oleh khayrurrijal
lihat fakta tentang seolah-olah wanita, padahal bukan wanita tapi laki-laki. lihat fakta fatamorgana, padahal bukan air. fatamorgana itu ada, tapi air yang merupakan objeknya tidak ada. ada ukuran jumlah dalam melihat yang palsu itu. semakin sedikit, semakin mudah dinegasi. tapi semakin banyak dan bahkan seluruhnya maka semakin sulit dibedakan.
di zaman ini, banyak kesadaran manusia yang salah paham terhadap realitas sesungguhnya. jika dalam kasus fatamorgana, mungkin orang-orang dapat dengan mudah mengatakan bahwa itu bukan air pada realitasnya, namun adalah air, dalam hubungan dengan kesadaran orang yang melihat.
nah, ketika jumlah orang yang salah-melihat ini menjadi lebih banyak, seperti dalam kasus keadilan semu, maka semakin sulit untuk mengatakan bahwa apa yang mereka pandang, sesungguhnya tidak ada di dalam realitasnya sebagai keadilan.
menggunakan klasifikasi keadilan sejati dan keadilan semu, pada tataran tertentu bisa-bisa saja. namun, mengatakan bahwa keadilan semu bukanlah keadilan adalah sebuah hal yang lebih penting yang harus pula diperhatikan. sebab, hal ini akan mengantarkan orang yang mendengar dan menggunakannya untuk berpikir, ke arah realitasnya, dan tidak sibuk dengan bayangan pikirannya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar