Kemajuan, sebuah ungkapan yang sering dilontarkan oleh manusia. ungkapan yang ingin mengatakan tentang sesuatu yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Jika dikontekstualisasikan, kemajuan akan dilekatkan kepada perubahan dari zaman dan ruang Yunani, Pertengahan, Modern, dan Posmodern; sel uniseluler, multiseluler, tumbuhan, binatang, manusia; Teologis, metafisis, positif; anak-anak, remaja, dewasa, mati (?).
Pandangan tentang ‘kemajuan’, jika ditelusuri dengan pikiran, akan terlihat bahwa memiliki hubungan dengan teori evolusi. Kemajuan (yang dipengaruhi oleh teori evolusi) adalah sebuah bentuk linear (garis lurus) dari perubahan sesuatu menuju kepada kesempurnaan. Namun, terdapat pertanyaan dalam benak penulis, apakah menurut teori evolusi, perubahan dari dewasa menuju kematian adalah perjalanan menuju kesempurnaan? Atau teori evolusi hanya melihat tentang kondisi-kondisi optimal suatu makhluk dan mengabaikan fakta kematian? Yang berarti juga mengabaikan fakta kematian sebagai sesuatu yang paling jelas ditemui disekitar makhluk? Atau akhirnya teori evolusi harus menyerah bahwa penjelasan linear tidak dapat menjelaskan kondisi setelah kondisi optimal makhluk (menua)? Dapatkah penjelasan linear (teori evolusi) menjelaskan fakta sirkuler?
Selain fakta kehidupan dan kematian pada makhluk, dapat pula kita lihat dalam pengelompokkan zaman di dunia Barat. Ada yang mengatakan bahwa Yunani adalah permulaan, Pertengahan, Modern dan akhirnya Posmodern (?). Apakah urutan ini suatu yang linear? Mungkin akan ada yang akan menjawab ‘ya’. Namun, bagaimana dengan fakta bahwa ungkapan Protagoras bahwa “manusia adalah ukuran untuk segala-galanya” juga terungkap lagi di masa posmodern? Bukankah itu suatu yang tidak linear, karena ada sesuatu yang berulang dalam zaman? Bukankah demokrasi yang dikatakan sebagai sesuatu yang lebih maju dari segala sistem yang lain merupakan sesuatu yang berasal dari zaman Yunani kuno? Bahkan teokrasi abad pertengahan dapat dilihat sebagai sesuatu yang lebih maju daripada demokrasi Yunani. Lalu bila demokrasi Yunani berbeda dengan demokrasi modern, bukankah masih ada konsep Yunani kuno yang melekat pada demokrasi modern? Lalu apakah itu berarti bahwa pada demokrasi modern terdapat unsur kuno dan maju? Jika demikian, apakah masih relevan penjelasan linear yang dilekatkan dengan kuno dan maju seperti itu?
Dapat dilihat bahwa konsep ‘kemajuan’ di atas, menjadi begitu terbatas bahkan untuk menjelaskan perjalanan kehidupan dan kematian seorang individu. Keterbatasan ini, disebabkan oleh pandangan yang terkandung dari para progressionis tersebut yaitu, bahwa yang kemudian adalah lebih baik dari yang terdahulu. Pandangan yang mengikat dirinya pada perubahan zaman ini, pada akhirnya akan menemukan dirinya dalam problem yang pelik dan solusi yang tidak menyelesaikan (tidak ada solusi?). Pandangan ini, sebenarnya mengikatkan pula dirinya dengan ruang. Yakni, bergerak dari suatu posisi ke posisi yang ada di depannya. Dan akhirnya dapat dilihat bahwa ‘maju’ dalam pandangan yang demikian adalah relatif, tergantung dimana posisinya dan apa yang ada di depannya atau yang ter-kemudian.
Seperti sudah diungkapkan, ‘kemajuan’ dalam pandangan progressionis hanya mengantarkan kepada kebingungan, dan pada dasarnya tidak dapat digunakan oleh kaum progressionis itu sendiri. Maka, sebaiknya kata ‘kemajuan’ tidak lagi digunakan untuk mengungkapkan tentang ke-lebih-baik-an sesuatu dari sesuatu yang lain. Dan lebih baik menggunakan kata ‘lebih-baik’ saja. Dan hendaknya jika berbicara tentang ‘kemajuan’ jangan lagi mengaitkan dengan konotasi ‘lebih-baik’, dan cukup dengan konotasi ruang dan waktu.
Kata ‘lebih-baik’ inilah yang sebenarnya dapat menjadi pijakan untuk berbicara perubahan yang lebih baik tanpa terjebak oleh ruang dan waktu. Meskipun patut disayangkan, bahwa konsep kebaikan, yang semestinya menjadi pijakan dalam berbicara ‘kemajuan’ pun, telah direlatifisir oleh kaum progressionis. Kebaikan menjadi sesuatu yang relatif. Dan akhirnya kita tidak dapat berbicara tentang “kemajuan”. (dan saya pikir memang lebih baik kata ‘kemajuan’ tidak digunakan lagi untuk berbicara tentang konotasi ‘lebih-baik’) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar