SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN
Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian
usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."
Sabtu, 24 Agustus 2013
Negri Pelawak
oleh Khayrurrijal
Terdengar tawa tertahan
Lalu menggelegar memenuhi telinga
Ku bertanya ada apa?
Sebuah tanda kota jatuh, bertuliskan Negeri Pelawak
Di segala penjuru terdengar tawa
Anak-anak dan orang tua
Pesuruh hingga pemimpin negri
Tertawa dan tertawa
Suatu kejadian mengerikan terhampar di depan istana negri
Insan meninggal dunia,
karna tawa
Tawa
Namun, yang lain tetap tertawa melihat nestapa
Tak perlu serius, apalagi sedih hati
Insan dicipta untuk tertawa
Jika ada yang tidak tertawa, penjaralah tempatnya
Mereka kan dipaksa meminum cairan tawa
Tetap tertawa, walau tak ingin
Sakit, tapi tertawa dalam bahak
Pekerjaan yang paling mulia adalah pelawak
Itulah mengapa pimpinan negri diambil dari sebuah kontek pelawak tersohor
Gaji besar dan kemewahan
Untuk melayani dahaga tawa penduduk negri
Buku, radio, televisi, penuh dengan pelawak
Mereka yang tak pandai melucu,
kan dipinggirkan
Bahkan menjadi kriminal
Tawa dan tawa
Kecuali mereka yang gila
Renung menghiasi wajah mereka
Segudang tanya membahana dalam batinnya
Ada apa dengan negri kita?
Tawa dan tawa
Lalu lemah jasad dan jiwa
Tawa tak lagi segar
Tak lagi menyenangkan
Tawa bukan bahagia
Tapi tetap tawa menjadi kewajiban mereka
Daripada sedih, pikir mereka
Lebih baik tawa, bahkan hingga ajal menjemput kita
Bagi mereka, tertawa hingga mati
atau sedih hingga mati
Tawalah yang mereka pilih
Sebab hidup adalah tragedi mereka
Tak enaklah mati dalam sedih
Negri pelawak tak tahan masa
Dalam sekedip mata, berubah menjadi kota mati
Tawa yang diakhiri dengan cekikikan yang tercekik
Cimanggu, Sukabumi, 14 Mei 2011, 10.12 WIB
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar