by Khayrurrijal
leave yourself behind in the dust
inhale the Air from Above
absorb it until you gone beyond
ask for Mercy,
to be back on the ground
SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Rabu, 09 Oktober 2013
Light Within
by Khayrurrijal
lit the light within
you will give light to the out world
burn the spirit within
you will burn the out world
lit the light within
you will give light to the out world
burn the spirit within
you will burn the out world
Past
by Khayrurrijal
Remember the past
not with pain, if you gain something
Remember the past,
not with arrogance, if you see where it comes from
Remember the past,
with wisdom, courage, temperance, and justice
Remember the past
not with pain, if you gain something
Remember the past,
not with arrogance, if you see where it comes from
Remember the past,
with wisdom, courage, temperance, and justice
Future
by Khayrurrijal
The future is the most important
if you see the eternal life
The future is not important
if you see only shadows and dreams
The future is the looking of the past, that bring your mind to step in within the present, to the future
The future is the most important
if you see the eternal life
The future is not important
if you see only shadows and dreams
The future is the looking of the past, that bring your mind to step in within the present, to the future
Self Heirs
by Khayrurrijal
Higher and higher
but remember the suffocating air
it is always the story
to be the truly self heirs
Higher and higher
but remember the suffocating air
it is always the story
to be the truly self heirs
Peak
by Khayrurrijal
the one who seek
will find herself sick
not in a bad state
but to cleanse the self and go to higher peak
the one who seek
will find herself sick
not in a bad state
but to cleanse the self and go to higher peak
Straight
by Khayrurrijal
Step to the left
Step to the right
Do it in balance
You will go to the straight
Step to the left
Step to the right
Do it in balance
You will go to the straight
Guide
by Khayrurrijal
Guide, guide, guide
surrounding them with knowledge and pride
to start a step by step
until run and by the wind they ride
Guide, guide, guide
surrounding them with knowledge and pride
to start a step by step
until run and by the wind they ride
Two Fold
by Khayrurrijal
hold the world in two fold
let it go to the good,
returned in thousands rain
let it go to the flood,
returned in one lightning end
hold the world in two fold
let it go to the good,
returned in thousands rain
let it go to the flood,
returned in one lightning end
The Life of Light
by Khayrurrijal
walk and walk and walk
following trace of the sky
hope to know beyond sight
hope to listen the life of light
walk and walk and walk
following trace of the sky
hope to know beyond sight
hope to listen the life of light
Pusara Diri
oleh Khayrurrijal
Berkeliling atas pusara diri
Mati karena tak tahu diri
Menikmati fana hingga membunuh diri
Di nisannya bertulis,
"Jangan ikuti..."
Sukabumi, 23 Nopember 2010, 14.48
Puji dan Caci
oleh Khayrurrijal
jika sulit kau tanggung puji,
maka kembalikan pada yang sejati,
agar kau tahu diri
Jika sulit kau tanggung caci,
maka kembali pada yang Terpuji,
agar kau mampu memuji dan lapang hati
jika sulit kau tanggung puji,
maka kembalikan pada yang sejati,
agar kau tahu diri
Jika sulit kau tanggung caci,
maka kembali pada yang Terpuji,
agar kau mampu memuji dan lapang hati
Permainan
oleh Khayrurrijal
Permainan karya insan bukan hidup sesungguhnya
Ia ada dilapis kedua dalam kehidupan untuk belajar
hadapi yang nyata
Prestasi di dunia itu tiada bermakna jika tanpa kesan pada sejatinya
Piala-piala dijejer di lemari kaca
Namun tiada membangun mental mengangkasa
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.45 WIB
Pejalan Asing
oleh Khayrurrijal
Aku bagaikan pejalan asing
Menetap di sebuah tempat untuk istirahat
Lalu berjalan kembali dan dilupakan
Tiada jejak kehadiran
Membaca tanda jalan harus kulakukan
Diuji dan diuji pun datang bergantian
Tatkala renung berubah jadi senyum dan tangisan,
namun ku harus terus berjalan
Hingga ku kembali keharibaan
Aku bagaikan pejalan asing
Menetap di sebuah tempat untuk istirahat
Lalu berjalan kembali dan dilupakan
Tiada jejak kehadiran
Membaca tanda jalan harus kulakukan
Diuji dan diuji pun datang bergantian
Tatkala renung berubah jadi senyum dan tangisan,
namun ku harus terus berjalan
Hingga ku kembali keharibaan
Nama dan Pemilik
oleh Khayrurrijal
Sebuah nama dimiliki pemiliknya
Dibatasi gambaran pemilik tentang dirinya
Ia dikenali karna batas
Batas hilang,
hilang nama dan pemiliknya
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.00
Nama dan Jati Diri
oleh Khayrurrijal
Jati diri tertuang dalam nama diri
Nama menyirat tugas dan tujuan
Perubahan tidaklah seharusnya membuat keterputusan
sebab kesatuan adalah yang diharapkan
Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 08.38.
Menyelesai Soal Kehidupan
oleh Khayrurrijal
Menyelesai soal kehidupan
Mencari jawaban dengan mata tajam,
aku adalah tholib
Tatkala bertemu,
aku dipertemukan
Diukir dalam rumah luas ciptaan Sang Pendidik
Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 04.12 WIB
Mengenal Diri yang Sejati
oleh Khayrurrijal
Mengenal diri yang sejati
Lakukan dengan ketulusan hati
Mengenal diri yang hakiki
Lakukan dengan kesabaran diri
Walaupun kita sering melupakan
Jangan putus asa
Maafkan dirimu atas kesalahanmu
'Tuk sembuhkan jiwamu
Jangan engkau lupa ada batas usia
Jangan kau lupakan bahwa dirimu berbatas
Bersyukurlah
Menerbangkan Diri
oleh Khayrurrijal
menerbangkan diri dengan kata takut
terjatuhlah akibatnya
menerbangkan diri dengan kata harap
terjatuhlah akibatnya
terbangkan diri dengan takut dan harap
dengan takut,
harap tidak menjadi angan kosong
dengan harap,
takut tidak membuat tidak berbuat
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 10.32 WIB
Membuat Pintu Diri
Oleh Khayrurrijal
Membuka pintu energi diri
buka sumbatan-sumbatan yang mungkin diciptakan sendiri
berani, bijak, sederhana, menjadi pengganti kelamnya
mengalir menuju diri..
melewati diri..
keluar diri..
kembali diri dan diri kembali
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.53 WIB
Mata rahasia
oleh Khayrurrijal
Mata rahasia menampilkan sorot cahaya mencipta
Sampai dimanakah kita?
Dari huruf ta sampai pada huruf ya
Semoga selamat sampai ke alif
Cimanggu, Sukabumi, 04 Januari 2011, 14.15 WIB
Kesendirian
Oleh Khayrurrijal
Sendiri
Selalu teralami
Sendiri dan sendiri
Tanpa ditemani sepi
Sendiri bukanlah sepi
Karna sendiri berarti mencari dan menyadari
Sedang sepi
Terlelap dalam ilusi dan tidur abadi
Sendiri
Tak pernah kurasakan sepi
Karna nurani tak henti berucap
Untuk mengenyahkan ilusi
Dalam sendiri
Kuteukan banyak arti yang sulit kupahami
Jika ku dalam sepi
Dalam sendiri
Ku belajar menghargai seluruh potensi
Kerumunan pun tak ada beda dengan sepi
Jika di sana terhampar keterlelapan abadi
Tapi jika di sana ada mencari dan menyadari
Maka itu adalah sendiri
Dalam kesendirian
Ku sadari indahnya persahabatan
Ku resapi merekahnya kuncup persaudaraan
Ku dalami apa arti cinta yang murni
Tapi, dalam kesendiria
Juga ku sadari rugi
Rugi karna masa telah terlewati
Dan melindas habis masa lalu
Kusadari bahwa kinilah yang kumiliki
Bukan kemarin atau esok hari
Sendiri tetaplah ku sendiri
Tanpa ditemani sepi
Kehidupan
oleh Khayrurrijal
Kehidupan ini seperti dua bagian yang terpisah
Kehidupan ini akan berakhir pada bagian pertama
Kehidupan semestara terlalu dicari dan disenangi manusia
Kehidupan sementara telah disalahfungsikan
Kehidupan sementara adalah ladang bercocok tanam amal
Dan menuainya di kehidupan abadi
Apakah mereka lupa kan janji?
Kehidupan yang mereka cari dalam janji
Adalah kehidupan abadi
Forgive Me
oleh Khayrurrijal
Forgive me,
for me,
for you,
and for Me
Cause I am you,
you are me
Forgive me
For your forgiveness is your acceptness
For giving is balancing the world
For giving and for take
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.04
Do Not Feel Bad
oleh Khayrurrijal
Do not feel bad
when you try to repair yourself
put sincerity, courage, wisdom, temperance,
and a nice smile
to the past and present, and what will reveal
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 12.54
Benci dan Alasan Berbuat Buruk
oleh Khayrurrijal
Jangan biarkan benci dan kecewa
hadirkan alasan berbuat buruk
Karena juga selalu ada alasan menjadi baik
Dan baik adalah kenyataan, sedangkan buruk hanyalah angan-angan
Baik itu adalah tuntutan dan buruk adalah kejadian
Mungkin kini tinggal pada persoalan sungguh-sungguh merasakan
dan berpihak pada yang baik.
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.31
Bangkit Kuat
oleh Khayrurrijal
Memalasku di dipan kamar
Sandar kepala pada bantal kusam
Aroma lembab menempel lekat
Inginku terlelap, sehat, dan bangkit kuat
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.05 WIB
Adab
oleh Khayrurrijal
Adab adalah cerminan kebijaksanaan
Adab adalah awalan dan akhiran pendidikan
Adab ditetapkan dengan pandangan tajam kaum bijak
atau dengan Pesan dari Keabadian
Adab adalah wujud dari kemuliaan
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.02 WIB
Terjangkau dan Menjangkau
oleh Khayrurrijal
Kini memang saatku tuk sembunyi
Dipalingkan dari memalingkan diri
Biarlah aku tak terjangkau
Biarlah aku yang menjangkau
Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 07.09
Air Meminumku
oleh Khayrurrijal
Air meminumku
Meregang dan cair
Cair dalam cari
Menyesuai bentuk
Membersihkan dan dibersihkan
Mengelilingi dan menghanyutkan
Kotor, lalu menuju laut:
suci
Terik menarikku memasuki awan
Kendaraan dengan titah penciptaan
Menghidupkan bumi dengan tetumbuhan
Cimanggu, Sukabumi, 27 Februari 2011, 14.35 WIB
Akal dan Nafsu
oleh Khayrurrijal
Mengutus akal memerintah nafsu
Mengguna hujjah dan mencipta rasa
Menundukkan alasan dan angan binasa
Nafsu kan terantai dengan mulia
Cimanggu, Sukabumi, 20 Oktober 2010, 10.13
Akar
oleh Khayrurrijal
sebuah akar terpotong
Hidup nestapa dialami tanpa penolong
hujan tak membantu
Begitu pun pupuk
Akar adalah penghidupan
Dengannya dahan, daun, buah bertumbuh
Ia ingin kembali pada akarnya
Akar adalah sejatinya
Jika terpisah
Menderita dan binasa akan menimpa
Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 10.27
Akhir Pembenci
oleh Khayrurrijal
Marah membakar insan
Menenggelamkannya dalam magma kebencian
Kata busuk memengapkan kebungkaman lisan
Meski letusan yang pasti kan terjadi,
menjadi akhir dunia pembenci
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.20
Aku adalah Bayangan
oleh Khayrurrijal
Aku adalah bayangan
tapi tak ada di sini,
tak menemani
tak hidup, tak mati
Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 10.21
Aku Malu
oleh Khayrurrijal
Aku malu
Meski mereka tak tahu
Atau mereka tahu
Meski hanya dalam benakku
Keburukan masih disembunyikan
Ia masih beri kesempatan
Menuju kebaikan dan perbaikan
Beri ku kekuatan
Cimanggu, Sukabumi, 25 Nopember 2010, 05.36
Aku Masih Merenung
oleh Khayrurrijal
Aku masih merenung
Melihat batasku dan orang lain
agar kisah suram berubah terang
kata dan tindakan berkesesuaian
pesan tersampaikan
Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 10.53
Alam Kedap
oleh Khayrurrijal
Menggali kuburan sendiri
Diri tertutup tanah
dan batu sihir-keji
Pengap dan gelap
Berteriak-teriak di alam kedap
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.16
Alam Singgasana
oleh Khayrurrijal
Saat menyibak tirai diri
terpanaku menatap mentari di alam singgasana
gelap diterangi
lesu dipanasi
aku rasa merekah kembali
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.39 WIB
Alat
oleh Khayrurrijal
Alat memiliki fungsi
penuhi
jaga hingga kembali
Temuilah bahagia sejati
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 13.53 WIB
Alir Mengalir
oleh Khayrurrijal
alir mengalir menuju hilir
lalu kembali menghulu
menjadi kisah klasik dan mendatang bagi bayang-bayang
hilir mudik,
diri dipinjamkan dan dipulangkan kembali
aliran tak terbendung
hanya ada salur dan cegah
itu berarti pengembalian
tahan aliran tuk diri sendiri kan merusak
pun mengarahkannya
ke tempat sejatilah
harmonis akan tercipta
diri kan dipenuhi bahagia
Cimanggu, sukabumi, 9 nopember 2010, 08.49
Amanat
oleh Khayrurrijal
Mendidik tuk merawat
Lebih sulit dari hanya beri amanat
mudah diberi
mudah pula terkhianat
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.41
Angin Dingin
oleh Khayrurrijal
Angin dingin mengisutkan makhluk
Tertidur menggigil menuju akhir buruk
Sebut banyak-banyak nama Tuhan
Hangat jiwa
hangat jagat raya
Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 05.21 WIB
Arti Guratan
oleh Khayrurrijal
coba mengerti arti guratan, garis
Melengkung, lurus, tekstur
Cermin rasa penulis
Sapuan pena
tebal dan rapih gambarkan berat rasa
Selimut tipis arsiran pensil
menambah kelabu
dan bayang-bayang
Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 10.25 WIB
Awal Bunuh Diri
oleh Khayrurrijal
Menggubah alam lewat langkah dan kata
Selaras atau binasa
ubah letak sejati
Awal bunuh diri
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 19.59
Badai T'lah Berlalu
Panas terik uji bumi
antar air menuju langit tinggi
kelam mengumpul
Badai pun menghampiri
Air langit mengucur sujud ke bumi
Lalu langit cerah
Bintang dan mentari mengisi kelapangan samawi
Terdengar angin berbisik,
“badai telah berlalu…”
antar air menuju langit tinggi
kelam mengumpul
Badai pun menghampiri
Air langit mengucur sujud ke bumi
Lalu langit cerah
Bintang dan mentari mengisi kelapangan samawi
Terdengar angin berbisik,
“badai telah berlalu…”
Bangkit
oleh Khayrurrijal
Di udara dingin pagi ini
Ku diuji tuk bangkit berdiri
Mengucap puji segala puji
Sembari rendahkan hati
Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 05.26 WIB
Basuh Kesedihan
oleh Khayrurrijal
Basuh kesedihan dengan tatap kebaikan
Dari diri dan anugerah ar-Rahman
sungguh hadiah kesadaran
Tandanya kesempatan
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.03
Bau Busuk
oleh Khayrurrijal
Udaraku kini tercemar
Bau busuk ucapan insan
Keringat batin membasahi jalan-jalan umum
Ingin hati menutup indera
Tapi sadar jika maut akan mendera
Cimanggu, Sukabumi, 4 Mei 20911, 13.22.
Bau Mati
oleh Khayrurrijal
Kucium bau mati
yang mati bisa hidup kembali
Atau malah semakin mati
Aku tak tahu...
Kupergi ke laut,
ia mati
Kupergi ke hutan dan gunung,
mereka mati
Binatang mati
Benda mati,
lebih mati
Insan ternyata mati
Bau dan semakin bau
Kulihat cermin diri di sebuah kaca jendela pecah:
Aku mati
Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 07.55 WIB
Begitu Pun Bahagia
oleh Khayrurrijal
Ku kembali diajar kata
Binasa ditempuh dalam satu langkah
Begitu pun bahagia
Cimanggu, Sukabumi, 30 Januari 2011, 19.22
Belajar Menulis
oleh Khayrurrijal
Belajar menulis sungguh menegangkan
rasa berpetualang
kadang sepi mencekam
ditemani riuh rendah berdesakan
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 10.45 WIB
Kamis, 03 Oktober 2013
Berbagi kata
oleh Khayrurrijal
berbagi kata yang kupunya
tak seperti harta benda
kata mengganda dan mendalam
tak hilang dan binasa
kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.49 WIB
Berhenti Sejenak
oleh Khayrurrijal
Berhenti sejenak
Bersihkan cermin hati
Kau 'kan mengerti
mulailah berarti
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 07.22
Berhibur Dangkal
oleh Khayrurrijal
Berhibur dangkal tanpa henti
Lelah, terkuras semua energi
Insyaf diri,
saat menjelang mati
Cimanggu, Sukabumi, 06 Januari 2011, 17.01 WIB
Berkata Tanpa Suara
oleh Khayrurrijal
Berkata tanpa suara
Makna dilirik mata jiwa
Kepahaman ditandai anggukan sempurna
mengalirkan daya cipta tiada terduga
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 19.59 WIB
Berpuisi
oleh Khayrurrijal
Berpuisi sampaikan pesan berkesan
Baik, benar, indah
Hati pun berkenan
Bentuk jadi pilihan
berderajat kandungan
Menangkap kesan atau mencerahkan
Mengungkap amanat tersurat-sirat
dalam jiwa insan
Ragunan, 12 Desember 2010, 12.57 WIB
Bersilat kata
oleh Khayrurrijal
Bersilat kata membela makna
merunduk di jiwa
jika ada menang dan kalah
jiwa congkak t'lah kalah
meski tanpa kata
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.28 WIB
Bersyair bersama Sirr
oleh Khayrurrijal
bersyair bersama sirr
Berkata benar indah dari balik tabir
Tersembunyi tapi terdengar
Tiada terpegang layaknya angin semilir
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 20.03 WIB
Bersyukur
oleh Khayrurrijal
Bersyukur adalah puji
Menyebut kebaikan sang pemberi
Bersyukur adalah menerima
Rendah hati dan sadar diri mengguna dalam tugas suci
Bersyukur adalah memberi
Mengembalikan dan mendapatkan kebaikan yang berlipat
Bersyukur adalah ucap gembira para penghuni syurga
Bersyukur melipatkan bahagia meski sedikit yang dipunya
Bersyukurlah...
Cimanggu, Sukabumi, 14 Mei 2011, 18.18 WIB
Bertemu Dengannya
oleh Khayrurrijal
Raga bergetar dan menggelenyar
Makna yang hadir buat bahagia dalam memilih kata
Masuk dalam perbendaharaan
Memilih pasangan
Saat makna dan kata bersepadu
rasa gelenyar makin menggelora
buatku menutup-buka mata
dan mengatur hela dada
Makna kadang malu dan tiada hendak berada
kusampaikan dalam hembusan panjang
Yang dimengerti
oleh mereka yang pernah bertemu
Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.39 WIB
Bertemu Sejati
oleh Khayrurrijal
sejati tak mudah ditemui
saat tirai menghalangi
sejati kan ditemui
jika mati...
Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 17.31
Bertutur Jujur
oleh Khayrurrijal
Bertutur jujur adalah manjur
Bagi kelam hati yang hancur
Karat dibersihkan dan pecahan pun akur
Diakhiri sujud bersyukur
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 19.58 WIB
Biru
oleh Khayrurrijal
Menengadah ke lelangitan kelam
Terang bintang dan bulan ditemani arakan awan
Cerah nampak,
usai hujan
Tatkala mata kembali tak terpejam
Kelam t'lah diganti biru
Warna dambaan awal hari
Tak muluk-muluk,
biru untuk hari baru
Kelam tiada abadi
Hanya yang berpaling dari cahaya
merasa gelap
Kelam akan berganti,
Asalkan insan tak lupa membuka mata
Semoga...
Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.50 WIB
Bumiku
oleh Khayrurrijal
Bumiku...
Ku dilahirkan di permukaanmu
Tanahmu ingatkan asalku
tuk beberapa masa
ku berjalan menyusurimu
Hingga ku kembali ke pangkuanmu
Cimanggu, Sukabumi, 09 Oktober 2010, 15.43
Bunga Kata Abadi
Oleh Khayrurrijal
Kekuatan kata diambil dari nyata
kelemahannya berasal dari tipudaya
waspada akan kata yang berbunga binasa
kata sejati berbunga abadi
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.32 WIB
Cahaya
oleh Khayrurrijal
Kubuka mata di awal hari
Gelap,
hanya tersemburat cahaya mentari dari negri sana
Cahaya kan hadir segera
Memandu mata tuk mulai berkelana
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.15
Cerita Berulang Kali
oleh Khayrurrijal
Menempuh jalan mendaki
Terasa sangat berat
Jalan dan terjatuh menjadi cerita berulang kali
Menang atau kalah,
dari nafsu keji
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.33
Daya Tarik Nafsu
oleh Khayrurrijal
Daya tarik nafsu sungguh kuat
yang dekat jadi tawaran memikat
yang jauh untuk yang dekat
Lalu merugi tiada tara
Cimanggu, Sukabumi, 20 oktober 2010, 15.48
Demi Cinta
oleh Khayrurrijal
Demi cinta,
yang hadirkan aku di dunia
selain aku, dia
demi cinta,
yang hadirkan karya cipta
indahkan jiwa
jika aku menjelma karna cinta
sungguhku bahagia
jika aku binasa karna cinta
itu pun tak mengapa
demi cinta,
yang hadirkan kata
ataupun diam seribu bahasa
jika kau mencinta
tiada lagi kita
hanya ada esa
demi cinta,
sesungguhnya insan itu menderita
kecuali mereka yang rela
ada, hadir, kembali...
karna cinta
Demi cinta,
yang hadirkan aku di dunia
selain aku, dia
demi cinta,
yang hadirkan karya cipta
indahkan jiwa
jika aku menjelma karna cinta
sungguhku bahagia
jika aku binasa karna cinta
itu pun tak mengapa
demi cinta,
yang hadirkan kata
ataupun diam seribu bahasa
jika kau mencinta
tiada lagi kita
hanya ada esa
demi cinta,
sesungguhnya insan itu menderita
kecuali mereka yang rela
ada, hadir, kembali...
karna cinta
Dibuat Mati
oleh Khayrurrijal
Menulis puisi
kualami hampir mati
Menahan napas di setiap kata
Menghela di saat tertuang
Indah...
Menikmati setiap saat berpuisi
Dalam aksara kutitipkan rasa bergelora
Atau dingin tak terkata
Dalam suara kubulatkan ujaran
atau berbisik kecil tentang kebenaran hati
Indah...
Menciptanya hadirkan sebuah perjalanan ke tempat abadi
Terus dan terus ingin kuulangi lagi
Hingga aku dibuat mati
Indah...
Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.31 WIB
Dingin Tanpa Gigil
oleh Khayrurrijal
Dingin hadir di hadapan
Bertanya aku, ada apa?
Diutus menyejukkan kulit
Bangkitkan bulu roma
Ingatku pada menggigil
Bergetar karna dingin begitu merasuki
Napas keluar tak beraturan
Hati berujar lembut
Terima sajalah tapi bukan dikuasai
Tersenyumlah saja tapi bukan tanda gembira
Kendali jadi kunci
Memegang dingin tanpa gigil
Layaknya menerima api tanpa bakar
Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 05.27 WIB
Diri yang Sumbang
oleh Khayrurrijal
Memerdukan suara menipu diri yang sumbang
Tak ayal telinga menikmati
namun hati gelisah bercabang
Mencari indahnya hidup
Namun jiwa sudah mati berkubang
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.09 WIB
Emas Dibuang Percuma
oleh Khayrurrijal
Aku tak tahu apa yang dipikir penyair lama
Bingung menilai harga
Kacau menghinggap semesta
Besi dan tembaga dipuja,
emas dibuang percuma
20 Desember 2010, 11.42 WIB
Embanan Misi
oleh Khayrurrijal
Panas menyertai cahaya
Memutihkan mata lalu membakarnya
Insan yang kenali batas
'kan sadar embanan misi
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 11.44
Gelap Mata
oleh Khayrurrijal
Gelap mata tanpa cahaya
Mencari arah tanpa pasti
Tersesat tanpa sadar
Selamanya bimbang
Cimanggu, Sukabumi, 11 Oktober 2010, 19.40
Hadiah dari Surga
oleh Khayrurrijal
Menggapai kata dalam benak
seraya berharap menulis kan tetap berjalan
sungguh sulit terasa membebani pelupuk mata,
hingga ajak 'tuk tertidur saja
meski juga mudah,
laksana diberi hadiah dari surga
kabandungan, sukabumi, 27 September 2010, 20.34 WIB
Hadiah
oleh Khayrurrijal
'tuk berikan sesuatu
Ku tata raga dan hati
'tuk hadiahkan sesuatu
Ku bersabar dalam sunyi
dan bersyukur atas yang diberi
Cimanggu, Sukabumi, 30 Januari 2011, 19.13
Hampa
oleh Khayrurrijal
Hampa..
tatkala yang dituju tiada sampai jua
Layak bertepuk sebelah tangan
Rindu..
Rindukan suara tangan pasangannya
Hampa..
tatkala tiada memandang apa pun jua
bahkan ruang kosong pun tiada
Hampa..
tatkala suara tanpa telinga
Keras atau lembut,
tiada
Hampa..
jika pemberian, tiada yang menerima
jika tugas tiada tertunaikan
Hampa..
Tangerang, 03 Oktober 2010, 19.39
Harapan Pertemuan
oleh Khayrurrijal
Aku ingin menulis harapan pertemuan
Namun ku takut belum pantas bertemuan
Masih kotor di sana sini
Semoga ia beri pemaafan
Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 19.11 WIB
Harga Diri
Harga Diri
oleh Khayrurrijal
Bertumpuk beban pada harga diri
Karna diri tak jujur menila-i
Apakah diri yang menyebabi
Atau hilang ikhlas hati
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.44 WIB
oleh Khayrurrijal
Bertumpuk beban pada harga diri
Karna diri tak jujur menila-i
Apakah diri yang menyebabi
Atau hilang ikhlas hati
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.44 WIB
Hidup Rekaan
oleh Khayrurrijal
Berbohong tutupi kenyataan
Mencipta alam sendiri
Menghidupi hidup rekaan
Bahagia pun hanya bayangan
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.43 WIB
Hiruplah Kata
oleh Khayrurrijal
Hiruplah kata pembangun di awal hari
Hembuslah kata istirahat di akhir hari
indah kan di jalani
buruk pun semoga tertangani
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.53 WIB
Hujan
oleh Khayrurrijal
Hujan...
Engkau sang utusan
Yang datang lalu dikembalikan
Jika hadir penerima,
kesuburan kan datang
Jika kau disia-siakan,
bersiaplah datang kehancuran
Cimanggu, Sukabumi, 09 Januari 2011, 16.21 WIB
Iblis Tertawa
oleh Khayrurrijal
Kudengar iblis tertawa
tatkala insan berbuat salah
Bergemuruh dan mengejek wajah pendosa
iblis murka dan muram durja
Saat insan tertunduk di pintu Tuhan
memohon ampun dosa
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.49
Ikatan
oleh Khayrurrijal
Ikatan adalah janji
Berusaha mendalami
Pun menjaga agar abadi
Uji kan menghampiri
Masa yang kita jalani
'Kan buat pandai dalam menila-i karunia ini
Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 10.06 WIB
Ilmu Sejati
oleh Khayrurrijal
Ilmu sejati diberi karna diri setia
berpegang pada hakikat mulia
ia terhapus jika diri mendusta
Janji azali dikhianati di dunia
Cimanggu, Sukabumi, 20 oktober 2010, 13.26
Ingatku
oleh Khayrurrijal
Ingatku kusuarakan,
udara binasa
kutulis,
kertas terbakar
kuragakan,
alam bergetar
kupendam dalam hati,
ku menjadi cahaya
Cimanggu, Sukabumi, 22 Desember 2010, 16.56 WIB
Insan Berbisik
oleh Khayrurrijal
Insan berbisik menggumamkan penentangan
Takut terungkap karna hukuman
Terpaksa patuh,
karena pentungan
Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 12.17
Insan dan Kesembuhan
oleh Khayrurrijal
Saat insan disembuhkan
Jerit sakit bersahutan
Marah kesal bersahutan
Wajar bila hindari sakit
hadapi dan maafkan
'tuk temui kebahagiaan
Cimanggu, Kabandungan, 4 Nopember 2010, 07.28
Insan Teragung
oleh Khayrurrijal
Membayang diri di dekat insan teragung
terpesona mata dan jiwa, tergabung
Jiwa tergerak mengucap asma agung
Tetes air mata pun tak lagi tertanggung
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.40
Jalanku Masih Lambat
oleh Khayrurrijal
Menulisku layaknya premis tersurat
Nampak kaku tiada nikmat
Inginku guna imaji luar layak cepat merambat
Jalanku masih lambat dan perlu rahmat
Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 20.17 WIB
Jauh
oleh Khayrurrijal
Aku berjalan menjauhimu
Berusaha berpaling dari wajahmu
Kaki dilangkah maju
Perjalanan begitu jauh
Mendaki dan juga terjatuh
Hidup dan juga terbunuh
Ku harus ingat selalu untuk angkat sauh
Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 10.27
Jiwa Mengangkasa
oleh Khayrurrijal
Meregangkan diri yang lama tak bergerak
Sakit, wajar terasa
sementara
Jiwa membesar, jiwa mengangkasa
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 07.22
Kadar
oleh Khayrurrijal
Silau kata pada mata
Maka tiada terbaca
Keras kata pada telinga
maka tiada terdengar
Menulis agar terbaca
Berbicara agar terdengar
tanpa kadar bicara
tanpa kadar pembaca
hanya akan membuat hampa jiwa
hampa, hampa di dunia
Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 12.49
Kala Bebas
oleh Khayrurrijal
Kala bebas begitu diucap lepas
Suara tertindas pun menghambur ke ruang luas
mereka mungkin juga insyaf
Bebas pun,
bagi para penindas
20 Desember 2010, 11.29 WIB
'Kan Tiba Saatnya
oleh Khayrurrijal
Menindak masalah dengan bijaksana
'kan timbulkan salah paham
oleh pandangan tak seksama
Tekun dan sabar
Meski umat teriak di sini dan di sana
Tenangkan diri akan tiba bagi kita,
saatnya
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.49 WIB
Kata Bertuah
oleh Khayrurrijal
Mengungkap jiwa dengan isyarat kata berserah
Kata indah menjadi pilihan bertuah
Mengalirkan keindahan layaknya anugrah
Menghaluskan kata,
halus jasad dan ruhaniah
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.00
Kata dan Tanda
oleh Khayrurrijal
Kata
ialah tanda
Bagi
objek dunia dan jiwa
Kata
yang menjiwa
Lalu
meresap menjadi rasa
Paham pun
menggugah lahirnya derma
Ini pun
menjadi berpahala
Atau membuat
binasa
Meskipun,
Baru
berkata-kata
Kata Tersembunyi
oleh Khayrurrijal
mencari kata tersembunyi
ke dalam ruang-ruang rahasia
penuh penyingkapan tak terduga
buat sedih..
atau bahkan bahgia seketika
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.08 WIB
Kata yang Bersujud
oleh Khayrurrijal
kusaksikan kata bersujud
tenggelam dalam celupan kesejatian
raga beraneka
namun jiwa pasrah kepada Pencipta
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 12.11 WIB
Keindahan Alam Makna
oleh Khayrurrijal
Memulai kedekatan dengan keindahan alam makna
Membuka pintunya,
pelan-pelan terpesona
Sejuk mata memandang kebaikan dan kebenaran yang nyata
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.10
Kelahiran Kata
oleh Khayrurrijal
Menunggu kelahiran kata
rasa khawatir menjelma
akankah sehat,
atau sakit
bahkan mati sebelum dipahami?
kuharap,
dia tidak kembali secepat itu, semoga.
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 18.12
Senin, 30 September 2013
Kelahiran Rasa
oleh Khayrurrijal
Mengajak insan kepada rasa
Mencicipinya lewat kata pujangga
Bertatacara, menghormat, dan memulia
Rasa kan lahir pada mereka yang berusaha
Cimanggu, Sukabumi, 07 Februari 2011, 19.28
Kembali Suci
oleh Khayrurrijal
Mengalir jernih dari sumber
Menemukan kekeruhan dalam perjalanan
Memberi manfaat bagi bumi dan langit
Lalu kembali dikumpulkan, suci
Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.05
Kesaksian Jiwa
oleh Khayrurrijal
Diajar aku akan makna,
lahirlah kata
Lahir atas pengajaran rasa
Benda dan segala sesuatu bertanda
Tanda atas tanda
Makna dalam makna
Alam tanda binasa
Hanya ada kesaksian jiwa
Cimanggu, Sukabumi, 14 Desember 2010, 07.10 WIB
Keserakahan
oleh Khayrurrijal
keserakahan mengunci insan dalam ketidakpuasan
tak berkesudahan
alam semesta tak cukup penuhi keinginan
pemberian Tuhan selalu kurang
tak pernah puas..
tak pernah cukup..
tak pernah..
kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.44 WIB
Kiriman Terdalam
oleh Khayrurrijal
Menemukan kegagalan di hadapan
Menghadirkan kesedihan dan kekecewaan
ku berjuang agak tak sampai kematian
kebaikan adalah kiriman terdalam
dari Tuhan
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.22
Kisah Rindu
oleh Khayrurrijal
Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu
Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu
Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu
Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu
Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu
Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu
Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu
Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu
Konflik dan Naik
oleh Khayrurrijal
Dalam hati terbetik
Sudikah kiranya insan terusik
begitu banyak konflik
tetap melangkah naik
Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 17.33 WIB
Ku 'Kan Menunggu
oleh Khayrurrijal
Hujan turun menderas
diiringi kabut yang kaburkan pandangan
Entah sampai kapan kan berlangsung
Tapi ku kan menunggu hingga usai
Cimanggu, Sukabumi, 23 Nopember 2010, 16.44
Kupercaya
oleh Khayrurrijal
Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu
Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu
Kurenung Taufik Ismail
oleh Khayrurrijal
Kurenung Taufik Ismail
Ucap dan tulis sederhana
Tak lebih dan tak kurang
Bahkan dalam marah sangat dan kesedihan
20 Desember 2010, 11.48 WIB
Lagu Kematian
oleh Khayrurrijal
Dengarkah kau lagu kematian
dawai tunggal pilu
Nadanya buat kuduk merinding lalu berguguran
Hati tersayat hingga mati
Kegembiraan berganti ratap diam
Lagu kematian mengiringi datangnya sang utusan
Hangat berubah menjadi dingin kaku
karna habis batas waktu
Cimanggu, Sukabumi, 12 Januari 2011, 00.28 WIB
Lautan Latihan
oleh Khayrurrijal
Membenam diri dalam lautan latihan
Gelagapan mengais napas di setiap amalan
Letih berkelanjutan dengan kesegaran keberhasilan
Atau gembira melayu atas gagal berterusan
Berlatih, meski tertatih dan perih
hingga diberi anugrah terpilih
Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 12.47 WIB
Lebih Rapih
oleh Khayrurrijal
jiwaku letih
lariku masih rapuh dan ringkih
rebahku menghadap langit tinggi
berharap tatanan diri lebih rapih
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.22
Lemas
oleh Khayrurrijal
Rasa hati diganti
Lemas menggantikan gelegak tak terkendali
Entah...
Semoga sesuai dengan ridho Ilahi
Cimanggu, Sukabumi, 27 Nopember 2010, 15.17
Lembah Kemurungan
oleh Khayrurrijal
Menuruni lembah kemurungan
Tiada tumbuhan dan binatang
Hanya ada tulang belulang
Hanya ada batang yang gersang
Kering dan tandus
Debu menyeruak ditiup angin
Menemui ujung lembah kemurungan
Tiada kehidupan
Hanya ada jurang keputusasaan
Gelap memabukkan
Lena mematikan
Terdengar seruan dari puncak gunung
Kembalilah engkau..
Oh kembalilah
Wajah tertengadah
Rasa sambungasa
Menyambut panggilan
Jalan mendaki ku tempuhi
Kudoakan mereka yang tak kemabli
Agar dosa diampuni
Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 07.44 WIB
Luka
oleh Khayrurrijal
Melalui kesulitan dengan luka
Biasa saja, jika tak suka
bagi insan takwa, tiada mengapa
luka menjadi penawar dosa
Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.08
Malam dan Siang
oleh Khayrurrijal
Malam dan siang di dua belahan
Memahami daya menuju terang
Ingin tinggalkan cerita di sebalik sinaran
Dengan langkah tegap dan bersahaja
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.37
Malas
oleh Khayrurrijal
Malas telah menidurkan dan melenakan
Melewatkan kebaikan yang dihadirkan di hadapan
Rasa cukup dan puas yang dihembuskan
Berubah menjadi sesal,
saat diri sadar akan kenyataan
Cimanggu, Sukabumi, 4 Oktober 2010, 06.20
Malas
oleh Khayrurrijal
Malas masih mencengkram
Menghindari lelah
Karna lelah adalah derita
sungguh salah sangka
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.08
Malasku
oleh Khayrurrijal
Malasku,
muncul karna tak tahu
kira untung jika membisu
sungguh yang perlu ditawarkan
adalah langkah satu
Ketika bahgia merasuk,
semangat pun kan melaju
Cimanggu, Sukabumi, 28 Oktober 2010, 21.32
Masih Perlu Belajar
oleh Khayrurrijal
Belumku dapatkan rasa
untuk kutiupkan dalam raga kata
Masih hambar...
Masih perlu belajar...
20 Desember 2010, 12.02 WIB
Mawar Putih yang Merekah
oleh Khayrurrijal
Ketika itu, di sebuah
taman kehidupan
Hadirlah bibit mawar putih yang diterpa angin
takdir
tergeletak, tak berdaya menghadapi kehidupan
Kemudian,
Ia ditemani matahari yang menyinari
Ia ditemani hujan yang menyirami
Ia ditemani angin yang menghembus
Ia ditemani sahabat lain
Dan semua itu berjasa temaninya dalam
pertumbuhan
Sang mawar kini tengah merekah
Coba ‘tuk sapa dunia
Sang mawar kini tengah beranjak dewasa
Meninggalkan kanak-kanak
karna ia tlah memilih ‘tuk menjadi dewasa
Wahai mawar putih yang berkembang
Akan
banyak badai
Akan banyak cobaan yang ‘kan kau hadapi
Tapi,
Jangan jadikan itu halangan
Jangan jadikan
itu hambatan
Jangan jadikan itu rintangan
Jadikan itu sarana bagimu ‘tuk jadi kuat hadapi
kehidupan
Karna kehidupan,
tak terlalu indah dan tak terlalu buruk untuk
dijalani
Duhai mawar,
teruslah berkembang menuju kesempurnaan……………
Sahabat Sang Mawar Putih,
Yang bersama dalam
satu dahan,
Melayari Kemalasan
oleh Khayrurrijal
Melayari kemalasan
tiada rasa berakhir
Melihat, terpejam, lalu terbelalak
Mengiringi dari awal hingga akhir
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.26
Memancing Kabar
oleh Khayrurrijal
Memancing kabar jiwa
Ditemani sabar
Mengumpan ingat pemberian,
lalu dan sekarang
sungguh kadang melelahkan
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.45
Memandang ke Dalam
oleh Khayrurrijal
Memandang indah zahir
Guna mata menerawang
ke depan dan belakang bergilir
pernahkah kita berpikir
Memandang ke dalam mengandung sirr
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.03
Memandang Langit Tinggi
oleh Khayrurrijal
Memandang langit tinggi
Merenung batas
Melihat bumi terhampar
Menjalani titik demi titik
Gunung agung memesona pandangan
Melemah lunglai kesadaran
Pandangan menunduk bertanya kaki sendiri
Lalu melangkah tiap-tiap kali
Bertanya dalam cemas dan harap
Apa aku kan sampai di atas sana
Tak punya apa-apa
Hanya pemberian yang menyata
Gagal, mungkin gagal
Membuat tapak demi tapak
Menyaksi kuasa penentuan
Terus meniti hingga terbuka sejati
Gombak, Malaysia, 20 April 2012, 10.23
Membaca Cerita
oleh Khayrurrijal
membaca cerita diri
kadang tersenyum atau malu menyertai
sedih dan marah juga mengisi
tapi cerita adalah cermin diri
semakin banyak terbaca, semakin tahu diri
cerita juga mengandung pesan bagi yang sadar diri
agar semakin lebih baik lagi
Cimanggu, Sukabumi, 6 Nopember 2010, 14.59
Membingkai Rasa
oleh Khayrurrijal
Membingkai rasa dengan aksara
Menikmati layaknya lukisan penuh daya
Hidup menghidupkan
Terujar di udara dan jadikan hidup makin berharga
Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 16.21 WIB
Meminjam Rasa
oleh Khayrurrijal
Meminjam rasa lewat udara
'Tuk sedih atau tertawa
Hingga jarak tak pisahkan jiwa
Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 18.37 WIB
Memulai Kembali
oleh Khayrurrijal
Memulai kembali sesuatu yang terhenti
Berbenah diri ditempuhi
Dari dalam diri
Tersingkap hadiah Ilahi
Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.30
Menajamkan Pena
oleh Khayrurrijal
Menajamkan pena
Menggoreskannya pada lembaran hari-hari
Berusaha tanpa henti
Meski jatuh dan jatuh lagi
Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.33
Menangisi Kesalahan
oleh Khayrurrijal
Menangisi kesalahan di gelap malam
Tersudut dan tertunduk
Mengharap lepas dari buruk
Agar diri mendaki hingga ufuk
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.30
Menatap Kosong
oleh Khayrurrijal
Memulai hari baru
Menggerakkan diriku menulisi lembaran baru
Tintaku harus diisi lembaran lalu
Tak ingin menatap kosong halamanku
Lalu menangis tersedu
Hampa di hadapan Tuhanku
Cimanggu, Sukabumi, 11 Mei 2011, 05.15 WIB
Mencipta Sajak
oleh Khayrurrijal
Mencipta sajak
Sebagai jejak
Mengikut orang bijak
Mengikut jalan menanjak
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.55 WIB
Mendapatkan Rasa
oleh Khayrurrijal
Mendapatkan rasa tatapan Ilahi
Ingin kuresapi hingga ke nadi
Menggeliat dari kekangan nafsu keji
Lalu memakmurkan bumi
Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.09
Menemui Ajal
oleh Khayrurrijal
Menemui ajal di kesunyian
Lisan kelu pandangan berlemahan
Entah baik dalam akhiran
Atau siksa tak berkesudahan
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.16 WIB
Menetes air mata
oleh Khayrurrijal
Menetes air mata
tetes hilang menuju alam tak kasat mata
Sesal, sungguh nyata
Namun jiwa tak kunjung jera
Tatkala terbakar nafsu angkara
Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.43
Mengarya Puisi
oleh Khayrurrijal
Mengarya puisi tak mudah
Tak seperti mengeja kata
Tak seperti menggambar huruf
Puisi adalah kehalusan rasa, bahkan tuk ungkapkan naluri purba
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.36 WIB
Menggigil
oleh Khayrurrijal
Menggigil begitu keras karna kata-kata tajam
Melukai telinga, menuju jiwa
Memerahkan mata dan mendidihkan darah
Napas terengah, rasa akan binasa
Cimanggu, Sukabumi, 22 Februari 2011, 16.07 WIB
Menghela Napas
oleh Khayrurrijal
Menghela napas panjang
Akibat sesak di dada oleh tantang
Menghirup napas pun panjang
Usai satu hembusan lantang
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.01
Menghidupkan Kata
oleh Khayrurrijal
Menghela napas demi napas
memenuhi dada dengan udara
menghidupkan kata dengan kata
lalu pahami akan semesta
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 21.23
Menghina Diri
oleh Khayrurrijal
Menghina diri terjadi
Saat buruk dialami
perbaikan justru dimulai
usai sesal diri
Merengkuh hikmah dan kemuliaan diri
Sukabumi, 23 Nopember 2010, 12.42
Mengotori Jiwa Insan
oleh Khayrurrijal
Mengotori jiwa insan
rasa senang dan memabukkan
Inginku tak lakukan
ku tetap pilih kehancuran
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.18
Mengumpulkan Kata
oleh Khayrurrijal
Mengumpulkan kata-kata
di sepanjang perjalanan kita
menjahitnya menjadi pakaian yang menjaga
membuat indah diri dan dunia
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.58 WIB
Mengurai Kekusutan
oleh Khayrurrijal
Mengurai kekusutan di kepala
Gunakan kata
Lewat suara, tinta, atau laga
Belum sempurna...
Ku belum sempurna...
Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 06.34
Menjadi Nyata
oleh Khayrurrijal
merangkai kata, terus kupelajari
menempatkan kata terus kupahami
semoga kata kan ajari akan makna
ajari aku menjadi nyata
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.50
Menjadi Penonton
oleh Khayrurrijal
Menjadi penonton dalam hidup
Lihat dan perhatikan
Dengar dan rasakan
Hingga tiba saatnya redup
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.12
Menjemput Harapan
oleh Khayrurrijal
Menjemput harapan di keharibaan ar-Rahman
Sulit,
indah di akhiran
Mendendang sunyi dalam pujian
Kebahagiaan ...
Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 19.21 WIB
Menjujuri Keadaan
oleh Khayrurrijal
Menjujuri keadaan adalah jalan
menuju sejatinya perbaikan
Menyibak tabir kekaburan
Agar sampai pada idaman
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.52 WIB
Menulis yang Diajarkan
oleh Khayrurrijal
ku berusaha tuliskan yang diajarkan
Kepahaman yang datang kemudian
bukan berarti sebuah kebohongan
berat rasa di pikiran
mudah-mudahan jadi latihan yang membuahkan kebaikan
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 16.07
Menulisi Matahari
oleh Khayrurrijal
Menulisi matahari tiada mungkin terjadi
Tiap kata kan terbakar tiap kali
Tiap suara kan memuai kembali
Habis, habis, dan terhabisi
Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.18
Kamis, 26 September 2013
Menunggu Mata Air
oleh Khayrurrijal
Menunggui mata air jiwa
mengharap kesegaran kata
ingin hati menyelam tenang
menuju sumber yang menghidupkan
kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.34 WIB
Menungguku
oleh Khayrurrijal
Belum lagi kutemui
Rasa yang dulu merasuki
Rindu bertemu kembali
Menungguku,
dituntun menuju sejati
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.23
Menyesali
oleh Khayrurrijal
Berlindung dari diri sendiri
Atas keburukan yang tersembunyi
Buas...
Lalu menyesali
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.12
Meracau-2
oleh Khayrurrijal
Kuterus meracau
Merekam lintas pikir
Membersihkan cermin buram
Berharap melihat diri sendiri
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.29
Meracau
oleh Khayrurrijal
Meracau, hilang kendali ucap
Kata berhamburan
Tak terbendung
Menggila benak,
meraga kacau tindak
Mungkinku gila
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.51 WIB
Merebahkan Diri
oleh Khayrurrijal
Merebahkan diri di pembaringan
Menatap menembus halangan
Inginku pulang keharibaan
Dalam keadaan disucikan
Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 16.21 WIB
Mundur Kembali
oleh Khayrurrijal
Kataku pada diri sendiri
Aku kan berangkat menuju sebuah negri
Namun ku hanya mundurkan langkah kaki
Maju...
lalu mundur kembali
Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.45
Noda di Jiwa
oleh Khayrurrijal
Saat menemukan noda di jiwa
Kuujar maaf kepada insan dan Tuhan
Seraya berharap kembali disucikan
Kepada pemaaf,
semoga diberi kemuliaan
Cimanggu, Sukabumi, 01 Januari 2011, 11.57
Pasrah dan Tindak Mulia
oleh Khayrurrijal
Pasrah adalah tindak mulia tiada tara
Terlahir dari pandangan tajam yang memeriksa
rasa mengetahui batas-batas rahasia
kembali dengan wajah tertunduk bahagia
Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 18.05 WIB
Pemilik Nyawa
oleh Khayrurrijal
Menggigil tubuh dan jiwanya
Ia yang di sudut sana
Berharap tidak berdosa
Semoga nyawa belum akan diambil pemiliknya
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.17
Peringatan
oleh Khayrurrijal
Peringatan demi peringatan diserukan
Insan memicingkan mata penuh kebencian
Komentar dan cemoohan disampaikan
mereka tak sanggup bawa perbaikan
Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 07.08 WIB
Pertemuan Kedua
oleh Khayrurrijal
Sayangku hadir usai kenalku
Usai pertemuan di sisi Tuhan
Usai pertemuan kedua
Lalu ikatan menyuburkan perasaan
Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 09.56 WIB
Pewarismu
oleh Khayrurrijal
Bertanyaku pada ayahanda
Apakah kan kutapak jejakmu
Atau kubawa jejakmu dalam langkah baru
Kujadi pewarismu dalam langkah pembaharu
Semoga...
20 Desember 2010, 11.59 WIB
Puisi Suara atau Puisi Aksara
oleh Khayrurrijal
Benakku bergumam,
puisi suara atau puisi aksara
Salinglengkap berdua-dua
Salah meletak timbangan harga
Bentuk dijaja, tiada berharga
20 Desember 2010, 11.46 WIB
Berlari
oleh Khayrurrijal
Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam
Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma
Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam
Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma
Racun Dunia
oleh Khayrurrijal
Meminum racun dunia
Rusak pandangan mata
Tertutup belantara keingkaran
Enggan atau tak kuasa menolak desakan kenikmatan
sesungguhnya hanyalah kehancuran
Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.46
Ramuan Sakti
oleh Khayrurrijal
kumencari ramuan sakti
Di laut dalam dan gunung menjulang tinggi
menurut pendekar sakti
Ku harus cari di dalam diri
Hidup atau mati..
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.35
Rasa Kaku
oleh Khayrurrijal
Berpuisi rasa kaku kembali
Letih menyelimuti
Namun diri sadar harus terbangun kembali
Untuk menghindari buta hati
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.05
Rebah Pasrah
oleh Khayrurrijal
Menggantungkan harapan tinggi-rendah
jadikan puncak sebagai panduan yang menyusun lembah
Agar langkah ringan terarah
Hingga kembali rebah pasrah
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.17
Rencana Jahat
oleh Khayrurrijal
Nafsu membisikkan rencana jahat
Dapatkan segera nikmat
Rusakkan Perjanjian Hebat
Dunia dapat
Rusak akhirat
tak sebanding dengan laknat
Cimanggu, Sukabumi, 29 Oktober 2010, 12.29
Rendah Hati
oleh Khayrurrijal
Rendah hati layaknya padi berisi…
runduk merunduk…
sujud menuju bumi…
lalu dihidupkan kembali
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.14
Resah dan Pasrah
oleh Khayrurrijal
Teringat wajah kekasih dalam menung
Mengajaknya untuk ingat bahagia
masa lalu dan depan
Meletakkan resah pada tangga pasrah
Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.34
Resah
oleh Khayrurrijal
Mimpi yang indah tentang kita
Usah lampau dalam resah
Nikmati cinta dan rindu dalam jarak
Perpisahan ini hanya sementara
Dalam sekejap mata,
pun kita bisa berjumpa
Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.24
Rindu dan Rindu
oleh Khayrurrijal
Dirindukan oleh kekasih membuat tersenyum
Sebab rindu disambut dengan rindu
Jika kau lihat di langit malam ini
Mungkin kau kan melihat aku
Berkedip dan menatapmu selalu
Meski di balik awan kelambu
Cimanggu, Sukabumi, 3 Maret 2011, 19.25 WIB
Salah Kira
oleh Khayrurrijal
Mengajak insan ke kolam rasa
Banyak takut dan menilai tak berharga
Sungguh salah kira
merugi luar biasa
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.14
Sang Pencari
oleh Khayrurrijal
Penunjuk jalan menghiasi dirinya dengan ilham
Dari diri dan menggugah ke luar dari kelam
Layaknya cahya terangi malam
Mengantar sang pencari,
menuju Tuhan semesta alam
Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.39
Sedihku
oleh Khayrurrijal
Sedihku atas diriku
Hina dina memilu
Susahkan menetes tangis
Hanya sayu melayu
Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.15
Sendu Cakrawala
oleh Khayrurrijal
Sendu cakrawala menetes air pada buminda
Mengucur deras, diresapi tanah dan jati
Kelahiran ananda tanda subur bumi
Hentilah bersedih hati
Sebab bumi kita tengah subur menghidupi cinta
Sedang mentari perlahan tersingkap dari kelabunya awan
Menyinariku dan kamu, hingga mekar dan berseri
Cimanggu, Sukabumi, 03 Januari 2011, 17.16 WIB
Senja Jiwa
oleh Khayrurrijal
Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangka di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma
18 Desember 2010, 13.43 WIB
Senyum Bahagia
oleh Khayrurrijal
Belajar menangkap rasa bersama
Meninggalkan kesan melebihi jumlah dan angka
Berkilau memesona mata kita
Tersemburat senyum bahagia
20 Desember 2010, 01.03 WIB
Separuh Jiwa
oleh Khayrurrijal
Berkelana separuh jiwa
Menempuh jalan yang takkan ke mana
Tak rasa utuh
Jiwa pun dibunuh
Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.12
Sesal di Hati
oleh Khayrurrijal
Melayang melintasi bayang-bayang
Bayang hitam dan temaram
terkapar terpukul tangan sendiri
Tersisa sesal di hati
Cimanggu, Sukabumi, 17 Oktober 2010, 17.41
Sombong
oleh Khayrurrijal
Sombong adalah api
membakar tiada sempat beri manfaat menuju bumi
terlanjut binasa dan kembali esa
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.13
Suara dan Pena
oleh Khayrurrijal
mengganti suara dengan pena
mungkin akan membuat rindu akan nada
tapi nada mungkin kau kan lupa
pena lebih tahan dari pelukan masa
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.38
Sulit-Mudah
oleh Khayrurrijal
Terhimpit sulit hingga sempit
Saat pengorbanan diri
Diri dihilangkan
Sulit diganti mudah
Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.00 WIB
Tanpa Rungut
oleh Khayrurrijal
Menatap lelangitan malam
Jernih menampakkan gemerlap bintang
Terang cahaya rembulan di atas ubun kepala
Cakrawala begitu luas membentang
Tanpa, kabut, rungut dahi hilang berturut-turut
Cimanggu, Sukabumi, 09 Mei 2011, 18.59 WIB
Temui Sejatimu
oleh Khayrurrijal
Temui sejatimu
Maka nyata hanya satu
Tiada berbeda
Tiada terpisah
Kabandungan, Sukabumi, 02 Juni 2011, 18.45 WIB
Terbangun Seketika
oleh Khayrurrijal
Melukis keindahan alam insani
Garis rupa tak banyak berguna
Tapi garis kata menjadi perlambang alam rahasia
Hingga rupa dan kata berhenti di perbatasannya
Sedang jiwa, buta, tuli, lumpuh, mati rasa
Lalu terbangun dan kembali seketika dari singgasana Raja
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.34
Terbungkamnya Mulut
oleh Khayrurrijal
Terbungkamnya mulut
Menutup celah penyulut
Berikan ruang dan masa menimbang
bagi alam keabadian
Agar kebaikan mengucur tak surut
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 05.22
Tergiur Angan yang Membunuh
oleh Khayrurrijal
Tergiur angan yang membunuh
Batin tersihir dan kebaikan menyingkir jauh
Berjalan penuh keji menuju binasa
Sesal datang kemudian,
mengapa dahulu takpatuh
Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 07.12 WIB
Tertinggal
oleh Khayrurrijal
Tertinggal dalam perjalanan suci
Karna jasad tertambat pada bumi
Tertunduk menyesali kebodohan
Lalu habiskan masa dalam muhasabah diri
Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.29
Tindak Sembah
oleh Khayrurrijal
Termenungku akan perintah sembah
Berdiri memuliakan
Membungkuk memuliakan
Sujud memuliakan
Bersimpuh memuliakan
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata puji
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata pinta
Puji adalah pinta tertinggi
Sebab Engkau,
Sungguh Sangat Mengetahui
Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 20.13
Titik
oleh Khayrurrijal
Sebuah titik dibawa malaikat
Melesat lebih cepat di atas kilat
Lalu titik binasa setelah ditinggalkan sesaat
Hanya jejaknya yang sampai kepada mata kasat
Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 16.55
Tujuan Pasti
oleh Khayrurrijal
Berlari tanpa henti
Tanpa arti
Hanya lelah, lelah, sampai mati
Tersiksa diri walau tersenyum setiap kali
Mengapa tak memulai dengan tujuan pasti?
Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.24
Tunasuara
oleh Khayrurrijal
Di sebuah negri tanpa telinga
Seseorang berteriak lantang tentang kebenaran
Di siang dan malam
Di kuat dan lelah
Tiada yang mengerti
Tak ada yang menanggapi
Nampak tak peduli
Meski persoalannya sederhana
Mereka tunasuara
Terlihat salah pada sang pembicara
Kecam dan kritik meluncur deras
Meski permasalahannya sederhana
Ia tunacahaya
Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 20.37 WIB
Tutupi Rasa Sejati
oleh Khayrurrijal
Nafsu menutupi rasa sejati
Nampak mengingini,
tapi ilusi
Nampak menghendaki,
tapi seperti kulit ari
Sesal pun menjadi kisah yang mengakhiri
Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.03
Rabu, 11 September 2013
Air Mata
oleh Khayrurrijal
Air mata tercucur layaknya hujan
Diawali mendung
Diakhiri basahnya bumi
Usai itu basah menumbuhkan kehijauan
Segar dan sejukkan pandangan
Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 13.21
Air Langit
oleh Khayrurrijal
Mengharap belas kasih
Atas jiwa yang tandus
Air bumi tak lagi memuas dahaga
Wajah terangkat ke langit
Teringat hujan
Tapi ku tertunduk kembali
Ingatku,
hujanku berasal dari bumi
Batinku gemetar
Sontak lemas
ketika temukan air langit
Bukan dari hujanku
Dahi berkernyit merengut
Bertanyaku,
dari mana asal air langit
Tanya membuat dahaga tak karuan
Ah.. Haus
Air itu seketika berujar segar
"Aku dibawa dari lembaran ajaib
Yang hinggap di mata air insan
Aku dicipta, meski dari keabadian
sebagai hadiah bagi pencari
Yang sungguh-sungguh dan berketulusan
Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 12.11 WIB
Agar Tugas terpenuhi
oleh Khayrurrijal
kini ku disendirikan,
disembunyikan
ku rasa tak terjangkau,
bercermin diri
aku hilang dari pandangan, pendengaran, penciuman
aku hilang...
aku harus mencari harta diri
Menumbuhkannya
Mengembangkannya
untuk siapkan pengungkapan diri
Mengenal orang lain
agar tugas terpenuhi
Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 16.46
Rabu, 28 Agustus 2013
Hari-Hari
oleh Khayrurrijal
Langit begitu cerah di pagi itu
Melapangkan relungku
Mengurai masa lalu
Yang membuatku sendu
Suara gemricik air jadi melodi
Diiringi suara hati
Yakinkan diri ini
'Tuk menjalani hari
Meniti hari-hari dengan nurani
Menenangkan hati ini
Menelusuri hari dengan mengenal diri
Mengantarkan bahagia di akhir hari
Meski adakalanya langit menghitam
Aku akan terus berjalan
Melindungi diri ini dengan keyakinan diri
BENCANA ALAM
Oleh Khayrurrijal
Bencana alam tengah melanda
Indonesia. Banyak komentar dilontarkan. Di
dalam tulisan ini, penulis berusaha menilai berbagai komentar yang terdengar
menyudutkan alam dan menjadikannya seperti musuh yang berbahaya.
Apakah
seperti itukah alam di hadapan insan? Atau mungkin sebaliknya? Maka meletakkan
konsep alam secara tepat di dalam kesadaran insan menjadi sesuatu yang penting.
Sebab akan menjadi awal kemunculan tindakan yang tepat terhadap tempat hidup
kita sendiri.
Secara maknawi, alam didefinisikan sebagai segala daya
atau kekuatan dan sebagainya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan
mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini (Kamus Bahasa Indonesia).
Definisi lain dapat dilihat dari bahasa Inggris yang
memerikan nature (alam) sebagai a creative
and controlling force in the universe (Merriam-Webster’s 11th Collegiate Dictionary); dan all the plants, animals and things that exist in the
universe that are not made by people; the way that things happen in the physical world when it
is not controlled by people. (Oxford Dictionary).
Dari dua definisi sederhana di atas,
dapat dirasakan bagaimana datar atau keringnya makna alam itu bagi insan. Sebuah
definisi yang sesungguhnya dibuat datar karena telah terpengaruh oleh sekularisasi
terhadap alam. Dan pengertian seperti inilah yang
dominan digunakan dalam berbagai ranah keilmuan.
Dahulu, di dalam pengertian insan
tentang alam, terkandung makna ruhaniah yang mendalam. Alam ini begitu
mempesona. Bahkan pemeliharaaan terhadap alam pun menjadi bagian utuh dari
ritual keagamaan. Namun, dengan pengalaman Barat dan pandangannya yang keliru,
ternyata mendominasi dan menghilangkan pengertian ruhaniah tersebut dari
kesadaran insan. Pemahaman keliru mereka mengenai keagungan insan – yang
diambil dari perkenalannya dengan ulama muslim – akhirnya mereka menjadi
ekstrem dalam bentuk antroposentrisme (man
is the measure of all things).
Dengan hilangnya makna ruhaniah dari
alam ini, membuat insan dapat bertindak kepada alam sesukanya. (Prolegomena
to The Metaphysics of Islam, 2001. S.M.N al-Attas). Hal ini dapat dilihat dari perkembangan
industri dan kapitalisme di Barat. Teknologi yang bercampur dengan keserakahan
insan. Akhirnya, kerusakan tak terelakkan. Inilah akibat dari ilmu yang diwesternisasi. Kerusakan
tiga kerajaan alam: hewan, tumbuhan, dan barang galian, menjadi bukti yang
tidak terbantahkan. (S.M. Naquib Al-Attas.
(1981). Islam dan Sekularisme, terj. Bandung: Pustaka).
Padahal
seharusnya kita insyaf mengenai alasan sesungguhnya akan wujudnya alam semesta
ini. Ibn Rusyd menjelaskan mengenai hal ini dengan sebutan dalil ‘inayah.
Dalil ‘inayah dibangun dari dua hal utama: pertama,
seluruh al-mawjudat di alam semesta ini selaras bagi insan; kedua,
keselarasan itu tidak terjadi secara kebetulan. Keselarasan tersebut meniscayakan adanya
sebab yang sengaja mengarahkan untuk tujuan tertentu. Sebab, mustahil
keselarasan akan terjadi bila hanya berasal dari suatu proses kebetulan. (Achmad Muchaddam Fahham. 2004. Tuhan dalam
Filsafat Allamah Thabathaba’i. Jakarta Selatan:
Teraju).
Bencana Alam
Menggunakan penjelasan Ibn Rusyd
tentang dalil ‘inayah, maka bencana
alam pun sesungguhnya adalah sesuatu yang telah diarahkan oleh Penciptanya. Keselarasan
yang sebelumnya ada, kemudian berganti dengan kerusakan. Dan ini tidak terjadi
secara kebetulan tanpa tujuan apa pun.
Bencana alam yang telah terjadi memang lebih banyak dijelaskan dari sisi
sebab fisik saja. Insan sering kesulitan dalam menjelaskan hubungannya dengan
dosa-dosa yang telah dilakukan. Namun mari kita pikirkan satu kasus, yakni Acquired Immuno Deficiency
Syndrome (AIDS).
AIDS disebabkan oleh virus HIV. Dan virus ini
diduga ditularkan oleh sejenis kera. Penyakit ini kemudian tersebar secara luas
pada orang-orang yang keranjingan homoseksual. Tindakan laknat seperti kaum
Nabi Lut as. itulah yang menjadi cara penularan paling dominan penyakit ini. Dan
sampai saat ini obatnya sedang dicari. Para penyalahguna narkotika, khususnya
lewat jarum suntik, pun menjadi penderita yang sangat banyak terjangkit AIDS.
Peristiwa di atas nampak seperti kebetulan. Tapi apakah sungguh demikian? Coba lihat yang paling banyak mendapat
akibatnya. Lalu cara utama penyebaran penyakit tersebut. Semuanya merujuk
kepada orang-orang yang telah merusak dirinya sendiri, dan berpikir bahwa itu
tidak mengganggu secara sosial. Alasan atas
dasar suka sama suka kemudian menjadi pembenaran tindakan. Namun mereka pun
harus “suka” dengan akibat “kebetulan” yang menimpa mereka.
Menyikapi Bencana Alam
Penyakit AIDS dapat terlihat sebagai sesuatu yang memiliki irisan dengan
tindakan insan dan juga “kebetulan” dari alam. Namun, cara memandang terhadap
persoalan AIDS di atas dapat juga digunakan untuk melihat peristiwa insani
(seperti korupsi uang rakyat) dan juga alami (seperti gempa bumi atau gunung
meletus).
Bencana atau kerusakan
masyarakat sesungguhnya memiliki efek kepada bencana alam ini. Coba lihat
berita dari Alloh Swt mengenai orang-orang yang diberikan bencana, seperti kaum Nuh. Banjir besar yang
diriwayatkan dari banyak sumber bukan sebuah peristiwa alam belaka. Memang bisa
saja didapatkan penjelasan ilmiah dari sisi alam itu sendiri. Namun, sebuah peristiwa juga ternyata memilik
pesan dari Tuhan.
Alam ini merupakan sebuah kitab yang diciptakan. Sebuah kitab tentu berisi kata-kata. Dan kata-kata tentu
mengandung pesan. Ketika bencana alam kini sedang terjadi, tentu itu berarti
ada pesan yang ingin disampaikan Alloh Swt kepada makhluk-Nya. Pesan yang
mungkin terkait dengan kerusakan, baik alam maupun masyarakat, yang telah
dilakukan. Hal ini sungguh hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang berilmu.
Namun bukan dengan ilmu yang telah diwesternisasi.
Bencana ini mungkin dimaksudkan sebagai
sarana pendidikan kepada insan. Seperti kisah bagaimana seekor gagak
diperintahkan Alloh Swt untuk mengajarkan Qabil menguburkan saudara yang telah
dibunuhnya.
Kemudian Allah menyuruh seekor
burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil)
bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai
celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku
dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang
diantara orang-orang yang menyesal. (al-Maaidah: 31)
Alloh mengabarkan bahwa ada sebab insani dari peristiwa itu. Dan Tuhan
telah memberikan peringatannya kepada insan. Bukan hanya untuk mengubah alam fisik
ini, namun juga untuk mengubah dirinya sendiri, yang merupakan bagian batin
dari alam.
Menjaga alam adalah penting karena sudah menjadi hak alam. Hak ini bukan diberikan oleh insan. Artinya
jika tidak terjadi perlakuan yang tepat terhadap alam maka akibatnya timbul kerusakan.
Insan pun bagian dari alam. Maka memberikan hak (perlakuan yang tepat) terhadap
diri pun menjadi kunci diberikan ridho dari Alloh Swt. Ridho yang dapat
berwujud negeri yang berkah dan mendapat keberkahan dari langit maupun dari
bumi.
Penutup
Memandang alam dengan makna ruhaniah
sungguh penting. Sebab, alam semesta ini sesungguhnya adalah pelayan bagi
insan. Namun hanya dengan syarat insan itu harus menjadi khalifah Alloh di muka
bumi. Ketika insan telah merawat dan menjaga alam, maka alam pun akan dengan
senang hati memberikan yang terbaik.
(semua itu) untuk kesenanganmu…(an-Naazi’at: 33)
Wallahu’alam bi al-showab
Langganan:
Komentar (Atom)