

Terbungkamnya Mulut


oleh Khayrurrijal

Terbungkamnya mulut
Menutup celah penyulut
Berikan ruang dan masa menimbang
bagi alam keabadian
Agar kebaikan mengucur tak surut

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 05.22

Tergiur Angan yang Membunuh


oleh Khayrurrijal

Tergiur angan yang membunuh
Batin tersihir dan kebaikan menyingkir jauh
Berjalan penuh keji menuju binasa
Sesal datang kemudian,
mengapa dahulu takpatuh

Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 07.12 WIB

Tertinggal


oleh Khayrurrijal

Tertinggal dalam perjalanan suci
Karna jasad tertambat pada bumi
Tertunduk menyesali kebodohan
Lalu habiskan masa dalam muhasabah diri

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.29

Tindak Sembah


oleh Khayrurrijal

Termenungku akan perintah sembah
Berdiri memuliakan
Membungkuk memuliakan
Sujud memuliakan
Bersimpuh memuliakan

Dalam tindak sembah,
ku diajar kata puji
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata pinta
Puji adalah pinta tertinggi
Sebab Engkau,
Sungguh Sangat Mengetahui

Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 20.13

Titik


oleh Khayrurrijal

Sebuah titik dibawa malaikat
Melesat lebih cepat di atas kilat
Lalu titik binasa setelah ditinggalkan sesaat
Hanya jejaknya yang sampai kepada mata kasat

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 16.55

Tujuan Pasti


oleh Khayrurrijal

Berlari tanpa henti
Tanpa arti
Hanya lelah, lelah, sampai mati
Tersiksa diri walau tersenyum setiap kali
Mengapa tak memulai dengan tujuan pasti?

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.24

Tunasuara


oleh Khayrurrijal

Di sebuah negri tanpa telinga
Seseorang berteriak lantang tentang kebenaran
Di siang dan malam
Di kuat dan lelah

Tiada yang mengerti
Tak ada yang menanggapi
Nampak tak peduli
Meski persoalannya sederhana
Mereka tunasuara

Terlihat salah pada sang pembicara
Kecam dan kritik meluncur deras
Meski permasalahannya sederhana
Ia tunacahaya

Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 20.37 WIB

Tutupi Rasa Sejati


oleh Khayrurrijal

Nafsu menutupi rasa sejati
Nampak mengingini,
tapi ilusi
Nampak menghendaki,
tapi seperti kulit ari
Sesal pun menjadi kisah yang mengakhiri

Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.03

Rabu, 11 September 2013

Air Mata


oleh Khayrurrijal

Air mata tercucur layaknya hujan
Diawali mendung
Diakhiri basahnya bumi
Usai itu basah menumbuhkan kehijauan
Segar dan sejukkan pandangan

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 13.21

Air Langit


oleh Khayrurrijal

Mengharap belas kasih
Atas jiwa yang tandus
Air bumi tak lagi memuas dahaga

Wajah terangkat ke langit
Teringat hujan
Tapi ku tertunduk kembali
Ingatku,
hujanku berasal dari bumi

Batinku gemetar
Sontak lemas
ketika temukan air langit
Bukan dari hujanku

Dahi berkernyit merengut
Bertanyaku,
dari mana asal air langit
Tanya membuat dahaga tak karuan
Ah.. Haus

Air itu seketika berujar segar
"Aku dibawa dari lembaran ajaib
Yang hinggap di mata air insan
Aku dicipta, meski dari keabadian
sebagai hadiah bagi pencari
Yang sungguh-sungguh dan berketulusan

Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 12.11 WIB

Agar Tugas terpenuhi


oleh Khayrurrijal

kini ku disendirikan,
disembunyikan
ku rasa tak terjangkau,
bercermin diri
aku hilang dari pandangan, pendengaran, penciuman
aku hilang...

aku harus mencari harta diri
Menumbuhkannya
Mengembangkannya

untuk siapkan pengungkapan diri
Mengenal orang lain
agar tugas terpenuhi

Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 16.46

Comments system

Disqus Shortname