Air Langit
oleh Khayrurrijal
Mengharap belas kasih
Atas jiwa yang tandus
Air bumi tak lagi memuas dahaga
Wajah terangkat ke langit
Teringat hujan
Tapi ku tertunduk kembali
Ingatku,
hujanku berasal dari bumi
Batinku gemetar
Sontak lemas
ketika temukan air langit
Bukan dari hujanku
Dahi berkernyit merengut
Bertanyaku,
dari mana asal air langit
Tanya membuat dahaga tak karuan
Ah.. Haus
Air itu seketika berujar segar
"Aku dibawa dari lembaran ajaib
Yang hinggap di mata air insan
Aku dicipta, meski dari keabadian
sebagai hadiah bagi pencari
Yang sungguh-sungguh dan berketulusan
Cimanggu, Sukabumi, 23 Februari 2011, 12.11 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar