oleh Khayrurrijal
Rumput liarku terhampar
Terhalang pandangan kepada bumi
Nampak hijau tapi ku merugi
Seolah rimbun tapi ku rasa tersesaki
Berjalanku di titian bertanda kaki
Lama mengering
Mungkin satu generasi
Perlu singkir debu,
untuk meneliti
Tiba ku di dataran tinggi
Nampak seorang petani
Senyum di wajah berseri
Memerhati seksama dengan sadar diri
Pepadian dikelilingi liarnya rumput
Selangkah dibuat untuk mengambil sejumput demi sejumput
Tanpa takut
Semangat tak surut
Mentari telah 30 kali melintas di atas kepala
Ku diajar sang petani di sana
Meski jauh dan belum bertatap raga
Terimakasihku tak berkecukupan
Semoga Tuhan memberi kebaikan berkelimpahan
Terbayang impian gemilang
Padi bermatangan
Lelah berganti kepuasan
Ku berdoa kepada Tuhan,
semoga itu jadi kenyataan
Cimanggu, Sukabumi, 3 Maret 2011, 18.14 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar