SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Sabtu, 24 Agustus 2013
Negri Pemalas
oleh Khayrurrijal
Dalam benak dan khayal, kutemui negri pemalas
Semua yang ada terdiam
Menunggu kedatangan Sang Untung
Bernapas rasa berat
Enggan tuk buka mata
Lena dalam lelap
Makan dan minum melelahkan
Mempercepat kematian
Matahari dan bulan bertanya-tanya
Mengapa negri itu tidak mengubah diri
Malas adalah bunuh diri
Mungkinkah dua penerang langit itu menyaksikan kematian sang negri?
Malas di dalam menuju kebenaran dan kebaikan
Jalan yang sudah pasti kan hancur
Malas dalam kebenaran
Pun hancur
Mentari dan bulan berdoa
Kebaikan dan kebenaran menjadi menarik hati
Lalu diri bangun menghampiri
Malas kan hilangkan keinginan yang menggebu hanya tinggal debu
Lalu debu meninggalkan kehidupan
Dera dan deru pemalas adalah derita
Tiba-tiba mereka ambil langkah seribu untuk jauhi siksa
Tapi apalah guna
Saat siksa sudah mendera nyawa
Iman saat di dunia
Tak dijaga
Mata terpejam tak melihat guna
Telinga ditutup tak mendengar manfaat
Rugi berusaha dihindari
Tapi justru itu yang mereka dapati
Rambat merambati diri
Usaha dibenci, kecuali sedikit sekali
Mereka memicik mata sendiri
Nafsu yang memegang kemudi hanya akan memilih kehancuran yang dihindari
Untung yang dekat mungkin didapati
Tapi tak akan haus teratasi
Untung yang jauh adalah yang sebaiknya dikumpuli
Bahagia duniawi dan ukhrawi
Selamatkan diri dari malas...
Cimanggu, Sukabumi, 13 Mei 2011, 16.22 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar