SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Sabtu, 26 Desember 2009

MENGAPA KITA PERCAYA PADA PANCA-INDERA DAN AKAL?

oleh khayrurrijal

(sebuah renungan........)
Sahabat, panca indera adalah sebuah media yang memberikan kepada kita informasi-informasi inderawi yang terjadi di sekitar kita. Panca-indera memberikan kita informasi panas, dingin, kasar, halus, keras, lembek, terang, gelap, bising, sunyi, pahit, manis, asam, harum, bau, dan lain-lain. Namun, kita juga tahu bahwa panca-indera kita seringkali menipu. Misalnya, sebatang sedotan yang nampak patah ketika dimasukkan dalam segelas air; besarnya matahari yang terlihat lebih kecil daripada bumi, padahal ternyata matahari berkali-kali lipat lebih besar dari bumi; fatamorgana yang muncul ketika suhu yang sangat tinggi.
Kemudian, bagaimana dengan mimpi? Mimpi sebagai bunga tidur tentu sering dialami oleh setiap manusia. Dapatkah kita membedakan antara mimpi dan bukan mimpi? Bukankah sensasi yang muncul dalam mimpi juga sama ketika kita tidak bermimpi? Bagaimana dengan seseorang yang bermimpi kalau dia bermimpi, yang lalu terbangun dua kali dari satu mimpi ke mimpi yang lain? Lalu apakah sekarang kita tidak sedang bermimpi dan kemudian kita akan terbangun? Bagaimana? Dapatkah anda mengerti apa yang saya maksud?
Apakah panca-indera itu ada? Jika ada, mengapa kita menganggap informasi-informasi dari panca-indera sebagai pengetahuan? Dapatkah infomasi dari panca-indera, menjadi pengetahuan, bila kita tidak percaya terhadap panca-indera? Bagaimana? Lalu, apakah ada alasan yang cukup bagi kita untuk mempercayai panca-indera kita? Dan apakah alasan-alasan itu?
Hal yang senada dapat pula dikenakan terhadap akal. Mengapa kita begitu yakin dengan kerja akal? Bukankah apa yang dipikirkan sekarang akan dapat gugur nantinya dan digantikan dengan sesuatu yang lain secara terus menerus? Bukankah akal tidak mampu mengetahui masa lalu orang lain atau sebelum kita hidup dan masa depan? Bagaimana? Bukankah akal tetap berpotensi salah? Akan tetapi, atas alasan apa kita percaya kepada akal atau dengan kata lain Apa yang membuat akal layak dipercayai?
MARI KITA RENUNGKAN! AGAR SESUATU YANG KITA PERCAYAI, MEMANG LAYAK UNTUK DIPERCAYA!

Tidak ada komentar:

Comments system

Disqus Shortname