SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Rabu, 15 Agustus 2012

Menulis Bingung

MENULIS BINGUNG
oleh aki

aku ingin menulis bingung. bingung. aku tak tahu apa asal katanya dalam bahasa Indonesia. tapi, dalam bahasa Inggris aku mengenal kata confuse, yang berarti bingung. con-fuse itu berarti terjadinya fusion atau bergabungnya tempat sesuatu yang sesungguhnya berbeda. tentu saja ketika ada dua hal yang berbeda namun berada di satu tempat dalam pemahaman kita, itu menunjukkan kebingungan.
bingung juga sangat dekat dengan ragu, bahkan menjadi sinonimnya. ragu menunjukkan ketidakjelasan posisi dari seseorang. seseorang yang ragu mengenai keberadaan Tuhan, tidak dapat dikatakan yakin mengenai keberadaan Tuhan dan juga yakin mengenai ketidakberadaan Tuhan. ia belum mengambil posisi yang jelas mengenai hal tersebut.
Bingung atau ragu muncul karena kekurangan ilmu atau bahkan ketidaktahuan. karena kekurangan atau ketidaktahuan ini, maka seseorang tidak dapat menempuh jalan untuk ke sebuah tempat yang jelas. Bukan hanya terdiam di persimpangan. Ia pun baru dapat menempuh perjalanan, ketika ia sudah mengetahui tujuannya dan mengenali tanda-tanda menujunya. ia mulai berjalan bukan karena ragu atau meragukan. namun, justru karena pengenalan terhadap tanda-tanda tersebut. seandainya saja ia terus meragu namun tidak jua menemukan pengenalan, maka ia akan seterusnya terjebak di persimpangan. Mungkin hingga mati kebosanan. Atau mungkin ia akan pura-pura mengenali, lalu memilih jalan secara seenaknya sembari meragukan terus menerus. ia tidak yakin dengan jalan yang dipilih. Menebak-nebak atau pertimbangan untuk memilih saja tanpa ilmu, itulah yang dilakukan mereka. mereka nampak lebih berusaha menikmati perjalanan, karena mereka sendiri tidak tahu apakah tersesat atau tidak. mereka berusaha dengan keras untuk menikmati apa yang dilihat dan dicerap oleh panca indera mereka. namun tidak melihat apa-apa kecuali bentuk-bentuk yang tidak bermakna apa-apa, bagi mereka. Putus asa dialami. Berjalan dengan mata buta. Si buta berpikir ia sedang maju. Namun, ia tidak tahu apakah itu benar atau tidak. ia maju? menuju apa? adakah sesuatu yang dituju? jika langkahnya malah menjauhkan dari yang dituju, bukankah itu berarti mundur?
menulis bingung adalah menulis tanpa pesan. menggabungkan seluruh tulisan hanya penuh dengan subjek tanpa predikat atau predikat tanpa subjek. menggabungkan subjek dengan predikat di tempat yang sama. Menulis tanpa tujuan. Menulis tidak untuk apa-apa. lalu untuk apa menulis? Mungkin menurutnya, menulis itu adalah sebuah kebetulan. Hal tersebut terjadi begitu saja. susunan huruf dan kata terjadi begitu saja. mereka semua tidak bermakna. sebab kata, bagi mereka, hanya huruf tanpa makna. makna itu tidak penting, dan dapat berubah seenak-zaman dan seenak-tempat.
Bingung itu sungguh menyiksa. menyiksa mata, jika itu berarti bergabungnya dua benda, misalnya buku dan gelas, dalam satu tempat yang sama. yah, itu juga berarti penyiksaan yang lebih dalam kepada jiwa insan. jiwa insan tidak dapat menerima sesuatu yang saling bertentangan sepenuhnya. Ia yang tertahan dalam pertentangan tersebut, sangat tersiksa. Gelisah. Menangis tak bisa, pun juga tertawa. Lapar tidak, kenyang pun tidak. Bahkan mungkin mereka tidak yakin dengan keinsanan mereka sendiri. Mereka berkeliling mencari dan mencari. bahkan mereka bingung sepanjang masa. Kebingungan yang kemudian dirumuskan menjadi pernyataan-pernyataan dasar mengenai alam semesta, mengenai kebenaran.
Sungguh aneh, bagaimana kita bisa mempercayai sesuatu yang dihasilkan dari keraguan, sebagai sebuah kebenaran? Bukankah dengan demikian ia sedang ragu lalu dengan keraguannya menghasilkan sesuatu. dan sesuatu itu masih dilandasi dengan keraguan. meskipun mungkin tidak terlalu terdengar bingung, namun dengungannya dapat terdengar oleh telinga orang-orang yang matang. jauh di dalam lubuk hati para pendukung kebingungan, entah sebagai cara hidup atau pun sebagai metode atau pun sebagai sikap kritis yang melampau, terejawantahlah kegersangan jiwa. jiwa yang gersang tentu tidak dapat dihidupi. Tidak ada yang dapat ditumbuhkan.
Menulis bingung, setelah kucoba, mungkin hanya semakin bingung khususnya bagi mereka yang sudah bingung. Semoga tidak bagi engkau.

Tidak ada komentar:

Comments system

Disqus Shortname