SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Rabu, 09 Oktober 2013

Ground

by Khayrurrijal

leave yourself behind in the dust
inhale the Air from Above
absorb it until you gone beyond
ask for Mercy,
to be back on the ground

Light Within

by Khayrurrijal

lit the light within
you will give light to the out world
burn the spirit within
you will burn the out world

Past

by Khayrurrijal

Remember the past
not with pain, if you gain something
Remember the past,
not with arrogance, if you see where it comes from
Remember the past,
with wisdom, courage, temperance, and justice

Future

by Khayrurrijal

The future is the most important
if you see the eternal life
The future is not important
if you see only shadows and dreams
The future is the looking of the past, that bring your mind to step in within the present, to the future

Self Heirs

by Khayrurrijal

Higher and higher
but remember the suffocating air
it is always the story
to be the truly self heirs

Peak

by Khayrurrijal

the one who seek
will find herself sick
not in a bad state
but to cleanse the self and go to higher peak

Straight

by Khayrurrijal

Step to the left
Step to the right
Do it in balance
You will go to the straight

Guide

by Khayrurrijal

Guide, guide, guide
surrounding them with knowledge and pride
to start a step by step
until run and by the wind they ride

Two Fold

by Khayrurrijal

hold the world in two fold
let it go to the good,
returned in thousands rain
let it go to the flood,
returned in one lightning end

The Life of Light

by Khayrurrijal

walk and walk and walk
following trace of the sky
hope to know beyond sight
hope to listen the life of light

Pusara Diri


oleh Khayrurrijal

Berkeliling atas pusara diri
Mati karena tak tahu diri
Menikmati fana hingga membunuh diri
Di nisannya bertulis,
"Jangan ikuti..."

Sukabumi, 23 Nopember 2010, 14.48

Puji dan Caci

oleh Khayrurrijal

jika sulit kau tanggung puji,
maka kembalikan pada yang sejati,
agar kau tahu diri
Jika sulit kau tanggung caci,
maka kembali pada yang Terpuji,
agar kau mampu memuji dan lapang hati

Permainan


oleh Khayrurrijal

Permainan karya insan bukan hidup sesungguhnya
Ia ada dilapis kedua dalam kehidupan untuk belajar
hadapi yang nyata
Prestasi di dunia itu tiada bermakna jika tanpa kesan pada sejatinya
Piala-piala dijejer di lemari kaca
Namun tiada membangun mental mengangkasa

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.45 WIB

Pejalan Asing

oleh Khayrurrijal

Aku bagaikan pejalan asing
Menetap di sebuah tempat untuk istirahat
Lalu berjalan kembali dan dilupakan
Tiada jejak kehadiran
 
Membaca tanda jalan harus kulakukan
Diuji dan diuji pun datang bergantian
Tatkala renung berubah jadi senyum dan tangisan,
namun ku harus terus berjalan
Hingga ku kembali keharibaan

Nama dan Pemilik


oleh Khayrurrijal

Sebuah nama dimiliki pemiliknya
Dibatasi gambaran pemilik tentang dirinya
Ia dikenali karna batas
Batas hilang,
hilang nama dan pemiliknya

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.00

Nama dan Jati Diri


oleh Khayrurrijal

Jati diri tertuang dalam nama diri
Nama menyirat tugas dan tujuan
Perubahan tidaklah seharusnya membuat keterputusan
sebab kesatuan adalah yang diharapkan

Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 08.38.

Menyelesai Soal Kehidupan


oleh Khayrurrijal

Menyelesai soal kehidupan
Mencari jawaban dengan mata tajam,
aku adalah tholib
Tatkala bertemu,
aku dipertemukan
Diukir dalam rumah luas ciptaan Sang Pendidik

Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 04.12 WIB

Mengenal Diri yang Sejati


oleh Khayrurrijal

Mengenal diri yang sejati
Lakukan dengan ketulusan hati
Mengenal diri yang hakiki
Lakukan dengan kesabaran diri

Walaupun kita sering melupakan
Jangan putus asa

Maafkan dirimu atas kesalahanmu
'Tuk sembuhkan jiwamu

Jangan engkau lupa ada batas usia
Jangan kau lupakan bahwa dirimu berbatas
Bersyukurlah

Menerbangkan Diri


oleh Khayrurrijal

menerbangkan diri dengan kata takut
terjatuhlah akibatnya
menerbangkan diri dengan kata harap
terjatuhlah akibatnya
terbangkan diri dengan takut dan harap
dengan takut,
harap tidak menjadi angan kosong
dengan harap,
takut tidak membuat tidak berbuat

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 10.32 WIB

Membuat Pintu Diri


Oleh Khayrurrijal

Membuka pintu energi diri
buka sumbatan-sumbatan yang mungkin diciptakan sendiri
berani, bijak, sederhana, menjadi pengganti kelamnya
mengalir menuju diri..
melewati diri..
keluar diri..
kembali diri dan diri kembali

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.53 WIB

Mata rahasia


oleh Khayrurrijal

Mata rahasia menampilkan sorot cahaya mencipta
Sampai dimanakah kita?
Dari huruf ta sampai pada huruf ya
Semoga selamat sampai ke alif

Cimanggu, Sukabumi, 04 Januari 2011, 14.15 WIB

Kesendirian


Oleh Khayrurrijal

Sendiri
Selalu teralami
Sendiri dan sendiri
Tanpa ditemani sepi

Sendiri bukanlah sepi
Karna sendiri berarti mencari dan menyadari
Sedang sepi
Terlelap dalam ilusi dan tidur abadi

Sendiri
Tak pernah kurasakan sepi
Karna nurani tak henti berucap
Untuk mengenyahkan ilusi

Dalam sendiri
Kuteukan banyak arti yang sulit kupahami
Jika ku dalam sepi
Dalam sendiri
Ku belajar menghargai seluruh potensi

Kerumunan pun tak ada beda dengan sepi
Jika di sana terhampar keterlelapan abadi
Tapi jika di sana ada mencari dan menyadari
Maka itu adalah sendiri

Dalam kesendirian
Ku sadari indahnya persahabatan
Ku resapi merekahnya kuncup persaudaraan
Ku dalami apa arti cinta yang murni

Tapi, dalam kesendiria
Juga ku sadari rugi
Rugi karna masa telah terlewati
Dan melindas habis masa lalu

Kusadari bahwa kinilah yang kumiliki
Bukan kemarin atau esok hari
Sendiri tetaplah ku sendiri
Tanpa ditemani sepi

Kehidupan


oleh Khayrurrijal

Kehidupan ini seperti dua bagian yang terpisah
Kehidupan ini akan berakhir pada bagian pertama
Kehidupan semestara terlalu dicari dan disenangi manusia
Kehidupan sementara telah disalahfungsikan
Kehidupan sementara adalah ladang bercocok tanam amal
Dan menuainya di kehidupan abadi
Apakah mereka lupa kan janji?
Kehidupan yang mereka cari dalam janji
Adalah kehidupan abadi

Forgive Me


oleh Khayrurrijal

Forgive me,
for me,
for you,
and for Me
Cause I am you,
you are me
Forgive me
  For your forgiveness is your acceptness
For giving is balancing the world
For giving and for take

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.04

Do Not Feel Bad


oleh Khayrurrijal

Do not feel bad
when you try to repair yourself
put sincerity, courage, wisdom, temperance,
and a nice smile
to the past and present, and what will reveal

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 12.54

Benci dan Alasan Berbuat Buruk


oleh Khayrurrijal

Jangan biarkan benci dan kecewa
hadirkan alasan berbuat buruk
Karena juga selalu ada alasan menjadi baik
Dan baik adalah kenyataan, sedangkan buruk hanyalah angan-angan
Baik itu adalah tuntutan dan buruk adalah kejadian
Mungkin kini tinggal pada persoalan sungguh-sungguh merasakan
dan berpihak pada yang baik.

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.31

Bangkit Kuat


oleh Khayrurrijal

Memalasku di dipan kamar
Sandar kepala pada bantal kusam
Aroma lembab menempel lekat
Inginku terlelap, sehat, dan bangkit kuat

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.05 WIB

Adab


oleh Khayrurrijal

Adab adalah cerminan kebijaksanaan
Adab adalah awalan dan akhiran pendidikan
Adab ditetapkan dengan pandangan tajam kaum bijak
atau dengan Pesan dari Keabadian
Adab adalah wujud dari kemuliaan

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.02 WIB

Terjangkau dan Menjangkau


oleh Khayrurrijal

Kini memang saatku tuk sembunyi
Dipalingkan dari memalingkan diri
Biarlah aku tak terjangkau
Biarlah aku yang menjangkau

Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 07.09

Air Meminumku


oleh Khayrurrijal

Air meminumku
Meregang dan cair
Cair dalam cari
Menyesuai bentuk

Membersihkan dan dibersihkan
Mengelilingi dan menghanyutkan
Kotor, lalu menuju laut:
suci

Terik menarikku memasuki awan
Kendaraan dengan titah penciptaan
Menghidupkan bumi dengan tetumbuhan

Cimanggu, Sukabumi, 27 Februari 2011, 14.35 WIB

Akal dan Nafsu


oleh Khayrurrijal

Mengutus akal memerintah nafsu
Mengguna hujjah dan mencipta rasa
Menundukkan alasan dan angan binasa
Nafsu kan terantai dengan mulia

Cimanggu, Sukabumi, 20 Oktober 2010, 10.13

Akar


oleh Khayrurrijal

sebuah akar terpotong
Hidup nestapa dialami tanpa penolong
hujan tak membantu
Begitu pun pupuk

Akar adalah penghidupan
Dengannya dahan, daun, buah bertumbuh

Ia ingin kembali pada akarnya
Akar adalah sejatinya
Jika terpisah
Menderita dan binasa akan menimpa

Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 10.27

Akhir Pembenci


oleh Khayrurrijal

Marah membakar insan
Menenggelamkannya dalam magma kebencian
Kata busuk memengapkan kebungkaman lisan
Meski letusan yang pasti kan terjadi,
menjadi akhir dunia pembenci

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.20

Aku adalah Bayangan


oleh Khayrurrijal

Aku adalah bayangan
tapi tak ada di sini,
tak menemani
tak hidup, tak mati

Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 10.21

Aku Malu


oleh Khayrurrijal

Aku malu
Meski mereka tak tahu
Atau mereka tahu
Meski hanya dalam benakku

Keburukan masih disembunyikan
Ia masih beri kesempatan
Menuju kebaikan dan perbaikan
Beri ku kekuatan

Cimanggu, Sukabumi, 25 Nopember 2010, 05.36

Aku Masih Merenung


oleh Khayrurrijal

Aku masih merenung
Melihat batasku dan orang lain
agar kisah suram berubah terang
kata dan tindakan berkesesuaian
pesan tersampaikan

Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 10.53

Alam Kedap


oleh Khayrurrijal

Menggali kuburan sendiri
Diri tertutup tanah
dan batu sihir-keji
Pengap dan gelap
Berteriak-teriak di alam kedap

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.16

Alam Singgasana


oleh Khayrurrijal

Saat menyibak tirai diri
terpanaku menatap mentari di alam singgasana
gelap diterangi
lesu dipanasi
aku rasa merekah kembali

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.39 WIB

Alat


oleh Khayrurrijal

Alat memiliki fungsi
penuhi
jaga hingga kembali
Temuilah bahagia sejati

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 13.53 WIB

Alir Mengalir


oleh Khayrurrijal

alir mengalir menuju hilir
lalu kembali menghulu
menjadi kisah klasik dan mendatang bagi bayang-bayang
hilir mudik,
diri dipinjamkan dan dipulangkan kembali

aliran tak terbendung
hanya ada salur dan cegah
itu berarti pengembalian

tahan aliran tuk diri sendiri kan merusak
pun mengarahkannya
ke tempat sejatilah
harmonis akan tercipta
diri kan dipenuhi bahagia

Cimanggu, sukabumi, 9 nopember 2010, 08.49

Amanat


oleh Khayrurrijal

Mendidik tuk merawat
Lebih sulit dari hanya beri amanat
mudah diberi
mudah pula terkhianat

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.41

Angin Dingin


oleh Khayrurrijal

Angin dingin mengisutkan makhluk
Tertidur menggigil menuju akhir buruk
Sebut banyak-banyak nama Tuhan
Hangat jiwa
hangat jagat raya

Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 05.21 WIB

Arti Guratan


oleh Khayrurrijal

coba mengerti arti guratan, garis
Melengkung, lurus, tekstur
Cermin rasa penulis

Sapuan pena
tebal dan rapih gambarkan berat rasa
Selimut tipis arsiran pensil
menambah kelabu
dan bayang-bayang


Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 10.25 WIB

Awal Bunuh Diri


oleh Khayrurrijal

Menggubah alam lewat langkah dan kata
Selaras atau binasa
ubah letak sejati
Awal bunuh diri

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 19.59

Badai T'lah Berlalu

Panas terik uji bumi
antar air menuju langit tinggi
kelam mengumpul
Badai pun menghampiri

Air langit mengucur sujud ke bumi
Lalu langit cerah
Bintang dan mentari mengisi kelapangan samawi
Terdengar angin berbisik,
“badai telah berlalu…”

Bangkit


oleh Khayrurrijal

Di udara dingin pagi ini
Ku diuji tuk bangkit berdiri
Mengucap puji segala puji
Sembari rendahkan hati

Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 05.26 WIB

Basuh Kesedihan


oleh Khayrurrijal

Basuh kesedihan dengan tatap kebaikan
Dari diri dan anugerah ar-Rahman
sungguh hadiah kesadaran
Tandanya kesempatan

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.03

Bau Busuk


oleh Khayrurrijal

Udaraku kini tercemar
Bau busuk ucapan insan
Keringat batin membasahi jalan-jalan umum
Ingin hati menutup indera
Tapi sadar jika maut akan mendera

Cimanggu, Sukabumi, 4 Mei 20911, 13.22.

Bau Mati


oleh Khayrurrijal

Kucium bau mati
yang mati bisa hidup kembali
Atau malah semakin mati
Aku tak tahu...

Kupergi ke laut,
ia mati
Kupergi ke hutan dan gunung,
mereka mati
Binatang mati
Benda mati,
lebih mati

Insan ternyata mati
Bau dan semakin bau
Kulihat cermin diri di sebuah kaca jendela pecah:
Aku mati

Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 07.55 WIB

Begitu Pun Bahagia


oleh Khayrurrijal

Ku kembali diajar kata
Binasa ditempuh dalam satu langkah
Begitu pun bahagia

Cimanggu, Sukabumi, 30 Januari 2011, 19.22

Belajar Menulis


oleh Khayrurrijal

Belajar menulis sungguh menegangkan
rasa berpetualang
kadang sepi mencekam
ditemani riuh rendah berdesakan

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 10.45 WIB

Kamis, 03 Oktober 2013

Berbagi kata


oleh Khayrurrijal

berbagi kata yang kupunya
tak seperti harta benda
kata mengganda dan mendalam
tak hilang dan binasa

kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.49 WIB

Berhenti Sejenak


oleh Khayrurrijal

Berhenti sejenak
Bersihkan cermin hati
Kau 'kan mengerti
mulailah berarti

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 07.22

Berhibur Dangkal


oleh Khayrurrijal

Berhibur dangkal tanpa henti
Lelah, terkuras semua energi
Insyaf diri,
saat menjelang mati

Cimanggu, Sukabumi, 06 Januari 2011, 17.01 WIB

Berkata Tanpa Suara


oleh Khayrurrijal

Berkata tanpa suara
Makna dilirik mata jiwa
Kepahaman ditandai anggukan sempurna
mengalirkan daya cipta tiada terduga

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 19.59 WIB

Berpuisi


oleh Khayrurrijal

Berpuisi sampaikan pesan berkesan
Baik, benar, indah
Hati pun berkenan

Bentuk jadi pilihan
berderajat kandungan
Menangkap kesan atau mencerahkan
Mengungkap amanat tersurat-sirat
dalam jiwa insan



Ragunan, 12 Desember 2010, 12.57 WIB

Bersilat kata


oleh Khayrurrijal

Bersilat kata membela makna
merunduk di jiwa
jika ada menang dan kalah
jiwa congkak t'lah kalah
meski tanpa kata

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.28 WIB

Bersyair bersama Sirr


oleh Khayrurrijal

bersyair bersama sirr
Berkata benar indah dari balik tabir
Tersembunyi tapi terdengar
Tiada terpegang layaknya angin semilir

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 20.03 WIB

Bersyukur


oleh Khayrurrijal

Bersyukur adalah puji
Menyebut kebaikan sang pemberi
Bersyukur adalah menerima
Rendah hati dan sadar diri mengguna dalam tugas suci
Bersyukur adalah memberi
Mengembalikan dan mendapatkan kebaikan yang berlipat
Bersyukur adalah ucap gembira para penghuni syurga
Bersyukur melipatkan bahagia meski sedikit yang dipunya
Bersyukurlah...

Cimanggu, Sukabumi, 14 Mei 2011, 18.18 WIB

Bertemu Dengannya


oleh Khayrurrijal

Raga bergetar dan menggelenyar
Makna yang hadir buat bahagia dalam memilih kata
Masuk dalam perbendaharaan
Memilih pasangan

Saat makna dan kata bersepadu
rasa gelenyar makin menggelora
buatku menutup-buka mata
dan mengatur hela dada

Makna kadang malu dan tiada hendak berada
kusampaikan dalam hembusan panjang
Yang dimengerti
oleh mereka yang pernah bertemu

Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.39 WIB

Bertemu Sejati


oleh Khayrurrijal

sejati tak mudah ditemui
saat tirai menghalangi
sejati kan ditemui
jika mati...

Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 17.31

Bertutur Jujur


oleh Khayrurrijal

Bertutur jujur adalah manjur
Bagi kelam hati yang hancur
Karat dibersihkan dan pecahan pun akur
Diakhiri sujud bersyukur

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 19.58 WIB

Biru


oleh Khayrurrijal

Menengadah ke lelangitan kelam
Terang bintang dan bulan ditemani arakan awan
Cerah nampak,
usai hujan

Tatkala mata kembali tak terpejam
Kelam t'lah diganti biru
Warna dambaan awal hari
Tak muluk-muluk,
biru untuk hari baru

Kelam tiada abadi
Hanya yang berpaling dari cahaya
merasa gelap
Kelam akan berganti,
Asalkan insan tak lupa membuka mata
Semoga...

Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.50 WIB

Bumiku


oleh Khayrurrijal

Bumiku...
Ku dilahirkan di permukaanmu
Tanahmu ingatkan asalku
tuk beberapa masa
ku berjalan menyusurimu
Hingga ku kembali ke pangkuanmu

Cimanggu, Sukabumi, 09 Oktober 2010, 15.43

Bunga Kata Abadi


Oleh Khayrurrijal

Kekuatan kata diambil dari nyata
kelemahannya berasal dari tipudaya
waspada akan kata yang berbunga binasa
kata sejati berbunga abadi

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.32 WIB

Cahaya


oleh Khayrurrijal

Kubuka mata di awal hari
Gelap,
hanya tersemburat cahaya mentari dari negri sana
Cahaya kan hadir segera
Memandu mata tuk mulai berkelana

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.15

Cerita Berulang Kali


oleh Khayrurrijal

Menempuh jalan mendaki
Terasa sangat berat
Jalan dan terjatuh menjadi cerita berulang kali
Menang atau kalah,
dari nafsu keji

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.33

Daya Tarik Nafsu


oleh Khayrurrijal

Daya tarik nafsu sungguh kuat
yang dekat jadi tawaran memikat
yang jauh untuk yang dekat
Lalu merugi tiada tara

Cimanggu, Sukabumi, 20 oktober 2010, 15.48

Demi Cinta

oleh Khayrurrijal

Demi cinta,
yang hadirkan aku di dunia
selain aku, dia

demi cinta,
yang hadirkan karya cipta
indahkan jiwa

jika aku menjelma karna cinta
sungguhku bahagia
jika aku binasa karna cinta
itu pun tak mengapa

demi cinta,
yang hadirkan kata
ataupun diam seribu bahasa

jika kau mencinta
tiada lagi kita
hanya ada esa

demi cinta,
sesungguhnya insan itu menderita
kecuali mereka yang rela
ada, hadir, kembali...
karna cinta

Dibuat Mati


oleh Khayrurrijal

Menulis puisi
kualami hampir mati
Menahan napas di setiap kata
Menghela di saat tertuang
Indah...

Menikmati setiap saat berpuisi
Dalam aksara kutitipkan rasa bergelora
Atau dingin tak terkata
Dalam suara kubulatkan ujaran
atau berbisik kecil tentang kebenaran hati
Indah...

Menciptanya hadirkan sebuah perjalanan ke tempat abadi
Terus dan terus ingin kuulangi lagi
Hingga aku dibuat mati
Indah...

Cimanggu, Sukabumi, 24 Desember 2010, 06.31 WIB

Dingin Tanpa Gigil


oleh Khayrurrijal

Dingin hadir di hadapan
Bertanya aku, ada apa?
Diutus menyejukkan kulit
Bangkitkan bulu roma

Ingatku pada menggigil
Bergetar karna dingin begitu merasuki
Napas keluar tak beraturan

Hati berujar lembut
Terima sajalah tapi bukan dikuasai
Tersenyumlah saja tapi bukan tanda gembira

Kendali jadi kunci
Memegang dingin tanpa gigil
Layaknya menerima api tanpa bakar

Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 05.27 WIB

Diri yang Sumbang


oleh Khayrurrijal

Memerdukan suara menipu diri yang sumbang
Tak ayal telinga menikmati
namun hati gelisah bercabang
Mencari indahnya hidup
Namun jiwa sudah mati berkubang

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 06.09 WIB

Emas Dibuang Percuma


oleh Khayrurrijal

Aku tak tahu apa yang dipikir penyair lama
Bingung menilai harga
Kacau menghinggap semesta
Besi dan tembaga dipuja,
emas dibuang percuma

20 Desember 2010, 11.42 WIB

Embanan Misi


oleh Khayrurrijal

Panas menyertai cahaya
Memutihkan mata lalu membakarnya
Insan yang kenali batas
'kan sadar embanan misi

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 11.44

Gelap Mata


oleh Khayrurrijal

Gelap mata tanpa cahaya
Mencari arah tanpa pasti
Tersesat tanpa sadar
Selamanya bimbang

Cimanggu, Sukabumi, 11 Oktober 2010, 19.40

Hadiah dari Surga


oleh Khayrurrijal

Menggapai kata dalam benak
seraya berharap menulis kan tetap berjalan
sungguh sulit terasa membebani pelupuk mata,
hingga ajak 'tuk tertidur saja
meski juga mudah,
laksana diberi hadiah dari surga

kabandungan, sukabumi, 27 September 2010, 20.34 WIB

Hadiah


oleh Khayrurrijal

'tuk berikan sesuatu
Ku tata raga dan hati
'tuk hadiahkan sesuatu
Ku bersabar dalam sunyi
dan bersyukur atas yang diberi

Cimanggu, Sukabumi, 30 Januari 2011, 19.13

Hampa


oleh Khayrurrijal

Hampa..
tatkala yang dituju tiada sampai jua
Layak bertepuk sebelah tangan
Rindu..
Rindukan suara tangan pasangannya

Hampa..
tatkala tiada memandang apa pun jua
bahkan ruang kosong pun tiada

Hampa..
tatkala suara tanpa telinga
Keras atau lembut,
tiada

Hampa..
jika pemberian, tiada yang menerima
jika tugas tiada tertunaikan

Hampa..

Tangerang, 03 Oktober 2010, 19.39

Harapan Pertemuan


oleh Khayrurrijal

Aku ingin menulis harapan pertemuan
Namun ku takut belum pantas bertemuan
Masih kotor di sana sini
Semoga ia beri pemaafan



Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 19.11 WIB

Harga Diri

Harga Diri
oleh Khayrurrijal

Bertumpuk beban pada harga diri
Karna diri tak jujur menila-i
Apakah diri yang menyebabi
Atau hilang ikhlas hati

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.44 WIB

Hidup Rekaan


oleh Khayrurrijal

Berbohong tutupi kenyataan
Mencipta alam sendiri
Menghidupi hidup rekaan
Bahagia pun hanya bayangan

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.43 WIB

Hiruplah Kata


oleh Khayrurrijal

Hiruplah kata pembangun di awal hari
Hembuslah kata istirahat di akhir hari
indah kan di jalani
buruk pun semoga tertangani

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.53 WIB

Hujan


oleh Khayrurrijal

Hujan...
Engkau sang utusan
Yang datang lalu dikembalikan
Jika hadir penerima,
kesuburan kan datang
Jika kau disia-siakan,
bersiaplah datang kehancuran

Cimanggu, Sukabumi, 09 Januari 2011, 16.21 WIB

Iblis Tertawa


oleh Khayrurrijal

Kudengar iblis tertawa
tatkala insan berbuat salah
Bergemuruh dan mengejek wajah pendosa
iblis murka dan muram durja
Saat insan tertunduk di pintu Tuhan
memohon ampun dosa

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.49

Ikatan


oleh Khayrurrijal

Ikatan adalah janji
Berusaha mendalami
Pun menjaga agar abadi
Uji kan menghampiri
Masa yang kita jalani
'Kan buat pandai dalam menila-i karunia ini

Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 10.06 WIB

Ilmu Sejati


oleh Khayrurrijal

Ilmu sejati diberi karna diri setia
berpegang pada hakikat mulia
ia terhapus jika diri mendusta
Janji azali dikhianati di dunia

Cimanggu, Sukabumi, 20 oktober 2010, 13.26

Ingatku


oleh Khayrurrijal

Ingatku kusuarakan,
udara binasa
kutulis,
kertas terbakar
kuragakan,
alam bergetar
kupendam dalam hati,
ku menjadi cahaya

Cimanggu, Sukabumi, 22 Desember 2010, 16.56 WIB

Insan Berbisik


oleh Khayrurrijal

Insan berbisik menggumamkan penentangan
Takut terungkap karna hukuman
Terpaksa patuh,
karena pentungan

Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 12.17

Insan dan Kesembuhan


oleh Khayrurrijal

Saat insan disembuhkan
Jerit sakit bersahutan
Marah kesal bersahutan

Wajar bila hindari sakit
hadapi dan maafkan
'tuk temui kebahagiaan

Cimanggu, Kabandungan, 4 Nopember 2010, 07.28

Insan Teragung


oleh Khayrurrijal

Membayang diri di dekat insan teragung
terpesona mata dan jiwa, tergabung
Jiwa tergerak mengucap asma agung
Tetes air mata pun tak lagi tertanggung

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.40

Jalanku Masih Lambat


oleh Khayrurrijal

Menulisku layaknya premis tersurat
Nampak kaku tiada nikmat
Inginku guna imaji luar layak cepat merambat
Jalanku masih lambat dan perlu rahmat

Cimanggu, Sukabumi, 11 Desember 2010, 20.17 WIB

Jauh


oleh Khayrurrijal

Aku berjalan menjauhimu
Berusaha berpaling dari wajahmu
Kaki dilangkah maju

Perjalanan begitu jauh
Mendaki dan juga terjatuh
Hidup dan juga terbunuh
Ku harus ingat selalu untuk angkat sauh

Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 10.27

Jiwa Mengangkasa


oleh Khayrurrijal

Meregangkan diri yang lama tak bergerak
Sakit, wajar terasa
sementara
Jiwa membesar, jiwa mengangkasa

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 07.22

Kadar


oleh Khayrurrijal

Silau kata pada mata
Maka tiada terbaca
Keras kata pada telinga
maka tiada terdengar

Menulis agar terbaca
Berbicara agar terdengar
tanpa kadar bicara
tanpa kadar pembaca
hanya akan membuat hampa jiwa
hampa, hampa di dunia

Kabandungan, Sukabumi, 01 Oktober 2010, 12.49

Kala Bebas


oleh Khayrurrijal

Kala bebas begitu diucap lepas
Suara tertindas pun menghambur ke ruang luas
mereka mungkin juga insyaf
Bebas pun,
bagi para penindas

20 Desember 2010, 11.29 WIB

'Kan Tiba Saatnya


oleh Khayrurrijal

Menindak masalah dengan bijaksana
'kan timbulkan salah paham
oleh pandangan tak seksama
Tekun dan sabar
Meski umat teriak di sini dan di sana
Tenangkan diri akan tiba bagi kita,
saatnya

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.49 WIB

Kata Bertuah


oleh Khayrurrijal

Mengungkap jiwa dengan isyarat kata berserah
Kata indah menjadi pilihan bertuah
Mengalirkan keindahan layaknya anugrah
Menghaluskan kata,
halus jasad dan ruhaniah

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.00

Kata dan Tanda


oleh Khayrurrijal

Kata ialah tanda
Bagi objek dunia dan jiwa

Kata yang menjiwa
Lalu meresap menjadi rasa
Paham pun menggugah lahirnya derma

Ini pun menjadi berpahala
Atau membuat binasa
Meskipun,
Baru berkata-kata


Kata Tersembunyi


oleh Khayrurrijal

mencari kata tersembunyi
ke dalam ruang-ruang rahasia
penuh penyingkapan tak terduga
buat sedih..
atau bahkan bahgia seketika

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 09.08 WIB

Kata yang Bersujud


oleh Khayrurrijal

kusaksikan kata bersujud
tenggelam dalam celupan kesejatian
raga beraneka
namun jiwa pasrah kepada Pencipta

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 12.11 WIB

Keindahan Alam Makna


oleh Khayrurrijal

Memulai kedekatan dengan keindahan alam makna
Membuka pintunya,
pelan-pelan terpesona
Sejuk mata memandang kebaikan dan kebenaran yang nyata

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.10

Kelahiran Kata


oleh Khayrurrijal

Menunggu kelahiran kata
rasa khawatir menjelma
akankah sehat,
atau sakit
bahkan mati sebelum dipahami?
kuharap,
dia tidak kembali secepat itu, semoga.

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 18.12

Senin, 30 September 2013

Kelahiran Rasa


oleh Khayrurrijal

Mengajak insan kepada rasa
Mencicipinya lewat kata pujangga
Bertatacara, menghormat, dan memulia
Rasa kan lahir pada mereka yang berusaha

Cimanggu, Sukabumi, 07 Februari 2011, 19.28

Kembali Suci


oleh Khayrurrijal

Mengalir jernih dari sumber
Menemukan kekeruhan dalam perjalanan
Memberi manfaat bagi bumi dan langit
Lalu kembali dikumpulkan, suci

Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.05

Kesaksian Jiwa


oleh Khayrurrijal

Diajar aku akan makna,
lahirlah kata
Lahir atas pengajaran rasa
Benda dan segala sesuatu bertanda
Tanda atas tanda
Makna dalam makna
Alam tanda binasa
Hanya ada kesaksian jiwa

Cimanggu, Sukabumi, 14 Desember 2010, 07.10 WIB

Keserakahan


oleh Khayrurrijal

keserakahan mengunci insan dalam ketidakpuasan
tak berkesudahan
alam semesta tak cukup penuhi keinginan
pemberian Tuhan selalu kurang
tak pernah puas..
tak pernah cukup..
tak pernah..

kabandungan, sukabumi, 29 September 2010, 05.44 WIB

Kiriman Terdalam


oleh Khayrurrijal

Menemukan kegagalan di hadapan
Menghadirkan kesedihan dan kekecewaan
ku berjuang agak tak sampai kematian
kebaikan adalah kiriman terdalam
dari Tuhan

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 17.22

Kisah Rindu

oleh Khayrurrijal

Inilah kisah rindu
Tiap kata menjadi lagu
Tiap hembus angin menjadi syahdu

Inilah kisah perindu
Ingin selalu bertemu
Meski kadang membisu
Namun dia tetap ayu

Inilah kisah merindu
Tiada cukup kata selain bertemu
Tiada bertemu selain satu

Inilah kisah aku dan kamu
Aku sayang padamu

Konflik dan Naik


oleh Khayrurrijal

Dalam hati terbetik
Sudikah kiranya insan terusik
begitu banyak konflik
tetap melangkah naik

Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 17.33 WIB

Ku 'Kan Menunggu


oleh Khayrurrijal

Hujan turun menderas
diiringi kabut yang kaburkan pandangan
Entah sampai kapan kan berlangsung
Tapi ku kan menunggu hingga usai

Cimanggu, Sukabumi, 23 Nopember 2010, 16.44

Kupercaya

oleh Khayrurrijal

Meragu pernah berlalu
Khawatir pun kadang hadir tak malu-malu
Berpikir buruk kadang merasuki diriku
kini ku percaya padamu

Kurenung Taufik Ismail


oleh Khayrurrijal

Kurenung Taufik Ismail
Ucap dan tulis sederhana
Tak lebih dan tak kurang
Bahkan dalam marah sangat dan kesedihan

20 Desember 2010, 11.48 WIB

Lagu Kematian


oleh Khayrurrijal

Dengarkah kau lagu kematian
dawai tunggal pilu

Nadanya buat kuduk merinding lalu berguguran
Hati tersayat hingga mati
Kegembiraan berganti ratap diam

Lagu kematian mengiringi datangnya sang utusan
Hangat berubah menjadi dingin kaku
karna habis batas waktu

Cimanggu, Sukabumi, 12 Januari 2011, 00.28 WIB

Lautan Latihan


oleh Khayrurrijal

Membenam diri dalam lautan latihan
Gelagapan mengais napas di setiap amalan
Letih berkelanjutan dengan kesegaran keberhasilan
Atau gembira melayu atas gagal berterusan
Berlatih, meski tertatih dan perih
hingga diberi anugrah terpilih

Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 12.47 WIB

Lebih Rapih


oleh Khayrurrijal

jiwaku letih
lariku masih rapuh dan ringkih
rebahku menghadap langit tinggi
berharap tatanan diri lebih rapih

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.22

Lemas


oleh Khayrurrijal

Rasa hati diganti
Lemas menggantikan gelegak tak terkendali
Entah...
Semoga sesuai dengan ridho Ilahi

Cimanggu, Sukabumi, 27 Nopember 2010, 15.17

Lembah Kemurungan


oleh Khayrurrijal

Menuruni lembah kemurungan
Tiada tumbuhan dan binatang
Hanya ada tulang belulang
Hanya ada batang yang gersang
Kering dan tandus
Debu menyeruak ditiup angin

Menemui ujung lembah kemurungan
Tiada kehidupan
Hanya ada jurang keputusasaan
Gelap memabukkan
Lena mematikan

Terdengar seruan dari puncak gunung
Kembalilah engkau..
Oh kembalilah

Wajah tertengadah
Rasa sambungasa
Menyambut panggilan
Jalan mendaki ku tempuhi
Kudoakan mereka yang tak kemabli
Agar dosa diampuni

Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 07.44 WIB

Luka


oleh Khayrurrijal

Melalui kesulitan dengan luka
Biasa saja, jika tak suka
bagi insan takwa, tiada mengapa
luka menjadi penawar dosa

Cimanggu, Sukabumi, 21 Oktober 2010, 12.08

Malam dan Siang


oleh Khayrurrijal

Malam dan siang di dua belahan
Memahami daya menuju terang
Ingin tinggalkan cerita di sebalik sinaran
Dengan langkah tegap dan bersahaja

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.37

Malas


oleh Khayrurrijal

Malas telah menidurkan dan melenakan
Melewatkan kebaikan yang dihadirkan di hadapan
Rasa cukup dan puas yang dihembuskan
Berubah menjadi sesal,
saat diri sadar akan kenyataan

Cimanggu, Sukabumi, 4 Oktober 2010, 06.20

Malas


oleh Khayrurrijal

Malas masih mencengkram
Menghindari lelah
Karna lelah adalah derita
sungguh salah sangka

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.08

Malasku


oleh Khayrurrijal

Malasku,
muncul karna tak tahu
kira untung jika membisu
sungguh yang perlu ditawarkan
adalah langkah satu
Ketika bahgia merasuk,
semangat pun kan melaju

Cimanggu, Sukabumi, 28 Oktober 2010, 21.32

Masih Perlu Belajar


oleh Khayrurrijal

Belumku dapatkan rasa
untuk kutiupkan dalam raga kata
Masih hambar...
Masih perlu belajar...

20 Desember 2010, 12.02 WIB

Mawar Putih yang Merekah


 oleh Khayrurrijal

Ketika itu, di sebuah taman kehidupan
Hadirlah bibit mawar putih yang diterpa angin takdir
tergeletak, tak berdaya menghadapi kehidupan

Kemudian,
Ia ditemani matahari yang menyinari
Ia ditemani hujan yang menyirami
Ia ditemani angin yang menghembus
Ia ditemani sahabat lain
Dan semua itu berjasa temaninya dalam pertumbuhan

Sang mawar kini tengah merekah
Coba ‘tuk sapa dunia
Sang mawar kini tengah beranjak dewasa
Meninggalkan kanak-kanak
karna ia tlah memilih ‘tuk menjadi dewasa

Wahai mawar putih yang berkembang
Akan banyak badai
Akan banyak cobaan yang ‘kan kau hadapi
Tapi,
Jangan jadikan itu halangan
Jangan jadikan itu hambatan
Jangan jadikan itu rintangan
Jadikan itu sarana bagimu ‘tuk jadi kuat hadapi kehidupan
Karna kehidupan,
tak terlalu indah dan tak terlalu buruk untuk dijalani

Duhai mawar,
teruslah berkembang menuju kesempurnaan……………

Sahabat Sang Mawar Putih,
Yang bersama dalam satu dahan,

Melayari Kemalasan


oleh Khayrurrijal

Melayari kemalasan
tiada rasa berakhir
Melihat, terpejam, lalu terbelalak
Mengiringi dari awal hingga akhir

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.26

Memancing Kabar


oleh Khayrurrijal

Memancing kabar jiwa
Ditemani sabar
Mengumpan ingat pemberian,
lalu dan sekarang
sungguh kadang melelahkan

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.45

Memandang ke Dalam


oleh Khayrurrijal

Memandang indah zahir
Guna mata menerawang
ke depan dan belakang bergilir
pernahkah kita berpikir
Memandang ke dalam mengandung sirr

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 14.03

Memandang Langit Tinggi


oleh Khayrurrijal
Memandang langit tinggi
Merenung batas
Melihat bumi terhampar
Menjalani titik demi titik

Gunung agung memesona pandangan
Melemah lunglai kesadaran
Pandangan menunduk bertanya kaki sendiri
Lalu melangkah tiap-tiap kali

Bertanya dalam cemas dan harap
Apa aku kan sampai di atas sana
Tak punya apa-apa
Hanya pemberian yang menyata

Gagal, mungkin gagal
Membuat tapak demi tapak
Menyaksi kuasa penentuan
Terus meniti hingga terbuka sejati

Gombak, Malaysia, 20 April 2012, 10.23

Membaca Cerita


oleh Khayrurrijal

membaca cerita diri
kadang tersenyum atau malu menyertai
sedih dan marah juga mengisi
tapi cerita adalah cermin diri
semakin banyak terbaca, semakin tahu diri
cerita juga mengandung pesan bagi yang sadar diri
agar semakin lebih baik lagi

Cimanggu, Sukabumi, 6 Nopember 2010, 14.59

Membingkai Rasa


oleh Khayrurrijal

Membingkai rasa dengan aksara
Menikmati layaknya lukisan penuh daya
Hidup menghidupkan
Terujar di udara dan jadikan hidup makin berharga

Cimanggu, Sukabumi, 26 Desember 2010, 16.21 WIB

Meminjam Rasa


oleh Khayrurrijal

Meminjam rasa lewat udara
'Tuk sedih atau tertawa
Hingga jarak tak pisahkan jiwa

Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 18.37 WIB

Memulai Kembali


oleh Khayrurrijal

Memulai kembali sesuatu yang terhenti
Berbenah diri ditempuhi
Dari dalam diri
Tersingkap hadiah Ilahi

Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.30

Menajamkan Pena


oleh Khayrurrijal

Menajamkan pena
Menggoreskannya pada lembaran hari-hari
Berusaha tanpa henti
Meski jatuh dan jatuh lagi

Cimanggu, Sukabumi, 7 Februari 2011, 19.33

Menangisi Kesalahan


oleh Khayrurrijal

Menangisi kesalahan di gelap malam
Tersudut dan tertunduk
Mengharap lepas dari buruk
Agar diri mendaki hingga ufuk

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.30

Menatap Kosong


oleh Khayrurrijal

Memulai hari baru
Menggerakkan diriku menulisi lembaran baru
Tintaku harus diisi lembaran lalu
Tak ingin menatap kosong halamanku
Lalu menangis tersedu
Hampa di hadapan Tuhanku

Cimanggu, Sukabumi, 11 Mei 2011, 05.15 WIB

Mencipta Sajak


oleh Khayrurrijal

Mencipta sajak
Sebagai jejak
Mengikut orang bijak
Mengikut jalan menanjak

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.55 WIB

Mendapatkan Rasa


oleh Khayrurrijal

Mendapatkan rasa tatapan Ilahi
Ingin kuresapi hingga ke nadi
Menggeliat dari kekangan nafsu keji
Lalu memakmurkan bumi

Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.09

Menemui Ajal


oleh Khayrurrijal

Menemui ajal di kesunyian
Lisan kelu pandangan berlemahan
Entah baik dalam akhiran
Atau siksa tak berkesudahan

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 21.16 WIB

Menetes air mata


oleh Khayrurrijal

Menetes air mata
tetes hilang menuju alam tak kasat mata
Sesal, sungguh nyata
Namun jiwa tak kunjung jera
Tatkala terbakar nafsu angkara

Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.43

Mengarya Puisi


oleh Khayrurrijal

Mengarya puisi tak mudah
Tak seperti mengeja kata
Tak seperti menggambar huruf
Puisi adalah kehalusan rasa, bahkan tuk ungkapkan naluri purba

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.36 WIB

Menggigil


oleh Khayrurrijal

Menggigil begitu keras karna kata-kata tajam
Melukai telinga, menuju jiwa
Memerahkan mata dan mendidihkan darah
Napas terengah, rasa akan binasa

Cimanggu, Sukabumi, 22 Februari 2011, 16.07 WIB

Menghela Napas


oleh Khayrurrijal

Menghela napas panjang
Akibat sesak di dada oleh tantang
Menghirup napas pun panjang
Usai satu hembusan lantang

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.01

Menghidupkan Kata


oleh Khayrurrijal

Menghela napas demi napas
memenuhi dada dengan udara
menghidupkan kata dengan kata
lalu pahami akan semesta

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 21.23

Menghina Diri


oleh Khayrurrijal

Menghina diri terjadi
Saat buruk dialami
perbaikan justru dimulai
usai sesal diri
Merengkuh hikmah dan kemuliaan diri

Sukabumi, 23 Nopember 2010, 12.42

Mengotori Jiwa Insan


oleh Khayrurrijal

Mengotori jiwa insan
rasa senang dan memabukkan
Inginku tak lakukan
ku tetap pilih kehancuran

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.18

Mengumpulkan Kata


oleh Khayrurrijal

Mengumpulkan kata-kata
di sepanjang perjalanan kita
menjahitnya menjadi pakaian yang menjaga
membuat indah diri dan dunia

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.58 WIB

Mengurai Kekusutan


oleh Khayrurrijal

Mengurai kekusutan di kepala
Gunakan kata
Lewat suara, tinta, atau laga
Belum sempurna...
Ku belum sempurna...

Cimanggu, Sukabumi, 11 Nopember 2010, 06.34

Menjadi Nyata


oleh Khayrurrijal

merangkai kata, terus kupelajari
menempatkan kata terus kupahami
semoga kata kan ajari akan makna
ajari aku menjadi nyata

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.50

Menjadi Penonton


oleh Khayrurrijal

Menjadi penonton dalam hidup
Lihat dan perhatikan
Dengar dan rasakan
Hingga tiba saatnya redup

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.12

Menjemput Harapan


oleh Khayrurrijal

Menjemput harapan di keharibaan ar-Rahman
Sulit,
indah di akhiran
Mendendang sunyi dalam pujian
Kebahagiaan ...

Cimanggu, Sukabumi, 9 Desember 2010, 19.21 WIB

Menjujuri Keadaan


oleh Khayrurrijal

Menjujuri keadaan adalah jalan
menuju sejatinya perbaikan
Menyibak tabir kekaburan
Agar sampai pada idaman

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 17.52 WIB

Menulis yang Diajarkan


oleh Khayrurrijal

ku berusaha tuliskan yang diajarkan
Kepahaman yang datang kemudian
bukan berarti sebuah kebohongan
berat rasa di pikiran
mudah-mudahan jadi latihan yang membuahkan kebaikan

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 16.07

Menulisi Matahari


oleh Khayrurrijal

Menulisi matahari tiada mungkin terjadi
Tiap kata kan terbakar tiap kali
Tiap suara kan memuai kembali
Habis, habis, dan terhabisi

Tangerang, 03 Oktober 2010, 16.18

Kamis, 26 September 2013

Menunggu Mata Air


oleh Khayrurrijal

Menunggui mata air jiwa
mengharap kesegaran kata
ingin hati menyelam tenang
menuju sumber yang menghidupkan

kabandungan, sukabumi, 28 September 2010, 06.34 WIB

Menungguku


oleh Khayrurrijal

Belum lagi kutemui
Rasa yang dulu merasuki
Rindu bertemu kembali
Menungguku,
dituntun menuju sejati

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.23

Menyesali


oleh Khayrurrijal

Berlindung dari diri sendiri
Atas keburukan yang tersembunyi
Buas...
Lalu menyesali

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 05.12

Meracau-2


oleh Khayrurrijal

Kuterus meracau
Merekam lintas pikir
Membersihkan cermin buram
Berharap melihat diri sendiri

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.29

Meracau


oleh Khayrurrijal

Meracau, hilang kendali ucap
Kata berhamburan
Tak terbendung
Menggila benak,
meraga kacau tindak
Mungkinku gila

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 18.51 WIB

Merebahkan Diri


oleh Khayrurrijal

Merebahkan diri di pembaringan
Menatap menembus halangan
Inginku pulang keharibaan
Dalam keadaan disucikan

Cimanggu, Sukabumi, 15 Desember 2010, 16.21 WIB

Mundur Kembali


oleh Khayrurrijal

Kataku pada diri sendiri
Aku kan berangkat menuju sebuah negri
Namun ku hanya mundurkan langkah kaki
Maju...
lalu mundur kembali

Cimanggu, Sukabumi, 1 Nopember 2010, 12.45

Noda di Jiwa


oleh Khayrurrijal

Saat menemukan noda di jiwa
Kuujar maaf kepada insan dan Tuhan
Seraya berharap kembali disucikan
Kepada pemaaf,
semoga diberi kemuliaan

Cimanggu, Sukabumi, 01 Januari 2011, 11.57

Pasrah dan Tindak Mulia


oleh Khayrurrijal

Pasrah adalah tindak mulia tiada tara
Terlahir dari pandangan tajam yang memeriksa
rasa mengetahui batas-batas rahasia
kembali dengan wajah tertunduk bahagia

Cimanggu, Sukabumi, 10 Desember 2010, 18.05 WIB

Pemilik Nyawa


oleh Khayrurrijal

Menggigil tubuh dan jiwanya
Ia yang di sudut sana
Berharap tidak berdosa
Semoga nyawa belum akan diambil pemiliknya

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.17

Peringatan


oleh Khayrurrijal

Peringatan demi peringatan diserukan
Insan memicingkan mata penuh kebencian
Komentar dan cemoohan disampaikan
mereka tak sanggup bawa perbaikan

Cimanggu, Sukabumi, 12 Desember 2010, 07.08 WIB

Pertemuan Kedua


oleh Khayrurrijal

Sayangku hadir usai kenalku
Usai pertemuan di sisi Tuhan
Usai pertemuan kedua
Lalu ikatan menyuburkan perasaan

Cimanggu, Sukabumi, 10 Mei 2011, 09.56 WIB

Pewarismu


oleh Khayrurrijal

Bertanyaku pada ayahanda
Apakah kan kutapak jejakmu
Atau kubawa jejakmu dalam langkah baru
Kujadi pewarismu dalam langkah pembaharu
Semoga...

20 Desember 2010, 11.59 WIB

Puisi Suara atau Puisi Aksara


oleh Khayrurrijal

Benakku bergumam,
puisi suara atau puisi aksara
Salinglengkap berdua-dua
Salah meletak timbangan harga
Bentuk dijaja, tiada berharga

20 Desember 2010, 11.46 WIB

Berlari

oleh Khayrurrijal

Ia berlari menuju tempat mentari terbenam
Ia berlari menuju tempat mentari terbit
Ia berlari ke segala arah, ke luar dan ke dalam

Seruannya menggema di telinganya sendiri
Meluruhkan batinnya dalam fana
Melantunkan lagu merdu yang dikenalnya sebelum waktu menjelma

Racun Dunia


oleh Khayrurrijal

Meminum racun dunia
Rusak pandangan mata
Tertutup belantara keingkaran
Enggan atau tak kuasa menolak desakan kenikmatan
sesungguhnya hanyalah kehancuran

Cimanggu, Sukabumi, 30 Oktober 2010, 06.46

Ramuan Sakti


oleh Khayrurrijal

kumencari ramuan sakti
Di laut dalam dan gunung menjulang tinggi
menurut pendekar sakti
Ku harus cari di dalam diri
Hidup atau mati..

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.35

Rasa Kaku


oleh Khayrurrijal

Berpuisi rasa kaku kembali
Letih menyelimuti
Namun diri sadar harus terbangun kembali
Untuk menghindari buta hati

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.05

Rebah Pasrah


oleh Khayrurrijal

Menggantungkan harapan tinggi-rendah
jadikan puncak sebagai panduan yang menyusun lembah
Agar langkah ringan terarah
Hingga kembali rebah pasrah

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.17

Rencana Jahat


oleh Khayrurrijal

Nafsu membisikkan rencana jahat
Dapatkan segera nikmat
Rusakkan Perjanjian Hebat
Dunia dapat
Rusak akhirat
tak sebanding dengan laknat

Cimanggu, Sukabumi, 29 Oktober 2010, 12.29

Rendah Hati


oleh Khayrurrijal

Rendah hati layaknya padi berisi…
runduk merunduk…
sujud menuju bumi…
lalu dihidupkan kembali

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.14

Resah dan Pasrah


oleh Khayrurrijal

Teringat wajah kekasih dalam menung
Mengajaknya untuk ingat bahagia
masa lalu dan depan
Meletakkan resah pada tangga pasrah

Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.34

Resah


oleh Khayrurrijal

Mimpi yang indah tentang kita
Usah lampau dalam resah
Nikmati cinta dan rindu dalam jarak
Perpisahan ini hanya sementara
Dalam sekejap mata,
pun kita bisa berjumpa

Kuala Lumpur, 20 Maret 2012, 03.24

Rindu dan Rindu


oleh Khayrurrijal

Dirindukan oleh kekasih membuat tersenyum
Sebab rindu disambut dengan rindu
Jika kau lihat di langit malam ini
Mungkin kau kan melihat aku
Berkedip dan menatapmu selalu
Meski di balik awan kelambu

Cimanggu, Sukabumi, 3 Maret 2011, 19.25 WIB

Salah Kira


oleh Khayrurrijal

Mengajak insan ke kolam rasa
Banyak takut dan menilai tak berharga
Sungguh salah kira
merugi luar biasa

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 12.14

Sang Pencari


oleh Khayrurrijal

Penunjuk jalan menghiasi dirinya dengan ilham
Dari diri dan menggugah ke luar dari kelam
Layaknya cahya terangi malam
Mengantar sang pencari,
menuju Tuhan semesta alam

Cimanggu, Sukabumi, 19 Oktober 2010, 19.39

Sedihku


oleh Khayrurrijal

Sedihku atas diriku
Hina dina memilu
Susahkan menetes tangis
Hanya sayu melayu

Tangerang, 22 Nopember 2010, 19.15

Sendu Cakrawala


oleh Khayrurrijal

Sendu cakrawala menetes air pada buminda
Mengucur deras, diresapi tanah dan jati
Kelahiran ananda tanda subur bumi

Hentilah bersedih hati
Sebab bumi kita tengah subur menghidupi cinta
Sedang mentari perlahan tersingkap dari kelabunya awan
Menyinariku dan kamu, hingga mekar dan berseri

Cimanggu, Sukabumi, 03 Januari 2011, 17.16 WIB

Senja Jiwa


oleh Khayrurrijal

Kala senja jiwa tiba
Mentari diganti sang candra
Berbaiksangka di dalam gelap malam
Kau kan temui kebaikan menyinar dan menjelma

18 Desember 2010, 13.43 WIB

Senyum Bahagia


oleh Khayrurrijal

Belajar menangkap rasa bersama
Meninggalkan kesan melebihi jumlah dan angka
Berkilau memesona mata kita
Tersemburat senyum bahagia

20 Desember 2010, 01.03 WIB

Separuh Jiwa


oleh Khayrurrijal

Berkelana separuh jiwa
Menempuh jalan yang takkan ke mana
Tak rasa utuh
Jiwa pun dibunuh

Cimanggu, Sukabumi, 8 Februari 2011, 19.12

Sesal di Hati


oleh Khayrurrijal

Melayang melintasi bayang-bayang
Bayang hitam dan temaram
terkapar terpukul tangan sendiri
Tersisa sesal di hati

Cimanggu, Sukabumi, 17 Oktober 2010, 17.41

Sombong


oleh Khayrurrijal

Sombong adalah api
membakar tiada sempat beri manfaat menuju bumi
terlanjut binasa dan kembali esa

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 13.13

Suara dan Pena


oleh Khayrurrijal

mengganti suara dengan pena
mungkin akan membuat rindu akan nada
tapi nada mungkin kau kan lupa
pena lebih tahan dari pelukan masa

Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 15.38

Sulit-Mudah


oleh Khayrurrijal

Terhimpit sulit hingga sempit
Saat pengorbanan diri
Diri dihilangkan
Sulit diganti mudah

Cimanggu, Sukabumi, 20 Desember 2010, 19.00 WIB

Tanpa Rungut


oleh Khayrurrijal

Menatap lelangitan malam
Jernih menampakkan gemerlap bintang
Terang cahaya rembulan di atas ubun kepala
Cakrawala begitu luas membentang
Tanpa, kabut, rungut dahi hilang berturut-turut

Cimanggu, Sukabumi, 09 Mei 2011, 18.59 WIB

Temui Sejatimu


oleh Khayrurrijal

Temui sejatimu
Maka nyata hanya satu
Tiada berbeda
Tiada terpisah

Kabandungan, Sukabumi, 02 Juni 2011, 18.45 WIB

Terbangun Seketika


oleh Khayrurrijal

Melukis keindahan alam insani
Garis rupa tak banyak berguna
Tapi garis kata menjadi perlambang alam rahasia
Hingga rupa dan kata berhenti di perbatasannya
Sedang jiwa, buta, tuli, lumpuh, mati rasa
Lalu terbangun dan kembali seketika dari singgasana Raja

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.34

Terbungkamnya Mulut


oleh Khayrurrijal

Terbungkamnya mulut
Menutup celah penyulut
Berikan ruang dan masa menimbang
bagi alam keabadian
Agar kebaikan mengucur tak surut

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 05.22

Tergiur Angan yang Membunuh


oleh Khayrurrijal

Tergiur angan yang membunuh
Batin tersihir dan kebaikan menyingkir jauh
Berjalan penuh keji menuju binasa
Sesal datang kemudian,
mengapa dahulu takpatuh

Cimanggu, Sukabumi, 13 Desember 2010, 07.12 WIB

Tertinggal


oleh Khayrurrijal

Tertinggal dalam perjalanan suci
Karna jasad tertambat pada bumi
Tertunduk menyesali kebodohan
Lalu habiskan masa dalam muhasabah diri

Cimanggu, Sukabumi, 31 Oktober 2010, 05.29

Tindak Sembah


oleh Khayrurrijal

Termenungku akan perintah sembah
Berdiri memuliakan
Membungkuk memuliakan
Sujud memuliakan
Bersimpuh memuliakan

Dalam tindak sembah,
ku diajar kata puji
Dalam tindak sembah,
ku diajar kata pinta
Puji adalah pinta tertinggi
Sebab Engkau,
Sungguh Sangat Mengetahui

Cimanggu, Sukabumi, 5 Nopember 2010, 20.13

Titik


oleh Khayrurrijal

Sebuah titik dibawa malaikat
Melesat lebih cepat di atas kilat
Lalu titik binasa setelah ditinggalkan sesaat
Hanya jejaknya yang sampai kepada mata kasat

Cimanggu, Sukabumi, 15 Oktober 2010, 16.55

Tujuan Pasti


oleh Khayrurrijal

Berlari tanpa henti
Tanpa arti
Hanya lelah, lelah, sampai mati
Tersiksa diri walau tersenyum setiap kali
Mengapa tak memulai dengan tujuan pasti?

Cimanggu, Sukabumi, 9 Februari 2011, 05.24

Tunasuara


oleh Khayrurrijal

Di sebuah negri tanpa telinga
Seseorang berteriak lantang tentang kebenaran
Di siang dan malam
Di kuat dan lelah

Tiada yang mengerti
Tak ada yang menanggapi
Nampak tak peduli
Meski persoalannya sederhana
Mereka tunasuara

Terlihat salah pada sang pembicara
Kecam dan kritik meluncur deras
Meski permasalahannya sederhana
Ia tunacahaya

Cimanggu, Sukabumi, 4 Maret 2011, 20.37 WIB

Tutupi Rasa Sejati


oleh Khayrurrijal

Nafsu menutupi rasa sejati
Nampak mengingini,
tapi ilusi
Nampak menghendaki,
tapi seperti kulit ari
Sesal pun menjadi kisah yang mengakhiri

Cimanggu, Sukabumi, 10 Nopember 2010, 14.03

Rabu, 11 September 2013

Air Mata


oleh Khayrurrijal

Air mata tercucur layaknya hujan
Diawali mendung
Diakhiri basahnya bumi
Usai itu basah menumbuhkan kehijauan
Segar dan sejukkan pandangan

Cimanggu, Sukabumi, 12 Oktober 2010, 13.21

Air Langit


oleh Khayrurrijal

Mengharap belas kasih
Atas jiwa yang tandus
Air bumi tak lagi memuas dahaga

Wajah terangkat ke langit
Teringat hujan
Tapi ku tertunduk kembali
Ingatku,
hujanku berasal dari bumi

Batinku gemetar
Sontak lemas
ketika temukan air langit
Bukan dari hujanku

Dahi berkernyit merengut
Bertanyaku,
dari mana asal air langit
Tanya membuat dahaga tak karuan
Ah.. Haus

Air itu seketika berujar segar
"Aku dibawa dari lembaran ajaib
Yang hinggap di mata air insan
Aku dicipta, meski dari keabadian
sebagai hadiah bagi pencari
Yang sungguh-sungguh dan berketulusan

Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 12.11 WIB

Agar Tugas terpenuhi


oleh Khayrurrijal

kini ku disendirikan,
disembunyikan
ku rasa tak terjangkau,
bercermin diri
aku hilang dari pandangan, pendengaran, penciuman
aku hilang...

aku harus mencari harta diri
Menumbuhkannya
Mengembangkannya

untuk siapkan pengungkapan diri
Mengenal orang lain
agar tugas terpenuhi

Kabandungan, Sukabumi, 30 September 2010, 16.46

Rabu, 28 Agustus 2013

Hari-Hari


oleh Khayrurrijal

Langit begitu cerah di pagi itu
Melapangkan relungku
Mengurai masa lalu
Yang membuatku sendu

Suara gemricik air jadi melodi
Diiringi suara hati
Yakinkan diri ini
'Tuk menjalani hari

Meniti hari-hari dengan nurani
Menenangkan hati ini
Menelusuri hari dengan mengenal diri
Mengantarkan bahagia di akhir hari

Meski adakalanya langit menghitam
Aku akan terus berjalan
Melindungi diri ini dengan keyakinan diri

BENCANA ALAM


Oleh Khayrurrijal

            Bencana alam tengah melanda Indonesia. Banyak komentar dilontarkan. Di dalam tulisan ini, penulis berusaha menilai berbagai komentar yang terdengar menyudutkan alam dan menjadikannya seperti musuh yang berbahaya.
                Apakah seperti itukah alam di hadapan insan? Atau mungkin sebaliknya? Maka meletakkan konsep alam secara tepat di dalam kesadaran insan menjadi sesuatu yang penting. Sebab akan menjadi awal kemunculan tindakan yang tepat terhadap tempat hidup kita sendiri.
Secara maknawi, alam didefinisikan sebagai segala daya atau kekuatan dan sebagainya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini (Kamus Bahasa Indonesia).
Definisi lain dapat dilihat dari bahasa Inggris yang memerikan nature (alam) sebagai a creative and controlling force in the universe (Merriam-Webster’s 11th Collegiate Dictionary); dan all the plants, animals and things that exist in the universe that are not made by people; the way that things happen in the physical world when it is not controlled by people. (Oxford Dictionary).  
Dari dua definisi sederhana di atas, dapat dirasakan bagaimana datar atau keringnya makna alam itu bagi insan. Sebuah definisi yang sesungguhnya dibuat datar karena telah terpengaruh oleh sekularisasi terhadap alam. Dan pengertian seperti inilah yang dominan digunakan dalam berbagai ranah keilmuan.
Dahulu, di dalam pengertian insan tentang alam, terkandung makna ruhaniah yang mendalam. Alam ini begitu mempesona. Bahkan pemeliharaaan terhadap alam pun menjadi bagian utuh dari ritual keagamaan. Namun, dengan pengalaman Barat dan pandangannya yang keliru, ternyata mendominasi dan menghilangkan pengertian ruhaniah tersebut dari kesadaran insan. Pemahaman keliru mereka mengenai keagungan insan – yang diambil dari perkenalannya dengan ulama muslim – akhirnya mereka menjadi ekstrem dalam bentuk antroposentrisme (man is the measure of all things).
Dengan hilangnya makna ruhaniah dari alam ini, membuat insan dapat bertindak kepada alam sesukanya. (Prolegomena to The Metaphysics of Islam, 2001. S.M.N al-Attas).  Hal ini dapat dilihat dari perkembangan industri dan kapitalisme di Barat. Teknologi yang bercampur dengan keserakahan insan. Akhirnya, kerusakan tak terelakkan. Inilah akibat dari ilmu yang diwesternisasi. Kerusakan tiga kerajaan alam: hewan, tumbuhan, dan barang galian, menjadi bukti yang tidak terbantahkan. (S.M. Naquib Al-Attas. (1981). Islam dan Sekularisme, terj. Bandung: Pustaka).
 Padahal seharusnya kita insyaf mengenai alasan sesungguhnya akan wujudnya alam semesta ini. Ibn Rusyd menjelaskan mengenai hal ini dengan sebutan dalil ‘inayah.
Dalil ‘inayah dibangun dari dua hal utama: pertama, seluruh al-mawjudat di alam semesta ini selaras bagi insan; kedua, keselarasan itu tidak terjadi secara kebetulan. Keselarasan tersebut meniscayakan adanya sebab yang sengaja mengarahkan untuk tujuan tertentu. Sebab, mustahil keselarasan akan terjadi bila hanya berasal dari suatu proses kebetulan. (Achmad Muchaddam Fahham. 2004. Tuhan dalam Filsafat Allamah Thabathaba’i. Jakarta                Selatan: Teraju).

Bencana Alam
                Menggunakan penjelasan Ibn Rusyd tentang dalil ‘inayah, maka bencana alam pun sesungguhnya adalah sesuatu yang telah diarahkan oleh Penciptanya. Keselarasan yang sebelumnya ada, kemudian berganti dengan kerusakan. Dan ini tidak terjadi secara kebetulan tanpa tujuan apa pun.
Bencana alam yang telah terjadi memang lebih banyak dijelaskan dari sisi sebab fisik saja. Insan sering kesulitan dalam menjelaskan hubungannya dengan dosa-dosa yang telah dilakukan. Namun mari kita pikirkan satu kasus, yakni Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).
 AIDS disebabkan oleh virus HIV. Dan virus ini diduga ditularkan oleh sejenis kera. Penyakit ini kemudian tersebar secara luas pada orang-orang yang keranjingan homoseksual. Tindakan laknat seperti kaum Nabi Lut as. itulah yang menjadi cara penularan paling dominan penyakit ini. Dan sampai saat ini obatnya sedang dicari. Para penyalahguna narkotika, khususnya lewat jarum suntik, pun menjadi penderita yang sangat banyak terjangkit AIDS.
Peristiwa di atas nampak seperti kebetulan. Tapi apakah sungguh demikian? Coba lihat yang paling banyak mendapat akibatnya. Lalu cara utama penyebaran penyakit tersebut. Semuanya merujuk kepada orang-orang yang telah merusak dirinya sendiri, dan berpikir bahwa itu tidak mengganggu secara sosial. Alasan atas dasar suka sama suka kemudian menjadi pembenaran tindakan. Namun mereka pun harus “suka” dengan akibat “kebetulan” yang menimpa mereka.

Menyikapi Bencana Alam
Penyakit AIDS dapat terlihat sebagai sesuatu yang memiliki irisan dengan tindakan insan dan juga “kebetulan” dari alam. Namun, cara memandang terhadap persoalan AIDS di atas dapat juga digunakan untuk melihat peristiwa insani (seperti korupsi uang rakyat) dan juga alami (seperti gempa bumi atau gunung meletus). 
                Bencana atau kerusakan masyarakat sesungguhnya memiliki efek kepada bencana alam ini. Coba lihat berita dari Alloh Swt mengenai orang-orang yang diberikan bencana, seperti kaum Nuh. Banjir besar yang diriwayatkan dari banyak sumber bukan sebuah peristiwa alam belaka. Memang bisa saja didapatkan penjelasan ilmiah dari sisi alam itu sendiri.  Namun, sebuah peristiwa juga ternyata memilik pesan dari Tuhan.
Alam ini merupakan sebuah kitab yang diciptakan. Sebuah kitab tentu berisi kata-kata. Dan kata-kata tentu mengandung pesan. Ketika bencana alam kini sedang terjadi, tentu itu berarti ada pesan yang ingin disampaikan Alloh Swt kepada makhluk-Nya. Pesan yang mungkin terkait dengan kerusakan, baik alam maupun masyarakat, yang telah dilakukan. Hal ini sungguh hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang berilmu. Namun bukan dengan ilmu yang telah diwesternisasi.
Bencana ini mungkin dimaksudkan sebagai sarana pendidikan kepada insan. Seperti kisah bagaimana seekor gagak diperintahkan Alloh Swt untuk mengajarkan Qabil menguburkan saudara yang telah dibunuhnya.

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. (al-Maaidah: 31)

Alloh mengabarkan bahwa ada sebab insani dari peristiwa itu. Dan Tuhan telah memberikan peringatannya kepada insan. Bukan hanya untuk mengubah alam fisik ini, namun juga untuk mengubah dirinya sendiri, yang merupakan bagian batin dari alam.
Menjaga alam adalah penting karena sudah menjadi hak alam. Hak ini bukan diberikan oleh insan. Artinya jika tidak terjadi perlakuan yang tepat terhadap alam maka akibatnya timbul kerusakan. Insan pun bagian dari alam. Maka memberikan hak (perlakuan yang tepat) terhadap diri pun menjadi kunci diberikan ridho dari Alloh Swt. Ridho yang dapat berwujud negeri yang berkah dan mendapat keberkahan dari langit maupun dari bumi.

Penutup
Memandang alam dengan makna ruhaniah sungguh penting. Sebab, alam semesta ini sesungguhnya adalah pelayan bagi insan. Namun hanya dengan syarat insan itu harus menjadi khalifah Alloh di muka bumi. Ketika insan telah merawat dan menjaga alam, maka alam pun akan dengan senang hati memberikan yang terbaik.

(semua itu) untuk kesenanganmu…(an-Naazi’at:  33)

Wallahu’alam bi al-showab

Comments system

Disqus Shortname