SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Sabtu, 26 Desember 2009

KOMENTAR TERHADAP SYAFI’I MA’ARIF

oleh khayrurrijal

Dalam surat kabar KOMPAS, Syafi’i Ma’arif membuat sebuah tulisan yang mengangkat tafsir al Azhar karya HAMKA tentang pluralisme agama. Namun, penulis menemukan banyak ketidakjelasan dari apa yang dituliskan. Ketidakjelasan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan memeluk agama Yahudi (dalam kasus pemaksaan kepada Yahudi, padahal mereka sudah memeluk agama Tauhid?
Dalam tulisan tersebut dikatakan ada sebuah kasus ketika sebuah Raja Yahudi yang hendak memaksa umatnya untuk memeluk agama Yahudi. Padahal orang-orang Yahudi sudah memeluk agama Tauhid. Tidakkah dapat dilihat, bahwa ada perbedaan antara Yahudi dan agama Tauhid. Sehingga yahudi dapat Beragama Tauhid. Lalu mengapa Raja Yahudi tersebut masih tetap hendak memaksakan umatnya untuk beragama Yahudi?, maka hal ini akan disusul dengan ketidakjelasan selanjutnya,
2. Apakah berbeda yang dimaksud dengan Yahudi dan agama Yahudi?,
Jika ternyata berbeda maka memang tidak menjadi masalah dikatakan bahwa Yahudi dapat menjadi Islam (agama tauhid), nashara dapat menjadi Islam, dan shabi’in dapat menjadi Islam. Ketika mereka mengubah agama mereka menjadi Tauhid maka mereka barulah dapat beramal shalih. Namun, jika tidak berbeda, maka akan aneh jika HAMKA membuat pembedaan seperti demikian. Lebih lanjut, pertanyaan ini dapat diuperluas menjadi,
3. Apakah agama Kristen, Yahudi, dan shabi’in adalah agama Tauhid atau berbeda dengan agama Tauhid?
Kemudian HAMKA mengatakan bahwa inti Tauhid adalah iman kepada Allah dan hari akhir. Dan itu sudah mencakup percaya kepada segala rasul-Nya dengan tidak terkecuali.
4. Maka, bukankah dengan percaya kepada Rasul Muhammad, maka mereka sudah menjadi muslim, karena syahadat? Dan otomatis Nasrani, Yahudi, Shabi’in, Majusi, adalah Islam,lalu apakah mereka mendapatkan kewajiban shalat, shoum, zakat, pergi haji, dan ibadah yang lain?
Namun, nyatanya agama Kristen, agama Yahudi, dan agama shabi’in, tidak melaksanakan apa yang seharusnya menjadi kewajiban bagi muslim dan sebagai orang yang beriman. dan mereka wajib untuk melaksanakan apa yang diseru bagi orang-orang yang beriman, seperti sholat, puasa, zakat, haji, taat kepada Allah dan Rasul, dan lain-lain. Dan jika mereka tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul maka itu akan membatalkan sayahadat mereka dan mereka termasuk orang-orang kafir.
Selain berbicara tentang agama kristen, Yahudi, shabi’in, maka muncul juga sebuah pertanyaan tentang status orang-orang Islam yang beriman kepada Allah, malaikat, Kitab, Rasul, Kiamat, Qadha-Qadar, dan melaksanakan kewajiban-kewajiban lain,
5. Lalu, orang-orang Islam sekarang beragama apa, agama Tauhid atau bukan?
Apa yang dituliskan oleh Syafi’i Ma’arif di surat kabar tersebut, menurut hemat penulis, tidak jelas dan lebih banyak menyesatkan. Oleh karena, banyak ketidakjelasan yang seharusnya beliau jelaskan dalam tulisan singkat tersebut. Maka, sudah sepatutnya sebagai seorang cendekiawan muslim, ia tidak mendahulukan hawa nafsu dan menuliskan sesuatu ketika memang kebenaran sudah jelas dalam pikirannya. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk Allah Swt. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Comments system

Disqus Shortname