Makhluk yang berakhlak adalah makhluk yang bertindak yang terkait dengan keberadaan khalik (Pencipta). Akhlak tidak dapat dikatakan hanya sebagai tindakan an sich. Akhlak mencakup segala aktivitas manusia dan jin, mulai dari aktivitas pikiran hingga badan. Dari itulah kemudian muncul sebutan akhlakul karimah dan akhlakul mazmumah. Akhlakul karimah adalah akhlak yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul, sedangkan akhlakul mazmumah adalah akhlak yang tidak sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul.
Lalu bagaimana dengan yang diseru-serukan oleh para humanis atau bahkan ateis tentang tindakan manusia, kebaikan dan keburukan? Pada dasarnya sesuatu dinilai sebagai akhlakul karimah karena kesesuaiannya dengan tuntunan Allah dan Rasul. Sedangkan yang diseru-serukan oleh kaum humanis dan ateis tidak dapat disebut sebagai akhlakul karimah. Mengapa? Oleh karena, jika dilihat secara utuh, mulai dari dasar tindakan (niat) dan cara bertindak, kaum humanis dan ateis tidak menjadikan tindakannya berdasarkan tuntunan dan didedikasikan kepada Allah (ikhlash). Sehingga tindakannya hanyalah seperti fatamorgana, tidak lebih.
Oleh sebab itu, akhlak tidak menjadi sekedar etiket atau tatakrama atau sopan santun, melainkan melampaui itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar