oleh Khayrurrijal
Angin berpuyuh menggoyang dedaunan hingga mati
Dedahanan pun tak sanggup menahan gemeretak diri
Sedang ranting sudah banyak yang berserakan tak tentu arah
Akar yang tersembumi turut khawatir batas waktu
Sebab di langit awan-awan pun porak poranda dihalau sang angin
Hujan memang tiada turun
Tapi mencekam dirasakan siapapun yang diterpanya
Ada apakah gerangan wahai angin?
Cimanggu, Sukabumi, 12 Januari 2011, 08.07 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar