SELAMAT DATANG, WAHAI INSAN YANG DIMULIAKAN TUHAN

Muliakan dirimu
Kar'na Tuhan t'lah memuliakanmu
Muliakan Tuhan
Kau 'kan temui kesejatian

usai itu usia tak sia-sia
layaknya sa'i, lalu bersua
lalu Ia titipkan pesan dalam jiwa:
"Kembalilah kau ke dunia..."

Sabtu, 26 Desember 2009

Sebaiknya anda membaca ini.....!

oleh khayrurrijal

satu langkah kaki dibuat
hendak bersaing dengan putaran bumi
hendak pula bersaing dengan cahaya matahari

suatu saat ada perbincangan di antara ketiganya

bumi: hai manusia! bagaimana kamu hendak bersaing dengan matahari? kamu saja tak sanggup bersaing dengan ku.

matahari: benar! bagaimana kau sanggup bersaing dengan kami?

manusia: sekilas lalu, nampaknya sulit diterima. tapi, kalian tahu pesawat, sebagai penemuan manusia?

bumi dan matahari: ooo...tahu...

manusia: dengan pesawat, manusia dapat sampai di tempat keberangkatannya lagi, dengan kecepatan yang melebihi kecepatan bumi....

bumi: baiklah. itu benar. tapi, bagaimana persaingan dengan matahari?

matahari: iya, bagaimana kamu bisa bersaing denganku?

manusia: ah.....kamu berdua ini terlalu terpaku dengan dunia indera. seharusnya kalian beranjak naik ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi.

bumi dan matahari: maksudnya?

manusia: jika kalian hanya melihat satu langkah kaki yang ku buat, maka kalian akan salah menilai. tidakkah kalian melihat sesuatu yang melebihi cahaya di dalam diriku?

bumi dan matahari: apa itu?

manusia: jika kalian manusia, kalian akan tahu tentang hal itu. tapi, akan ku ceritakan sedikit tentang hal itu. saat manusia mengindera, ia sadar dengan baik, bahwa dirinya memiliki panca indera. tapi, manusia bukan hanya terdiri atas fisiknya. saat manusia merasa sakit, sedih, gembira, atau perasaan lainnya, sesungguhnya ia sudah masuk ke dalam perhatian terhadap sesuatu yang bukan lagi fisik.

bumi: lalu apa? bukankah perasaan manusia itu cuma impuls saraf saja? tak lebih!

manusia: impuls saraf memang menjadi sebuah tanda. tapi, kamu ini seringkali berhenti pada sisi itu saja. tidak bisakah kamu melangkah pada derajat yang lebih dalam?!... Sisi lahir manusia memang dapat berpengaruh kepada sisi batin manusia, tapi sisi batin pun dapat berpengaruh pada diri lahir manusia. contohnya, psikosomatik, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kondisi psikologis manusia.
saat seseorang sedang perhatian terhadap perasaannya, sesungguhnya dia sudah masuk pada jenis mengindera batin. ia kemudian merasa-rasa apa yang dialami dirinya, yang bukan sisi fisik. mungkin ia telah terluka, karena kata-kata. kata-kata pun bukan sesuatu yang fisik. kata-kata itu bukan suara. tapi, ia lebih dari sekadar suara. nilai lebih itu ada karena ada yang lebih dari yang menjadi penuturnya, yakni manusia. bisakah dipahami?

bumi: hmmm... tapi, aku tidak dapat melihat yang kamu sebut 'kelebihan' itu.

matahari: ah, rasanya yang dijelaskan manusia itu ada benarnya. kalau begitu coba ceritakan lebih lanjut tentang dirimu, hai manusia!

manusia: coba pikirkan baik-baik... saat kalian berdua coba memikirkan ini baik-baik, kalian sudah pula masuk ke dalam 'wilayah' eksistensi yang takkan bisa dilihat mata lahir....

bumi: ah, masa....!? aku ingin dapat melihat pikiran....

manusia: lebih baik sedikit ku ceritakan apa yang dilakukan oleh sebagian kelompok manusia tentang hal itu. para ahli otak dan saraf sudah berusaha menguak apakah ada yang disebut sebagai pikiran. akan tetapi, mereka cuma menemui organ-organ yang tidak dapat disebut sebagai pikiran sama sekali. pikiran menjadi dikenali lewat tanda-tanda di bagian otak dan saraf manusia. akan tetapi, pikiran bukan otak itu sendiri. dan jika kita memaksakan mencari sesuatu yang bukan fisik dengan pencarian secara fisik, maka tentu tidak akan pernah ada penemuan atas hal yang dicari itu.....

matahari: bagaimana kamu mengetahui tentang ada hal yang bukan fisik? apa bukti ucapanmu?

bumi: ya, aku pun meminta bukti! bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?

manusia: sebaiknya, kamu mengenal baik-baik tentang diri manusia. kalian harus mengenali aku baik-baik. karena aku merupakan bukti itu sendiri.....

bumi dan matahari: ????

manusia: semua yang kuceritakan tadi adalah tentang diriku sendiri, bukan? Mengenai kata-kata pun, itu juga tentang diriku. akulah yang membuat alam ini mengenal kata-kata. aku adalah wasilah itu.

matahari: ya....benar juga sih ?! tapi...?

manusia: sudahlah.....coba kalian simak lagi apa yang sudah ku sampaikan tadi... cobalah berpikir secara sehat, bukan berpikir secara bebas. karena manusia yang gila itu sangat bebas berpikir, tapi apakah itu yang kalian inginkan?? ku sarankan kalian menjadi manusia dengan cara berpikir yang sehat. jujur saja pada diri kalian, jika kalian sudah menemukan sesuatu dalam berpikir itu.....paling tidak jujur pada diri sendiri... baru kalian bisa jujur pada diri orang lain secara sungguh-sungguh...
jika untuk pernyataan ku itu kalian belum bisa memahami, maka sebaiknya, kesimpulan kalian jangan melompat terlalu jauh... apalagi sampai menafikan tentang keberadaan sesuatu yang bukan fisik, hanya karena kalian tidak bisa melihatnya...
ku tunggu kalian, nanti...

bersambung...

Tidak ada komentar:

Comments system

Disqus Shortname