kali ini aku ingin menulis tanpa arti. ah, tak tahulah. maksudku, aku ingin menulis tanpa kuarahkan ke mana arah tulisan ini. aku hanya ingin menulis dan menulis. meskipun mungkin aku dibuat pusing.
wah, baiklah. aku sendiri agak lebih pusing lagi dibuatnya. menulis tanpa arti... ah, PUSING. inilah tanda bahwa sesuatu tidak berarti, setidaknya tidak jelas artinya. pusing dan membingungkan, itulah tulisan yang rasanya tidak berarti bagi orang-orang, termasuk mereka yang tidak mau berpikir.
PUSING, ini mirip dengan kondisi yang kurasakan saat ini. kemampuanku meruang menjadi terganggu. ketika bergerak ke kiri, rasanya turut mau jatuh pula ke kiri. bergerak ke kanan pun sama saja. berdiri, duduk, terlentang, tetap saja kurasakan aku pusing!!
kalau aku sedang pusing, maka kemampuan untuk memusatkan perhatian pun jadi berkurang. ketika dipaksakan memusatkan perhatian, alhasil malah semakin pusing. aduh...
satu benda yang ingin kuperhatikan malah menghabiskan kalori dan energi yang sebenarnya lebih baik digunakan dalam masa pemulihan ini. aku, di lain pihak, justru menggunakannya untuk membuat diriku semakin pusing dan pusing.
kepusingan ini terjadi bukan hanya di ruang-ruang fisik, tapi juga di ruang akal. saat kemampuanku mengenali satu tempat dengan tempat lain, maka kepusingan ini menjadi lebih radikal (mengakar). walah, pusingg............
nah, apalagi kalau ada satu orang atau lebih yang mengacaukan seluruh benda-benda di tempat semula menjadi menempati tempat yang baru. tapi, mereka kemudian menyatakan bahwa tempatnya pun senantiasa berubah. maka, mata akalku pun bisa-bisa menjadi pening dan juling. aku...aku bisa-bisa menciptakan alam duniaku yang juling. waduh... efeknya, bisa-bisa juga aku berpendapat bahwa dunia ini memang selalu berubah. buktinya, aku tidak pernah bisa memegang gelasku dengan tepat, tidak pernah, karena mataku yang juling. benda-benda itu ada di hadapanku, tapi tidak pernah dapat dipegang. seluruh benda tersebut seperti menggandakan diri namun tak satupun yang nyata. aku seperti tertipu dengan jurus "bayangan" mereka.
tapi, di tengah kondisi juling ini, aku pun masih bisa berpikir bahwa bisa saja terdapat sekelompok orang yang terus menerus mengerjai aku dan membuatku semakin penat. padahal, alam dunia ini tidak sejuling yang mereka katakan. seluruh benda di alam semesta ini bukanlah seperti sebuah keluarga yang terus menerus melakukan pindahan rumah, bahkan mereka tidak pernah sempat untuk mengatur perabot mereka. mereka terus menerus berpindah. angkut mengangkut perabot dan barang-barang.
eh, ngomong-ngomong, menulis tanpa arti ini akhirnya menjadi penuh arti atau ya tetap saja membingungkan kan!?..
ketika seseorang menjulingkan matanya dalam memandang sesuatu, yang pasti terjadi adalah sesuatu tersebut telah berpindah dari tempat sejatinya. jadi, ya sudahlah tak usah juling-julingan. itu sungguh melelahkan. percuma saja, jikapun didukung dengan teori-teori yang semakin menjulingkan. aku sudah pusing. dan tidak mau lagi berpusing dengan kepusingan insan-insan juling seperti kalian.
aku ingin bisa kembali fokus. kemampuan meruangku kembali pulih. sehingga segala sesuatu terlihat jelas, bisa kuraih dan kupegang. lalu kugunakan untuk keperluanku sehari-hari.
begitu juga gagasan-gagasanku. aku ingin melihatnya dengan jelas, agar juga bisa kugunakan di dalam keseharian dan keabadianku. sudahlah, jangan membuatku bingung dengan kebingunganmu akan kepelbagaian benda-benda dan makna-makna, lalu membuatmu salah pandang, dasar kau mata juling.
ku harap kau bukan seorang mata juling. kalau pun iya, mudah-mudahan kau rendah hati mendengarkan cerita orang yang ada di sebelahmu, karena tidak mungkin kau mengerti apa yang kutulis. hehe...
Kabandungan, Sukabumi, 26 September 2010, 12.59
aki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar