SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Sabtu, 24 Agustus 2013

Seorang Bayi


oleh Khayrurrijal

Menyusuri kegelapan hati
Jalan berlubang berulang kali kuperosoki
Gelap berlapis, hingga pekat

Diriku terasing di sisi ini
Lalu Tuhan mengirimkan utusan untuk penyelamatan
Tak ada yang selamat, tanpa pertolonganNya

Aku memang dapat bernapas dalam gelap
Tapi hidup dalam gelap sungguh menyesakkan
Bagai seorang yang bodoh
Tak mampu berbuat apa-apa

Aku mencari diriku ditemani suara utusan
Bukan dengan cahaya, mungkin karna cahaya kan berjelita
saat kujumpa lagi diriku

Ada banyak bisikan
Rasa khawatir akan tersesat
Bahkan mati dalam gelap
Namun kutahu ada yang berbeda dengan suara sang utusan
Getar benar dan baik menjadi ciri
Kukenal ini saat mendengar mereka yang jujur dan ikhlas hati

Bau busuk tiba-tiba menyengat
Bangkai
Apa kutersesat sejauh itu?
Lengket dan lembab
Dingin dan sesak

Tubuh menabrak seseorang yang sedang terduduk
Ia adalah aku
Tanganku menggenggam utusan
Aku pun tertidur
Membawa tanda tanya...

Aku tak tahu tertidur atau tidak
Pandangan samar
Mimpi saling berkelindan
Bangun dan terlelap bergantian

Tapi rasa genggam masih di tangan
Suara utusan masih terdengar
Meski sayup tapi gemanya sampai ke dalam jiwa
Aku sedang dalam penyucian

Lama ku dalam alam antara
Pening masih tersisa sedikit di kening
Bisu lisan, seperti dalam penantian
Ada yang akan datang
Teringatku akan kisah Zakaria as.

Setelah kabut mulai mereka
Kudengar tawa anak membahana
Tergambar gairah mereka hadapi aneka warna

Senyumku mengembang
Tatkala mereka terjatuh dan menangis
Tapi hanya sehari
Usai itu, semangatnya terkumpul lagi
Pujian dan dorongan dilimpahkan kepada setiap tindakan bahkan
pada kesalahan

Senyumku pun merekah
Tawa kecil tercipta
Hadirkan energi yang membesar luar biasa
Membuang cemberut yang kubawa dari alam semalam

Senyumku buat mentari dan rembulan tersenyum
Bahkan galaksi dan begitu pun semesta

Tak sengaja kulihat dalam terpejam
Tuhan menyampaikan sebuah cermin
Nampak bayangan seorang bayi
Diriku bergetar...
Mungkin aku telah disucikan...
aamiin...

Cimanggu, Sukabumi, 30 April 2011, 23.10

Tidak ada komentar:

Comments system

Disqus Shortname