SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Sabtu, 24 Agustus 2013
Perkelahian Caci dan Puji
oleh Khayrurrijal
Caci dan puji berkelahi
Mengajukan bukti kesalahan
Menghadirkan hujjah kebaikan
Kedua-dua ditimbang oleh kesejatian atau kepalsuan
Diputus atas ilmu atau kebodohan
Jika nafsu memenangkan pengadilan
Sorak-sorai genderang syaitan membahana
Para malaikat bersedih
Alam menampakkan sendu
Hati buta, tuli, lumpuh, tak kuasa
Seketika dipenjara
Alam insani diselimuti gelap
Porak poranda
Kerusuhan merajalela
Miskin dan nestapa
Menelan korban jiwa
Iblis bertahta di singgasana
Memerintahkan penghancuran ke segala arah
Nafsu meraja
Berusaha menikmati segala upeti
Nikmat, nikmat jasadi
Di penghujung tenaga
nafsu meluahkan kutukan sekuat daya
Kepada ia yang terlaknat
Nafsu tertipu rayu
Lemah dan layu
Habis napas
Mati termangu
Jika masih ada sehirup napas
Mungkin kuasa kan kembali kepada hati,
sang raja
Membangun kembali tak cukup sehari
Salah tempat mungkin masih mengelilingi
Tangisan dan keluhan terdengar lagi
Sang raja kan kembali menyinari
Tempat sejati dikenali
Penduduk bersegera menuju masing-masing posisi
Meniti jalan perbaikan diri
Sadar diri akan benar dan baik
Menata pemberian dengan apik
Kota Utama kan hadir
Membina tamadun yang cantik
Kepada raja, penduduk merendahdiri
Meski nafsu tetap menginta-i
Saat raja lengah dan hina diri
Cimanggu, Sukabumi, 27 Februari 2011, 12.06 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar